KOMPAS.com - Penggunaan mobil listrik untuk perjalanan mudik kian menjadi pilihan menarik. Selain menawarkan pengalaman berkendara yang senyap dan nyaman, kendaraan listrik juga dinilai mampu menekan biaya perjalanan jarak jauh dibandingkan mobil berbahan bakar konvensional.
Dalam pemberitaan Kompas.com pada Kamis (19/3/2026), PLN memproyeksikan jumlah pengguna kendaraan listrik (EV) pada musim mudik tahun ini mencapai lebih dari 23.000 unit atau meningkat sekitar 60 persen ketimbang periode Lebaran sebelumnya.
Tren ini menunjukkan semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik untuk mendukung perjalanan jarak jauh, termasuk perjalanan mudik bersama keluarga.
Hingga saat ini, total penjualan kendaraan listrik di Indonesia telah menembus sekitar 175.000 unit. Sejalan dengan perkembangan tersebut, BYD turut berkontribusi signifikan dengan penjualan hampir 80.000 unit EV sejak tahun 2024 yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Pencapaian ini memperkuat peran BYD sebagai penggerak utama dalam percepatan adopsi EV di Tanah Air.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan, perjalanan mudik merupakan salah satu momen mobilitas terbesar bagi masyarakat Indonesia. Ia melihat perubahan yang sangat menarik dalam cara masyarakat memandang kendaraan listrik.
Menurutnya, semakin banyak keluarga Indonesia yang mulai percaya diri melakukan perjalanan lintas kota dengan EV, bahkan untuk momen penting seperti mudik. Ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik tidak lagi sekadar solusi mobilitas harian, tetapi juga semakin dipercaya untuk perjalanan jarak jauh.
“Melalui berbagai inovasi teknologi dan dukungan ekosistem, BYD bangga dapat berada di garis terdepan dalam mendorong perkembangan kendaraan listrik di Indonesia. Hal ini sekaligus menghadirkan solusi mobilitas yang semakin relevan dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Luther dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (30/3/2026).
Lebih efisien
Dari sisi efisiensi biaya, kendaraan listrik menawarkan potensi penghematan yang kompetitif untuk perjalanan jarak jauh.
BYD mengeklaim, berdasarkan perhitungan internal untuk perjalanan Jakarta–Surabaya dengan jarak tempuh sekitar 800 kilometer, penggunaan kendaraan listrik menunjukkan potensi penghematan biaya hingga lebih dari 40 persen ketimbang kendaraan berbahan bakar gasoline.
Kompas.com berkesempatan menguji langsung ketangguhan mobil listrik BYD M6 dari Jakarta ke Yogyakarta.
Sebagai informasi, BYD M6 yang dipasarkan di Indonesia dibekali baterai berkapasitas 55,4 kWh untuk tipe Standard dengan jarak tempuh 420 km. Sedangkan tipe Superior, dibekali baterai 71,8 kWh dengan jarak tempuh 530 km.
Dalam perjalanan rute Jakarta menuju Yogyakarta yang berjarak sekitar 575 kilometer, BYD M6 mengonsumsi daya 5,7 km per kWh.
Untuk menempuh jarak tersebut, mobil ini membutuhkan energi sekitar 100,8 kWh. Artinya, pengemudi perlu melakukan pengisian daya sekitar dua hingga tiga kali selama perjalanan, tergantung kondisi baterai saat berangkat.
Saat ini, tarif listrik rumah tangga non-subsidi berada di kisaran Rp 1.400 hingga Rp 1.700 per kWh. Sementara untuk pengisian di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dengan fasilitas DC fast charging, seperti milik PLN atau Voltron, tarifnya berada di kisaran Rp 2.466,74 per kWh.
Jika biaya pengisian dibulatkan menjadi Rp 2.500 per kWh, kebutuhan energi sebesar 100,8 kWh membutuhkan biaya sekitar Rp 252.000 untuk perjalanan sekali jalan. Selain biaya listrik, pemudik juga perlu memperhitungkan tarif tol.
Posko Mudik BYD beroperasi pada 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Untuk kendaraan Golongan I, estimasi tarif tol rute Jakarta–Semarang mencapai Rp 451.500. Namun, pada periode mudik Lebaran biasanya terdapat potongan tarif tol dari pemerintah.
Pada periode 15 Maret pukul 00.00 WIB hingga 16 Maret pukul 24.00 WIB, pengguna jalan tol mendapatkan diskon tarif khusus mudik 2026 untuk rute Jakarta–Semarang sebesar Rp 142.050. Dengan demikian, tarif tol kendaraan Golongan I pada periode tersebut menjadi sekitar Rp 309.450.
Selain itu, tarif tol Semarang-Solo sebesar Rp 92.000 dan Yogyakarta-Solo sebesar Rp 42.500. Maka, total estimasi tarif tol Jakarta-Yogyakarta adalah Rp 443.950.
Jika digabungkan dengan biaya listrik, total estimasi biaya perjalanan mudik Jakarta–Yogyakarta menggunakan BYD M6 berada di kisaran Rp 695.950 untuk sekali perjalanan. Perhitungan ini mencakup biaya pengisian listrik dan tarif tol selama perjalanan.
Jamin kenyamanan mudik
Untuk menemani konsumen selama periode mudik Lebaran, BYD menghadirkan Posko Mudik BYD yang ditempatkan di sejumlah rest area di sepanjang jalur tol Trans Jawa
Koridor ini merupakan salah satu jalur utama mobilitas masyarakat setiap musim mudik sekaligus menghubungkan Jakarta dengan berbagai kota besar di Pulau Jawa.
