KOMPAS.com – Lebaran tinggal menghitung hari. Sebagian besar pekerja sudah menerima tunjangan hari raya (THR), gaji, atau bonus.
Meski demikian, Anda perlu berhati-hati. Pasalnya, godaan belanja di musim ini bisa menggerus tabungan dengan cepat. Perasaan ingin serbabaru kerap mengalahkan logika keuangan.
Sebenarnya tidak ada angka pasti untuk batas belanja Lebaran. Kebutuhan sering muncul mendadak, apalagi saat kerabat jauh datang bersilaturahmi.
Keinginan menjamu dengan layak juga wajar, bahkan menjadi bagian dari tradisi. Hal yang terpenting adalah tetap menakar pengeluaran sesuai kondisi keuangan.
Tekanan belanja lebaran dan risikonya
Tekanan sosial saat Lebaran nyata adanya. Seseorang terkadang ingin tampil rapi dengan baju baru, menyiapkan hidangan istimewa, atau sekadar memberi hadiah untuk keluarga tercinta. Semua itu tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit.
Tanpa perencanaan matang, niat baik tersebut bisa berubah menjadi utang yang menumpuk pasca-Lebaran.
Oleh karena itu, sebaiknya alokasikan THR untuk kebutuhan prioritas terlebih dahulu. Setelah itu, barulah sisa dana dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan gaya hidup atau hiburan.
Secara umum, batas aman utang konsumtif adalah ketika total cicilan bulanan tidak melebihi 30 persen dari penghasilan bersih. Angka ini penting untuk menjaga arus kas tetap sehat dan mencegah beban keuangan berlebihan.
Sebelum memutuskan berutang, hitung terlebih dahulu kebutuhan pokok bulanan, alokasi dana darurat, serta target tabungan. Barulah sisa dana dapat digunakan untuk belanja konsumtif Lebaran. Jangan sampai urutannya terbalik.
Jika memang memerlukan pinjaman uang tunai, pastikan penggunaannya benar-benar untuk kebutuhan mendesak, bukan sekadar keinginan sesaat yang masih bisa ditunda.
Selain itu, penting juga memahami biaya tersembunyi dalam cicilan. Sebagian orang hanya fokus pada nominal cicilan per bulan, tetapi lupa ada komponen lain yang menyertai.
Sebagai contoh, saat meminjam uang sebesar Rp 1 juta dengan cicilan Rp 100.000 per bulan, bisa saja terdapat biaya administrasi, bunga tambahan, atau denda keterlambatan.
Jadi, selalu cek total pembayaran hingga lunas, bukan hanya cicilan bulanan yang terlihat ringan.
Batas aman utang dan strategi pengelolaan
Kini, tersedia pula opsi pembayaran fleksibel, seperti layanan Kredivo PayLater, yang dapat digunakan untuk transaksi di berbagai merchant, baik online maupun offline, mulai dari minimarket hingga restoran. Proses pendaftaran pun umumnya dilakukan secara daring tanpa dokumen fisik seperti kartu kredit konvensional.
Bagi Member Premium, limit kredit dapat mencapai Rp 50 juta dengan cicilan bunga rendah mulai 1,99 persen per bulan. Tersedia juga opsi cicilan satu bulan dengan 0 persen bunga dan biaya admin.
Adapun Kredivo PayLater telah terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan sehingga lebih tepercaya.
Meski demikian, kemudahan tersebut tetap harus digunakan secara bijak. Pastikan Anda memahami bunga, biaya tambahan, serta kemampuan bayar sebelum menggunakan fasilitas tersebut.
Setelah Lebaran usai, luangkan waktu untuk mengevaluasi kondisi keuangan. Jika masih terdapat sisa THR, prioritaskan untuk memperkuat dana darurat atau mulai investasi jangka panjang. Langkah kecil ini dapat menjadi fondasi finansial yang kokoh di masa mendatang.
Utang konsumtif sebaiknya dilunasi secepat mungkin agar bunga tidak terus bertambah. Jika harus mengambil pinjaman baru untuk kebutuhan mendesak, pastikan lakukan perhitungan secara matang agar tidak memperberat kondisi finansial di kemudian hari.