Advertorial

Kolaborasi Telkom dan AYS Indonesia Dorong Pemulihan Ekosistem Alam di Tarakan

Kompas.com - 30/03/2026, 15:29 WIB

KOMPAS.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus berupaya meningkatkan kolaborasi dan keterlibatan komunitas serta generasi muda di berbagai inisiatif pelestarian lingkungan.

Inisiatif tersebut diwujudkan melalui program Bumi Berseru Fest yang menghadirkan solusi berbasis komunitas untuk menjaga keanekaragaman hayati dan keberlanjutan ekosistem. Salah satunya, melalui inisiatif konservasi bekantan serta penanaman mangrove di Tarakan, Kalimantan Utara.

SGM Social Responsibility Telkom Hery Susanto menyampaikan, kolaborasi dengan komunitas menjadi elemen penting dalam upaya pelestarian lingkungan yang solutif dan berkelanjutan.

Menurutnya, upaya menjaga kelestarian lingkungan memerlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk generasi muda yang memiliki kepedulian tinggi serta gagasan inovatif.

Melalui program Bumi Berseru Fest, Telkom berupaya membuka ruang kolaborasi bagi komunitas untuk menghadirkan solusi nyata dalam menjaga ekosistem sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan,” ujar Hery dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (30/3/2026).

Salah satu inisiatif yang lahir dari program Bumi Berseru Fest 2025 dijalankan oleh Association of Youth for Sustainability (AYS) Indonesia di Tarakan.

Komunitas itu menginisiasi program konservasi yang bertujuan melindungi bekantan sebagai satwa endemik Kalimantan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Inisiatif ini dilakukan karena kondisi ekosistem mangrove semakin terancam akibat alih fungsi lahan, kerusakan habitat, serta rendahnya kesadaran masyarakat.

Kolaborasi Telkom dan AYS Indonesia dalam kegiatan konservasi bekantan dan penanaman mangrove di Tarakan, Kalimantan Utara beberapa waktu lalu.DOK. Telkom Kolaborasi Telkom dan AYS Indonesia dalam kegiatan konservasi bekantan dan penanaman mangrove di Tarakan, Kalimantan Utara beberapa waktu lalu.

Melalui pendekatan terintegrasi, program tersebut menghadirkan sejumlah langkah strategis. Pada 19–21 Desember 2025, tim AYS bersama sukarelawan TelkomGroup membangun Feeding Spot Center.

Spot itu merupakan area khusus pemberian vitamin tambahan berupa pisang bagi bekantan sekaligus sarana edukasi bagi wisatawan agar dapat mengenal satwa tersebut tanpa mengganggu habitat alaminya.

Selanjutnya, pada 24 Januari 2026, AYS bersama para sukarelawan melakukan penanaman 1.000 bibit mangrove di Edu Park Kampung Empat sebagai upaya memperkuat sabuk hijau pesisir sekaligus memitigasi kerusakan habitat.

Selain aksi konservasi, program tersebut juga dilengkapi pendekatan ilmiah melalui kegiatan monitoring ekosistem. Dalam pengamatan yang dilakukan pada 7 Januari 2026, tim berhasil mengidentifikasi 40 ekor bekantan serta memetakan 27 jenis mangrove di kawasan tersebut.

Temuan dari feeding spot juga menunjukkan perilaku unik bekantan yang cenderung individualis, tetapi akan membentuk kelompok ketika menghadapi ancaman.

Data tersebut kemudian dimanfaatkan untuk mengembangkan situs web edukasi yang berfungsi sebagai basis data digital bagi masyarakat sekaligus mendukung penguatan program konservasi oleh pemerintah daerah.

Founder AYS Indonesia M Abrar Putra Siregar mengapresiasi dukungan yang diberikan Telkom melalui program Bumi Berseru Fest. Menurutnya, hanya segelintir pihak yang memberikan perhatian besar pada isu ini.

Program BBF sangat efektif dan strategis karena melibatkan komunitas lokal yang memahami kondisi lingkungan di lapangan,” ujar M Abrar.

Kolaborasi Telkom dan AYS Indonesia dalam kegiatan konservasi bekantan dan penanaman mangrove di Tarakan, Kalimantan Utara beberapa waktu lalu.DOK. Telkom Kolaborasi Telkom dan AYS Indonesia dalam kegiatan konservasi bekantan dan penanaman mangrove di Tarakan, Kalimantan Utara beberapa waktu lalu.

Inisiatif konservasi ini sejalan dengan implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) Telkom melalui program GoZero – Sustainability Action by Telkom Indonesia, khususnya pada pilar Environment, Save Our Planet. Pilar ini berfokus pada pelestarian keanekaragaman hayati dan perlindungan ekosistem. 

Upaya tersebut juga mendukung pencapaian United Nations Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-14 tentang Kehidupan di Bawah Laut dan tujuan ke-15 tentang Kehidupan di Darat.

Ke depan, rehabilitasi mangrove di Kalimantan Utara diharapkan dapat terus diperluas guna memitigasi abrasi pesisir yang semakin meningkat.

Melalui kolaborasi antara komunitas, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan, langkah yang dimulai dari inisiatif lokal ini diharapkan dapat berkembang menjadi gerakan konservasi yang lebih luas dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir bagi generasi mendatang.

Program Bumi Berseru Fest 2025 merupakan kompetisi inovasi lingkungan yang mendorong masyarakat menghadirkan solusi berkelanjutan. Tahun ini, kompetisi mencakup berbagai kategori inovasi, termasuk eco product dan teknologi hijau.

Program tersebut juga memberikan dukungan pendanaan dan pendampingan bagi ide-ide terbaik yang memiliki dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau