KOMPAS.com - Bank BJB dipercaya untuk menyalurkan dana program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2026 di Jawa Barat (Jabar) dengan total nilai mencapai sekitar Rp 700 miliar.
Dana tersebut dialokasikan untuk membantu perbaikan 35.000 unit rumah tidak layak huni yang tersebar di 27 kabupaten dan kota di Provinsi Jabar. Setiap unit rumah akan menerima bantuan sebesar Rp 20 juta.
Penyaluran dana BSPS dilakukan melalui kerja sama antara Satuan Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Jabar Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Jawa II dengan Bank BJB.
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh PPK Rumah Swadaya dan Pengembangan Kawasan Permukiman Nadya Rahmarani Akbar dan Pemimpin Divisi Dana dan Jasa Konsumer Bank BJB Maman Rukmana di Menara Bank BJB Lantai 7, Bandung, Jumat (27/3/2026).
Agenda tersebut dihadiri Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Jawa II Mochamad Mulya Permana serta Kepala Satuan Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Barat Praditya.
Program BSPS menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh hunian yang lebih layak melalui perbaikan rumah swadaya dengan pendekatan gotong royong.
Direktur Konsumer dan Ritel Bank BJB Nunung Suhartini mengatakan, program tersebut memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Program ini memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak, sehat, dan aman,” ujar Nunung dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (30/3/2026).
Ia menambahkan, sebagai bank pembangunan daerah, Bank BJB memiliki tanggung jawab untuk mendukung program strategis pemerintah, khususnya di Jawa Barat.
Setelah melalui tahapan seleksi, Bank BJB kembali dipercaya menjadi bank penyalur dana BSPS Tahun Anggaran 2026.
Kepercayaan tersebut didukung pengalaman Bank BJB dalam menyalurkan dana BSPS selama periode 2017 hingga 2022. Dengan pengalaman itu, Bank BJB berkomitmen memastikan penyaluran dana dilakukan secara tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
“Kami berharap, pelaksanaan kerja sama ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang optimal. Bank BJB siap untuk terus berkolaborasi dan berinovasi dalam mendukung berbagai program pembangunan, khususnya di sektor perumahan,” kata Nunung.
Skema penarikan tunai dan pemindahbukuan
Program BSPS direncanakan berlangsung selama empat bulan, mulai April hingga Agustus 2026.
Penyaluran dana dilakukan melalui dua skema, yakni penarikan tunai untuk pembayaran upah tukang dan pemindahbukuan langsung ke toko material untuk pembelian bahan bangunan.
Untuk mendukung penyaluran bantuan, Bank BJB menyediakan produk Tabungan BJB Tandamata Khusus sebagai rekening penerima bantuan.
Produk tersebut menawarkan berbagai kemudahan, seperti bebas setoran awal, bebas biaya administrasi, tanpa saldo mengendap, dan tanpa pendapatan bunga.
Kemudahan tersebut dinilai dapat memberikan akses layanan keuangan yang lebih inklusif bagi masyarakat penerima bantuan, terutama bagi warga yang belum memiliki rekening perbankan.
Jaringan layanan Bank BJB
Pelaksanaan program tersebut juga didukung oleh jaringan layanan Bank BJB yang luas, khususnya di seluruh wilayah Jabar. Kesiapan infrastruktur tersebut dinilai penting untuk memastikan distribusi bantuan dapat menjangkau masyarakat secara lebih cepat dan merata.
Selain mendukung penyaluran bantuan, kerja sama tersebut juga dinilai membuka peluang pengembangan ekosistem bisnis yang lebih luas. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi daerah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Tidak hanya itu, Bank BJB juga berupaya memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan solusi keuangan yang inovatif. Langkah ini sejalan dengan upaya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui peran aktif dalam program BSPS, Bank BJB turut berkontribusi dalam mempercepat peningkatan kualitas hunian masyarakat.
Ke depan, Bank BJB akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari kontribusi nyata Bank BJB dalam mendukung pembangunan sektor properti sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.