Advertorial

Tangkap Potensi Pasar Nasional, Nuon Dorong Perkembangan Ekosistem Digital Lifestyle

Kompas.com - 31/03/2026, 17:06 WIB

KOMPAS.com — PT Nuon Digital Indonesia (Nuon), salah satu operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom, mempertegas perannya dalam mendorong pertumbuhan ekosistem gaya hidup digital nasional melalui agenda Nuon Media Update 2026 yang digelar beberapa waktu lalu.

Di tengah proyeksi pertumbuhan industri hiburan digital, Nuon memosisikan diri sebagai penghubung antara konten, distribusi, dan monetisasi untuk menangkap potensi ekonomi yang dinilai masih belum tergarap optimal di dalam negeri.

Hal itu sejalan dengan laporan e-Conomy SEA 2025 yang memproyeksikan bahwa sektor media online Indonesia mencapai 10–12 miliar dollar AS pada 2026 hingga 2027.

Dengan lebih dari 190 juta konsumen digital dan sekitar 175 juta pemain gim aktif, laporan itu menyebut bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar digital terbesar di kawasan.

Namun, laporan tersebut juga menyoroti bahwa sebagian monetisasi konten digital masih terkonsentrasi di platform global sehingga memicu value leakage yang membatasi optimalisasi nilai tambah domestik.

Chief Executive Officer (CEO) Nuon Aris Sudewo menjelaskan, posisi Nuon berada pada titik krusial rantai nilai digital, terutama di sisi distribusi dan monetisasi. Ia menekankan, kekuatan perusahaan terletak pada penguasaan simpul distribusi digital yang ditopang infrastruktur konektivitas TelkomGroup.

Dengan dukungan infrastruktur konektivitas terbesar di Indonesia, imbuhnya, Nuon berada pada posisi strategis untuk menghubungkan konten, pengguna, dan monetisasi dalam satu ekosistem yang utuh.

“Kami memikul mandat untuk menekan value leakage sekaligus memastikan ekosistem digital nasional tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan. Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar digital terbesar, kita harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (30/3/2026).

Nuon mengembangkan layanan Gaming-on-Demand HELD yang tengah memasuki tahap playtest. dok. TelkomGroup Nuon mengembangkan layanan Gaming-on-Demand HELD yang tengah memasuki tahap playtest.

Aris mengatakan, keunggulan kompetitif Nuon ditopang kemampuan mengintegrasikan penciptaan Intellectual Property (IP), distribusi platform, sistem pembayaran, serta pemanfaatan insight perilaku konsumen dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

Ekosistem digital TelkomGroup yang mencakup lebih dari 158 juta pengguna seluler dan 11 juta broadband households, serta potensi addressable market lain yang mencapai 182 juta pengguna seluler dan lebih dari 4 juta broadband households, digunakan untuk mengoptimalkan konversi, retensi, dan monetisasi secara end-to-end.

Melalui integrasi Direct Carrier Billing (DCB), Nuon juga membuka jalur pembayaran alternatif yang menjangkau segmen unbanked dan underbanked.

Skema itu dinilai mampu memperluas akses konsumen terhadap konten digital premium serta memperbesar potensi konversi dan revenue stream bagi kreator serta mitra konten.

Saat ini, Nuon mengelola distribusi gim dan top-up digital melalui UPOINT.ID, serta penyediaan voucer gim ke berbagai operator dan mitra distribusi nasional.

Di lini musik, Nuon menghadirkan Langit Musik dan Langitku sebagai platform streaming dan agregasi yang didukung layanan musik latar PlayUp untuk memperluas monetisasi musisi lokal.

Nuon juga mengembangkan layanan Gaming-on-Demand HELD yang tengah memasuki tahap playtest, serta layanan ticketing melalui Tiketapasaja.com untuk memperkuat lini live experiences.

Pengembangan IP lokal juga menjadi fokus strategis 2026 perusahaan guna meningkatkan kepemilikan aset kreatif domestik dan daya saing global.

Sinergi antarlini ini ditujukan untuk membentuk ekosistem terintegrasi yang meningkatkan user lifetime value serta memperkuat posisi Nuon dalam rantai nilai digital nasional.

“Dengan struktur bisnis yang terintegrasi dari penciptaan IP hingga monetisasi, Nuon berkembang menjadi strategic digital aset dalam portofolio Telkom Group. Model ini tidak hanya memperluas revenue stream non-konektivitas, tetapi juga memperkuat kendali atas nilai ekonomi digital domestik,” kata Aris

Pada jangka panjang, lanjutnya, integrasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri kreatif nasional sekaligus mendorong kontribusi ekonomi digital terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau