KOMPAS.com - Pengamanan wilayah perairan di kawasan timur Indonesia diperkuat dengan kedatangan KRI Balongan-908 di Pelabuhan Fakfak, Papua Barat, Sabtu (14/3/2026).
Kedatangan kapal TNI Angkatan Laut tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan unsur pertahanan negara di wilayah pesisir.
Kapal perang milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) itu disambut langsung Bupati Fakfak Samaun Dahlan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Kehadiran KRI Balongan-908 dinilai penting untuk memperkuat pengawasan dan keamanan wilayah laut, terutama karena Fakfak merupakan salah satu daerah pesisir strategis di kawasan timur Indonesia.
Sinergi dengan TNI AL disebut menjadi kebutuhan penting untuk menjaga aktivitas masyarakat, jalur pelayaran, serta stabilitas keamanan di perairan Fakfak.
“Sebagai daerah pesisir, masyarakat Fakfak memiliki keterikatan yang kuat dengan laut. Karena itu, dukungan dan kehadiran TNI Angkatan Laut sangat penting untuk menjaga keamanan wilayah perairan sekaligus mendukung aktivitas masyarakat,” ujar Samaun dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (30/3/2026).
Pada kesempatan tersebut, Samaun mengapresiasi komandan dan seluruh awak kapal atas kunjungan mereka ke Kabupaten Fakfak.
Menurut dia, peran TNI AL sangat strategis dalam menjaga kedaulatan laut nasional, khususnya di wilayah timur Indonesia.
“Kawasan timur Indonesia memiliki cakupan perairan luas dan menjadi jalur penting aktivitas masyarakat maupun distribusi logistik,” kata Samaun.
Untuk diketahui, KRI Balongan-908 dikomandani oleh Wida Adi Prasetya dan bertugas menegakkan kedaulatan serta menjaga keamanan di wilayah perairan yurisdiksi nasional.
Kapal tersebut berada di bawah Komando Armada III dan memperkuat Satuan Kapal Bantu TNI AL.
Selama bersandar di Fakfak, masyarakat dijadwalkan dapat berkunjung ke atas kapal untuk mengenal lebih dekat tugas TNI AL serta menumbuhkan kepedulian terhadap pertahanan maritim nasional.