Berdasarkan survei kepuasan pelanggan pada Posko Mudik BYD tahun sebelumnya, mayoritas pengguna menyatakan kepuasan terhadap layanan yang disediakan.
Masukan tersebut juga menjadi dasar bagi BYD untuk memperluas cakupan layanan pada tahun ini. Salah satu masukan tersebut adalah menambah jumlah lokasi posko serta menghadirkan fasilitas pengisian daya kendaraan listrik yang lebih lengkap.
Sebagai informasi, Posko Mudik BYD terdiri dari dua macam, yakni Posko Arus Mudik BYD dan Posko Arus Balik BYD.
Posko Arus Mudik BYD beroperasi pada 13 – 20 Maret 2026 di berbagai lokasi, seperti Rest Area KM 57 – Karawang, Jawa Barat, Rest Area KM 228A – Cirebon, Jawa Barat, Rest Area KM 379A – Batang, Jawa Tengah, dan Rest Area KM 575A – Madiun, Jawa Timur.
Sementara itu, Posko Arus Balik BYD berlangsung pada 21 – 25 Maret 2026 di lokasi Rest Area KM 229B – Cirebon, Jawa Barat, dan Rest Area KM 62B – Karawang, Jawa Barat.
Lokasi KM 57 Karawang menjadi titik posko utama dalam program ini. Area ini secara khusus sudah dimiliki oleh BYD Indonesia dan disiapkan sebagai fasilitas layanan pelanggan dengan komitmen jangka panjang, khususnya dalam memberikan dukungan mobilitas berkelanjutan bagi pengguna EV di jalur Jakarta–Jawa Barat.
Selama berada di posko tersebut, pengguna dapat memanfaatkan berbagai layanan pendukung, seperti pemeriksaan kendaraan ringan, konsultasi teknis dengan tim BYD, serta informasi mengenai jaringan pengisian daya kendaraan listrik yang tersedia di sepanjang jalur perjalanan.
Selain dukungan teknis, Posko Mudik BYD juga dirancang sebagai titik istirahat yang nyaman bagi para pengguna kendaraan listrik selama perjalanan.
Pengunjung dapat memanfaatkan berbagai fasilitas pendukung seperti area tunggu, snack dan minuman ringan, mushola, hingga area bermain anak sehingga pengguna dapat beristirahat dengan lebih nyaman sebelum melanjutkan perjalanan.
Sejumlah posko juga dilengkapi dengan fasilitas pengisian daya kendaraan listrik, termasuk DC fast charging di posko utama serta AC charging di beberapa posko lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna selama berada di lokasi.
Dealer siaga
Selain Posko Mudik, BYD juga menyiapkan jaringan dealer siaga yang tetap beroperasi selama periode libur Lebaran untuk memberikan bantuan tambahan bagi pengguna EV di berbagai wilayah Indonesia.
Sebanyak 21 dealer BYD yang tersebar dari barat hingga timur Indonesia disiapkan sebagai titik layanan darurat yang beroperasi pada 19 – 23 Maret 2026.
Adapun dealer tersebut, yakni BYD Arista BSD City, BYD Arista Sunter, BYD Arista Pontianak, BYD Harmony Sudirman, BYD Arista Puri, BYD HAKA Balikpapan, BYD HAKA Cibubur, BYD Arista Kalimalang, BYD Arista Pontianak, BYD Arista Summarecon Bekasi, BYD Arista Bogor, BYD Arista Lampung, BYD Arista Kenjeran, BYD Bipo Denpasar, BYD Arista Pekanbaru, BYD Arista Soekarno Hatta, BYD Arista Jogja, BYD Arista Palembang, BYD Arista Semarang, BYD Arista Serang, dan BYD Arista Amir Hamzah.
Dealer tersebut beroperasi dengan jam layanan khusus. Sebagian dealer memberikan dukungan layanan selama 8 jam operasional.
Sementara itu, beberapa dealer lainnya tetap beroperasi selama 24 jam guna memberikan dukungan maksimal bagi pengguna yang membutuhkan bantuan teknis selama perjalanan.
Posko Mudik BYD beroperasi pada 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Head of After Sales PT BYD Motor Indonesia Ubaedilah memaparkan bahwa melalui program Journey with Confidence, After Sales BYD menyiapkan berbagai dukungan layanan untuk memastikan pengguna kendaraan BYD tetap mendapatkan pendampingan selama periode mudik Lebaran.
Dukungan ini mencakup layanan general safety check sebelum perjalanan, kehadiran Posko Mudik di jalur utama perjalanan, serta jaringan dealer siaga di berbagai wilayah Indonesia yang tetap beroperasi selama periode libur Lebaran.
“Dengan kesiapan layanan ini, kami berharap, para pengguna kendaraan BYD dapat melakukan perjalanan mudik dengan lebih tenang karena dukungan teknis tetap tersedia apabila dibutuhkan” ujar Ubaedilah
Melalui jaringan ini, pengguna kendaraan BYD dapat memperoleh berbagai layanan darurat yang mencakup general repair, repair & maintenance, serta general check untuk memastikan kendaraan tetap berada dalam kondisi optimal selama perjalanan.
Selain layanan teknis, sejumlah dealer juga menyediakan akses terhadap fasilitas pengisian daya kendaraan listrik di area dealer, termasuk AC charging (free) serta DC charging melalui fasilitas SPKLU yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna apabila membutuhkan pengisian daya selama perjalanan.