Advertorial

Jawa Timur Terbanyak Lolos SNBP 2026, Gubernur Khofifah: Bukti Kualitas SDM Meningkat

Kompas.com - 01/04/2026, 15:38 WIB

KOMPAS.com — Provinsi Jawa Timur (Jatim) kembali mencatat capaian di bidang pendidikan. Berdasarkan pengumuman resmi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 yang dirilis Selasa (31/3/2026), sebanyak 29.046 siswa asal Jatim dinyatakan diterima di perguruan tinggi negeri (PTN).

Adapun total siswa di Jatim yang mendaftar SNBP 2026 sebanyak 108.122 orang. Hal ini berarti, tingkat penerimaan siswa Jatim pada SNBP 2026 mencapai 27,20 persen.

Dengan capaian tersebut, Jatim kembali menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak diterima PTN melalui jalur SNBP secara nasional dan mempertahankan posisi ini selama tujuh tahun berturut-turut sejak 2019 hingga 2026.

Posisi kedua ditempati Jawa Barat dengan 18.365 siswa diterima dari 130.373 pendaftar. Kemudian, disusul Jawa Tengah dengan 16.326 siswa diterima dari 99.825 pendaftar.

Sumatera Utara berada di posisi keempat dengan 13.136 siswa diterima dari 57.270 pendaftar, sementara Aceh menempati posisi kelima dengan 8.589 siswa diterima dari 20.442 pendaftar.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, capaian tersebut menjadi indikator peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Jatim serta mencerminkan upaya perbaikan mutu pendidikan yang terus dilakukan.

“Alhamdulillah, Jatim terbanyak lolos SNBP 7 tahun berturut-turut. Ini adalah kabar yang sangat membanggakan dan harus disyukuri. Kami dianugerahi anak-anak hebat di Jatim,” katanya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (1/4/2026).

Capaian tersebut, imbuhnya, tidak hanya mencerminkan prestasi siswa, tetapi juga menunjukkan upaya peningkatan kualitas pendidikan yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim berjalan pada jalur yang tepat.

Khofifah menambahkan, konsistensi tersebut juga menunjukkan bahwa daya saing siswa di tingkat nasional kuat.

Ia pun turut mengapresiasi pihak sekolah yang membantu meningkatkan peluang kelulusan SNBP dari tahun ke tahun.

“Pemetaan yang dilakukan sekolah mampu memberikan gambaran peluang, tingkat keketatan program studi, hingga pemeringkatan siswa. Hal ini menjadi kunci peningkatan penerimaan setiap tahun,” ujarnya.

Atas capaian tersebut, Khofifah turut menyampaikan apresiasi kepada siswa, guru, dan orangtua yang dinilai ikut mendukung prestasi anak-anak.

Ia juga berpesan kepada siswa yang telah diterima di PTN agar menjadikan capaian tersebut sebagai awal perjalanan dan tetap membangun karakter yang kuat.

“Terima kasih atas hasil belajar yang tekun para murid dan bimbingan para guru sehingga Jawa Timur kembali menjadi yang tertinggi selama tujuh tahun berturut turut dalam SNBP 2026,” tuturnya.

Terbanyak penerima KIP Kuliah di SNBP 2026

Jatim juga tercatat sebagai provinsi dengan pemegang Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) terbanyak yang diterima lewat jalur SNBP.

Sebanyak 40.213 siswa pemegang KIP dari Jatim mendaftar SNBP dan 8.915 di antaranya dinyatakan diterima.

Setelah Jatim, Sumatera Utara mencatat 6.275 siswa diterima dari 24.030 pendaftar, Jawa Barat 5.572 siswa dari 39.559 pendaftar, Aceh 5.139 siswa dari 11.274 pendaftar, dan Jawa Tengah 4.778 siswa dari 35.089 pendaftar.

Khofifah menilai, capaian itu menjadi kabar baik bagi siswa dari keluarga prasejahtera karena dapat memperkecil kesenjangan akses pendidikan tinggi.

“Ini tentu kabar baik bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera karena dapat mengecilkan gap yang ada dalam akses pendidikan tinggi. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada anak di Jawa Timur yang putus sekolah karena alasan ekonomi. Program KIP-K adalah salah satu instrumen penting untuk itu,” tegasnya.

Ia menambahkan, program KIP-K juga membuka peluang lebih luas bagi siswa kurang mampu yang memiliki talenta dan prestasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

Khofifah berharap, capaian dalam program KIP-K dapat mendorong pemerataan pembangunan SDM di Jatim, termasuk bagi siswa dari daerah pesisir dan pelosok.

Kepada siswa yang belum lolos SNBP, Khofifah meminta untuk tidak berkecil hati karena masih ada jalur lain, yaitu Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan jalur mandiri.

 “Kalian adalah masa depan Jatim yang akan mewarisi tongkat estafet kepemimpinan ini. Teruslah berjuang. Insyaallah, kami akan terus mendampingi dan memberikan yang terbaik bagi putra-putri terbaik Jawa Timur,” ucapnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau