Advertorial

Transformasi TLKM 30, Langkah Telkom Bangun Fondasi Digital dan Dongkrak Valuasi Bisnis

Kompas.com - 12/03/2026, 11:12 WIB

KOMPAS.com - Telkom memiliki program “Transformasi TLKM 30” yang merupakan agenda reformasi menyeluruh untuk memperkuat fundamental bisnis.

TLKM 30 dirancang sebagai strategi transformasi jangka menengah hingga 2030 untuk meningkatkan kinerja serta daya saing Telkom sebagai enabler ekosistem digital yang berdaya saing global.

Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Dian Siswarini memaparkan, Telkom telah mengimplementasikan agenda tersebut pada 2026 dengan menata portofolio bisnis, penguatan tata kelola perusahaan yang baik (GCG), restrukturisasi dan streamlining anak usaha, serta pembentukan strategic holding.

“Inisiatif ini dilakukan untuk mendorong operational excellence dan unlocking value dari aset yang dimiliki TelkomGroup,” kata Dian dalam agenda TelkomGroup Business Update yang diselenggarakan di Jakarta, Jumat (6/3/2026), seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (10/3/2026).

Melalui inisiatif ini, Telkom melakukan penataan portofolio bisnis secara lebih terarah serta memperkuat praktik tata kelola perusahaan agar setiap lini bisnis dapat berkembang optimal.

Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi perusahaan serta seluruh pemangku kepentingan.

Transformasi TLKM 30 juga sejalan dengan agenda total governance reset pada pengelolaan badan usaha milik negara (BUMN) yang dicanangkan Danantara.

Inisiatif ini menekankan penguatan praktik tata kelola yang transparan, prudent, serta disiplin dalam pengelolaan aset perusahaan.

Upaya tersebut mencakup normalisasi dan peningkatan kualitas aset, praktik pengeluaran yang akuntabel, serta penyelarasan pencatatan keuangan agar laporan perusahaan semakin akurat dan wajar.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dan Direktur Legal & Compliance Telkom  Andy Kelana pada agenda TelkomGroup Business Update yang diselenggarakan di Jakarta, pada Jumat (6/3). DOK. Telkom Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dan Direktur Legal & Compliance Telkom Andy Kelana pada agenda TelkomGroup Business Update yang diselenggarakan di Jakarta, pada Jumat (6/3).

Dalam implementasinya, Telkom mendorong peningkatan operational excellence melalui penguatan disiplin, perbaikan proses bisnis, serta pengelolaan alokasi modal yang lebih efisien. Hal ini juga didukung transformasi budaya perusahaan yang menekankan kolaborasi, akuntabilitas, serta orientasi pada kinerja dan penciptaan nilai.

Langkah tersebut mampu mengakselerasi efisiensi pengelolaan sumber daya. Hasilnya, fundamental bisnis Telkom semakin solid, terutama di tengah tantangan ketidakpastian global dan kebutuhan akan kemandirian infrastruktur digital.

Sebagai perusahaan yang dual listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan New York Stock Exchange (NYSE), Telkom juga senantiasa memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku di Indonesia dan Amerika Serikat.

Nikmati hasil

Sejumlah progres transformasi mulai terlihat sejak implementasi TLKM 30 pada pertengahan tahun lalu. Salah satunya adalah pembentukan entitas FiberCo melalui spin-off sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF).

Telkom juga membentuk Infranexia sebagai langkah pertama unlocking value pada bisnis infrastruktur digital. Perusahaan ini berfokus pada pengembangan bisnis fiber serta peningkatan efisiensi operasional dan investasi.

Selain itu, Infranexia berpotensi membuka peluang network sharing dan kemitraan strategis guna menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

Ke depan, entitas ini diharapkan menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru bagi TelkomGroup. Selain FiberCo, Telkom juga menyiapkan langkah strategis untuk membuka potensi nilai dari aset infrastruktur lain, termasuk bisnis data center dan tower melalui NeutraDC dan Mitratel.

Sebagai bagian dari langkah transformasi, Telkom juga menjalankan streamlining melalui penataan portofolio entitas usaha di lingkup TelkomGroup.

Perusahaan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai entitas anak usaha guna memastikan fokus pada core business di sektor telekomunikasi dan digital. Hal ini juga bertujuan untuk menciptakan struktur organisasi yang lebih ramping dan efisien.

Implementasi awal dari upaya streamlining tersebut adalah penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (CSPA) yang telah dilakukan PT Multimedia Nusantara (TelkomMetra) menuju divestasi penuh atas PT Administrasi Medika (AdMedika) beserta entitas anak usahanya, TelkoMedika.

Perusahaan ini bergerak di bidang third party administrator pada sektor kesehatan sebagai bentuk penataan portofolio bisnis non-core di TelkomGroup.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dan Direktur Legal & Compliance Telkom  Andy Kelana pada agenda TelkomGroup Business Update yang diselenggarakan di Jakarta, pada Jumat (6/3). DOK. Telkom Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dan Direktur Legal & Compliance Telkom Andy Kelana pada agenda TelkomGroup Business Update yang diselenggarakan di Jakarta, pada Jumat (6/3).

Pada saat sama, Telkom turut memperkuat peran perusahaan sebagai strategic holding. Dalam model ini, Telkom berfokus pada fungsi value creation dan governance oversight. Sementara itu, operasional bisnis dijalankan oleh entitas operating company yang menjadi penggerak utama pada masing-masing lini usaha.

Dian melanjutkan, TelkomGroup akan memperkuat struktur bisnis melalui operating company yang berfokus pada empat pilar utama sebagai mesin pertumbuhan perusahaan ke depan, yakni B2C, B2B ICT, digital infrastructure, serta international business.

Melalui struktur ini, Telkom berupaya memastikan setiap lini bisnis memiliki fokus yang lebih tajam serta mampu bergerak lebih lincah dalam mengoptimalkan potensi ekosistem digital di Indonesia.

Menurutnya, TLKM 30 mampu membuka nilai yang lebih besar dari seluruh potensi bisnis Telkom serta memperkuat kontribusi perusahaan kepada negara dan pemegang saham melalui peningkatan nilai dan dividen.

“Dengan dukungan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan, kami mendorong transformasi ini untuk memberikan dampak positif bagi perekonomian dan masyarakat melalui layanan konektivitas digital yang semakin merata dan berkualitas,” tutur Dian.

Sebagai informasi, acara tersebut turut dihadiri Direktur Legal and Compliance Telkom Andy Kelana, Direktur Wholesale & International Service Telkom Budi Satria Dharma Purba, Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi, dan Direktur Human Capital Management Willy Saelan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau