Advertorial

Banyak Pemudik Lupa Cek Ban, Bridgestone Indonesia Ingatkan Risiko Besar Saat Perjalanan Jauh

Kompas.com - 14/03/2026, 12:33 WIB

KOMPAS.com – Menyambut momen mudik Lebaran yang menjadi tradisi penting bagi keluarga di Indonesia, PT Bridgestone Tire Indonesia atau Bridgestone Indonesia menekankan pentingnya kondisi kendaraan yang optimal, terutama ban, untuk menghadapi perjalanan jarak jauh dengan kondisi jalan yang beragam.

Mengabaikan kondisi ban saat menempuh perjalanan ratusan hingga ribuan kilometer dapat meningkatkan risiko kecelakaan secara signifikan.

Oleh karena itu, selain melakukan servis mesin, pemudik juga perlu melakukan pemeriksaan ban, meskipun kondisinya masih terlihat baik secara kasat mata.

Seperti diketahui, ban yang tidak terawat dapat memicu kerusakan struktural hingga pecah ban, terutama ketika kendaraan membawa beban penuh, melaju dalam kecepatan tinggi, atau melewati jalan yang rusak.

Presiden Direktur Bridgestone Indonesia Mukiat Sutikno menegaskan bahwa keselamatan para pemudik merupakan prioritas utama perusahaan. Dia pun mengingatkan pemudik untuk merawat kendaraan, termasuk ban.

Setiap kendaraan pemudik sejatinya memiliki kondisi ban yang prima untuk menghadapi tantangan perjalanan jauh.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya terpaku pada performa mesin, tetapi juga memberikan perhatian ekstra pada satu-satunya komponen kendaraan yang bersentuhan langsung dengan aspal, yaitu ban, demi mewujudkan mudik yang aman hingga sampai di tujuan,” ujar Mukiat dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (13/3/2026).

Pentingnya perawatan ban sebelum mudik

Perawatan ban yang tepat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan perjalanan mudik.

Kondisi ban yang terjaga dapat membantu mengurangi risiko pecah ban, terutama ketika kendaraan membawa beban berat selama perjalanan jauh.

Kemudian, memastikan tekanan angin berada pada level yang sesuai serta memeriksa apakah terdapat keausan atau benjolan pada permukaan ban juga merupakan langkah sederhana yang dapat mencegah potensi kerusakan di tengah perjalanan.

Selain itu, kondisi ban yang baik juga berperan dalam menjaga kendali kendaraan. Ban dengan traksi optimal memungkinkan kendaraan merespons pengereman secara lebih efektif, terutama saat harus melakukan manuver mendadak, melintasi jalan yang basah akibat hujan, atau menghadapi tikungan tajam.

Perawatan ban juga berkaitan dengan efisiensi energi kendaraan. Tekanan angin yang sesuai membuat pergerakan roda lebih ringan sehingga konsumsi bahan bakar atau daya listrik menjadi lebih efisien.

Di sisi lain, ban yang terawat turut meningkatkan kenyamanan selama perjalanan panjang karena mampu mengurangi getaran yang dirasakan di dalam kabin kendaraan.

Pemudik juga disarankan untuk memastikan ban cadangan berada dalam kondisi baik dan siap digunakan apabila terjadi keadaan darurat di perjalanan.

Mitos yang keliru

Bridgestone Indonesia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mempercayai mitos yang justru membahayakan.

Salah satu mitos yang cukup sering dipercaya adalah anggapan bahwa menurunkan tekanan angin ban saat hujan dapat meningkatkan daya cengkeram ban pada jalan. Padahal, langkah tersebut justru dapat meningkatkan risiko kerusakan ban serta mengurangi stabilitas kendaraan sehingga berpotensi membahayakan pengemudi.

Mitos lain berkaitan dengan kapasitas beban kendaraan. Setiap ban memiliki batas indeks beban atau load index yang telah dirancang untuk menahan bobot tertentu. Mengangkut muatan yang melebihi kapasitas tersebut dapat menyebabkan ban mengalami panas berlebih dan meningkatkan risiko pecah ban saat kendaraan melaju.

Selain itu, banyak pula yang beranggapan bahwa ban baru tidak memerlukan pemeriksaan tambahan. Faktanya, ban baru tetap perlu diperiksa tekanan anginnya, dilakukan balancing, serta dipastikan pola telapaknya sesuai dengan kondisi medan yang akan dilalui.

Kesalahpahaman lain yang masih sering ditemui adalah penggunaan ban dalam pada ban tubeless yang mengalami kebocoran. Cara ini sebenarnya tidak dianjurkan karena dapat menghilangkan fungsi utama teknologi tubeless yang dirancang untuk mempertahankan tekanan angin lebih stabil saat terjadi kebocoran kecil.

Layanan Tire Check Service

Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung perjalanan mudik yang aman dan nyaman, Bridgestone Indonesia juga menghadirkan layanan Tire Check Service (TCS) di dua titik rest area sepanjang jalan tol Cikampek.

Layanan tersebut hadir melalui kolaborasi dengan salah satu mitra resmi Bridgestone, Paramita Ban, serta bekerja sama dengan Toyota dalam penyelenggaraan posko Lebaran.

Layanan TCS Bridgestonehadir melalui kolaborasi dengan salah satu mitra resmi Bridgestone, Paramita Ban, serta bekerja sama dengan Toyota dalam penyelenggaraan posko Lebaran.Dok. Bridgestone Layanan TCS Bridgestonehadir melalui kolaborasi dengan salah satu mitra resmi Bridgestone, Paramita Ban, serta bekerja sama dengan Toyota dalam penyelenggaraan posko Lebaran.

Selama periode Senin (16/3/2026) hingga Minggu (29/3/2026), layanan TCS akan hadir di Rest Area KM 57 arah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sementara itu, mulai Senin (23/3/2026) hingga Minggu (29/3/2026), layanan serupa juga tersedia di Rest Area KM 62 arah Jakarta.

Melalui kehadiran layanan tersebut, para pemudik dapat melakukan pemeriksaan kondisi ban secara langsung di tengah perjalanan sehingga potensi risiko kerusakan ban dapat diminimalkan.

Inisiatif itu juga menjadi bagian dari upaya Bridgestone Indonesia untuk menghadirkan layanan yang lebih mudah diakses oleh konsumen, khususnya pada periode mudik ketika mobilitas masyarakat meningkat secara signifikan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau