KOMPAS.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Fakfak terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama dalam hal ketersediaan listrik dan air bersih.
Hal itu disampaikan Bupati Fakfak Samaun Dahlan, SSos, MAP, dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Aula Distrik Pariwari, Kamis (12/3/2026).
Kedua sektor itu, kata dia, menjadi prioritas utama karena sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup warga.
Samaun juga menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memperkuat jaringan listrik.
“Saat ini, tengah dilakukan pemasangan jaringan listrik baru guna mengurangi pemadaman listrik yang selama ini kerap terjadi,” tuturnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (30/3/2026).
Penambahan jaringan baru tersebut dilakukan agar distribusi listrik menjadi lebih stabil dan tidak lagi bergantung pada satu jalur saja.
Selain itu, peningkatan status layanan PLN dari Unit Ranting menjadi Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) di Fakfak oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral juga diharapkan mampu mempercepat perbaikan kualitas pelayanan listrik.
Pemkab Fakfak kini menargetkan program pemasangan listrik gratis bagi masyarakat yang belum memiliki sambungan. Program ini mencakup instalasi hingga pemasangan meteran di rumah warga, dengan pendataan dilakukan bersama aparat kampung dan kelurahan agar tepat sasaran.
Sementara itu, di sektor air bersih, pemerintah daerah menjadikannya sebagai fokus pembangunan jangka menengah. Untuk mengatasi keterbatasan akses air, Pemkab Fakfak bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam melakukan penelitian sumber air bawah tanah.
Selain penelitian, rencana pengeboran di sejumlah titik juga akan dilakukan guna meningkatkan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Program tersebut ditargetkan menjadi fokus pembangunan hingga 2027 dengan dukungan dari aparat wilayah serta partisipasi masyarakat.