KOMPAS.com – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memperkuat pengembangan ekosistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di kawasan Indonesia timur dengan mengoptimalkan peran AI Center Makassar sebagai pusat inovasi dan pengembangan talenta digital.
Upaya tersebut merupakan upaya perseroan dalam mendorong kelahiran solusi berbasis AI yang aplikatif serta mendukung percepatan transformasi digital nasional yang merata.
Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi pun telah melakukan agenda kunjungan ke pusat inovasi tersebut. Pada kunjungan itu, ia meninjau langsung fasilitas serta berbagai inovasi yang dikembangkan oleh talenta digital lokal melalui sesi pameran dan pemaparan proyek.
Kegiatan itu sekaligus menjadi wujud komitmen perusahaan dalam memberikan ruang eksplorasi bagi inovator lokal untuk mengembangkan kapabilitas serta memperluas pengetahuan teknologi AI.
Dalam sambutannya, Faizal menegaskan bahwa AI adalah teknologi strategis yang harus membawa dampak nyata bagi layanan publik dan industri. Ia menilai, inovasi hebat membutuhkan kolaborasi erat antara perusahaan teknologi, komunitas pengembang, serta institusi pendidikan guna mempercepat adopsi dan menghasilkan ekosistem yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.
“Pemanfaatan AI bukan hanya soal teknologi, melainkan bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan solusi nyata terhadap berbagai permasalahan yang ada di masyarakat dan industri,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (1/4/2026).
Melalui implementasi pilar AI Connect dalam inisiatif strategis Telkom AI Center of Excellence (AI CoE), AI Center Makassar menjadi bagian dari penguatan ekosistem digital. Pilar ini pun terintegrasi dengan AI Campus, AI Playground, AI Hub, serta AI Native untuk membangun ekosistem AI yang komprehensif, mulai dari kolaborasi riset, pengembangan talenta, hingga implementasi solusi di berbagai sektor.
Selain penguatan ekosistem AI, fasilitas tersebut juga menghadirkan ruang kolaborasi yang inklusif bagi talenta digital lokal untuk berjejaring, mengembangkan kapabilitas, serta menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi (ketiga dari kanan) meninjau langsung fasilitas serta berbagai inovasi yang dikembangkan oleh talenta digital lokal di AI Center Makassar. Beberapa solusi yang direpresentasikan di antaranya adalah pemanfaatan machine learning untuk klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), model pengelompokan sekolah berbasis unsupervisedlearning untuk rekomendasi bantuan operasional pendidikan, serta penggunaan deep learning dalam analisis citra endoskopi guna mendukung identifikasi penyakit lambung.
Ketiga inovasi tersebut menunjukkan potensi pemanfaatan data dan teknologi AI dalam mendukung pengambilan keputusan strategis serta peningkatan kualitas layanan di berbagai sektor.
Apresiasi pun turut disampaikan oleh Faizal terhadap kapabilitas talenta digital lokal. Menurutnya, talenta digital Indonesia memiliki potensi besar dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya bersifat eksperimental, tetapi juga siap diimplementasikan secara praktis.
Penguatan kolaborasi lintas ekosistem, jelasnya, juga menjadi kunci agar berbagai inovasi tersebut dapat berkembang lebih jauh di skala nasional serta memberikan nilai tambah yang berkelanjutan.
“Talenta digital Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk menghadirkan solusi berbasis AI yang relevan dan aplikatif. Dengan kolaborasi yang tepat, inovasi yang dikembangkan dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan efisiensi dan kualitas layanan di berbagai sektor,” tambahnya.
Sebagai wadah kolaborasi untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan inovasi berbasis AI, Telkom juga mengadakan diskusi interaktif bersama talenta digital dan komunitas teknologi di Makassar guna membahas peluang serta tantangan implementasi AI di lapangan.
Dengan demikian, rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan optimisme bahwa AI Center Makassar mampu berkembang sebagai simpul kolaborasi unggulan di kawasan timur Indonesia, melahirkan talenta digital yang tangguh dan adaptif, serta inovasi berbasis AI yang memberikan dampak nyata bagi percepatan transformasi digital nasional.