KOMPAS.com – Semarak perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 H di Kabupaten Lampung Selatan diwarnai pemandangan berbeda dan penuh kehangatan. Ribuan warga tumpah ruah memadati Rumah Dinas Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi dalam acara Halal Bihalal yang digelar pada Sabtu (21/3/2026).
Menariknya, acara silaturahmi ini digelar tanpa prasmanan mewah bergaya elite. Bupati memilih memborong puluhan gerobak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk disajikan secara gratis kepada seluruh masyarakat yang hadir.
Langkah strategis ini diambil selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mengimbau para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar open house secara berlebihan atau bermewah-mewahan di tengah situasi ekonomi saat ini.
Mengubah format acara menjadi "Pesta Rakyat" yang membumi, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan membuktikan bahwa silaturahmi yang bermakna dapat terjalin erat dengan memberdayakan ekonomi warga sekitar.
Pemilihan UMKM sebagai pilar utama jamuan halal bihalal ini memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan.
Pada umumnya, momen libur Lebaran kerap menjadi waktu yang sepi pembeli bagi para pedagang kaki lima dan pelaku usaha kecil. Namun tahun ini, inisiatif memborong dagangan tersebut menjadi berkah Idulfitri yang nyata bagi mereka.
Bagi para pelaku UMKM, langkah ini bukan sekadar tentang dagangan yang ludes terjual, melainkan bentuk kehadiran nyata seorang pemimpin yang merangkul dan tidak meninggalkan rakyat kecilnya di tengah situasi yang tidak mudah.
Senyum bahagia para pedagang yang melayani ribuan porsi makanan menjadi pemandangan yang mendominasi area halaman Rumah Dinas.
Antusiasme masyarakat pun tidak terbendung. Ribuan warga dari berbagai pelosok kecamatan di Lampung Selatan rela antre dan menempuh perjalanan puluhan kilometer demi bersalaman langsung dengan bupati tercinta mereka.
Tanpa ada sekat protokoler yang berlebihan, Rumah Dinas Bupati benar-benar bertransformasi menjadi "Rumah Bersama" bagi rakyat.
Warga dari berbagai lapisan masyarakat berbaur menjadi satu, menikmati hidangan lokal seperti pecel, bakso, hingga makanan tradisional secara gratis.
Acara halal bihalal ini tidak sekadar menjadi ajang saling memaafkan, tetapi juga menjadi bukti kuatnya ikatan emosional antara pemimpin dan rakyatnya.
Melalui pendekatan yang sederhana namun tepat sasaran, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sukses menghadirkan kebahagiaan yang merata, menjaga roda ekonomi kerakyatan tetap berputar, sekaligus memberikan teladan perayaan hari besar yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat luas.