Advertorial

Meramu Keselamatan Berkendara ala BYD, Strategi Berlapis dari Sensor hingga Blade Battery

Kompas.com - 02/04/2026, 12:38 WIB

KOMPAS.com – Di tengah derasnya penetrasi sport utility vehicle (SUV) listrik yang masuk ke pasar Indonesia, faktor keselamatan kini tak lagi diposisikan sebagai pelengkap.

Konsumen semakin kritis. Mereka tak hanya mempertimbangkan desain, jarak tempuh, atau fitur hiburan, tetapi juga cara kendaraan melindungi penumpang dalam berbagai situasi jalan yang dinamis.

Perubahan kebutuhan konsumen tak lepas dari karakter kendaraan listrik itu sendiri. Respons tenaga yang instan serta integrasi sistem elektronik yang semakin kompleks membuat pendekatan keselamatan tidak bisa lagi disamakan dengan mobil bermesin bakar.

Jika dulu identik dengan airbag dan sabuk pengaman, aspek keselamatan berkendara kini harus dibangun sejak tahap arsitektur dasar kendaraan.

Menjawab kebutuhan tersebut, BYD Sealion 7 pun hadir. Tak hanya mengusung desain sporty dan performa responsif, mobil listrik ini juga menyusun sistem perlindungan yang bekerja secara berlapis, mulai dari pencegahan, pengendalian, hingga proteksi struktural ketika risiko tak bisa dihindari.

Asisten digital ADAS dan pengendalian tenaga instan

Lapisan pertama keselamatan Sealion 7 hadir melalui Advanced Driver Assistance Systems (ADAS). Sistem ini bekerja sebagai “asisten digital” yang terus membaca situasi sekitar kendaraan. Kamera dan sensor memantau jarak, posisi kendaraan lain, serta potensi bahaya di area blind spot.

Fitur Forward Collision Warning dan Automatic Emergency Braking pada sistem tersebut membantu pengendara mengurangi risiko tabrakan depan risiko tabrakan depan.

Sementara itu, Adaptive Cruise Control menjaga jarak aman saat melaju di jalan tol. Kemudian, Lane Keeping Assist membantu kendaraan tetap berada di jalurnya. Ada pula Blind Spot Detection yang akan memberi peringatan saat berpindah jalur.

Pengendara juga bisa memanfaatkan fitur Rear Cross Traffic Alert yang membantu pengemudi dengan memberikan peringatan saat kendaraan mundur dari parkir, terutama ketika ada kendaraan lain di belakang yang tidak terlihat.

Berbagai fitur dihadirkan BYD untuk memastikan keamanan pengguna.Dok. BYD Berbagai fitur dihadirkan BYD untuk memastikan keamanan pengguna.

Di jalanan Indonesia yang padat dengan sepeda motor bermanuver cepat dan kondisi cuaca yang kerap berubah, sistem itu menjadi garis pertahanan pertama.

Namun, mencegah saja tidak cukup. Ketika pedal akselerator diinjak dan tenaga tersalurkan secara instan, stabilitas kendaraan pun menjadi ujian berikutnya.

Karakter motor listrik yang mampu mengeluarkan torsi penuh dalam sekejap merupakan keunggulan sekaligus tantangan bagi kendaraan listrik. Tanpa kontrol yang presisi, lonjakan tenaga bisa memicu selip, terutama di jalan licin.

Untuk menjembatani potensi tersebut, Sealion 7 dibekali Intelligence Torque Adaptation Control (iTAC). Sistem ini mengatur distribusi torsi secara real-time sehingga dapat menyesuaikan tenaga yang disalurkan ke roda agar tetap optimal.

Ketika terdeteksi gejala kehilangan traksi, sistem segera merespons sebelum pengemudi menyadarinya.

Seluruh sistem tersebut berdiri di atas e-Platform 3.0, arsitektur yang sejak awal dikembangkan BYD khusus untuk kendaraan listrik. Rancangan ini bukan sekadar soal efisiensi ruang atau jarak tempuh, melainkan tentang bagaimana keselamatan diintegrasikan sejak struktur dasar.

Sebagai kendaraan berkonsep EV-native, baterai terintegrasi dalam struktur lantai. Penempatan ini menghasilkan distribusi bobot yang seimbang dan pusat gravitasi yang lebih rendah sehingga kendaraan lebih stabil saat bermanuver ataupun melaju dalam kecepatan tinggi.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa keselamatan pada kendaraan listrik tidak berdiri sendiri-sendiri. Keselamatan tumbuh dari fondasi yang memang disiapkan untuk karakter listrik sejak awal, bukan adaptasi dari platform mesin bakar.

Perlindungan pada jantung energi dan suspensi optimal

Isu keselamatan kendaraan listrik kerap dikaitkan dengan baterai. Untuk itu, Sealion 7 menggunakan Blade Battery berbasis Lithium Iron Phosphate (LFP) yang dikenal memiliki stabilitas termal tinggi.

Dalam konteks keselamatan, stabilitas itu berperan penting dalam meminimalkan risiko thermal runaway. Artinya, baterai dirancang tidak hanya untuk performa dan daya tahan, tetapi juga untuk mengurangi potensi risiko dalam kondisi ekstrem.

Blade Battery juga telah melewati berbagai pengujian keamanan ketat, termasuk nail penetration test yang dikenal sebagai salah satu uji paling ekstrem untuk baterai.

Dalam pengujian itu, baterai tidak menghasilkan asap ataupun api, dengan suhu permukaan hanya berkisar antara 30 hingga 60 derajat Celsius. Selain itu, baterai ini mampu bertahan dalam kondisi ekstrem lain, seperti ditekuk, dipanaskan hingga 300 derajat Celsius, serta menerima tekanan hingga 260 persen dari beratnya tanpa memicu kebakaran atau ledakan.

Hal tersebut menegaskan bahwa Blade Battery menawarkan standar keamanan tinggi dalam pengembangan kendaraan listrik.

berbagai fitur keselamatan BYD ibarat asisten digital yang terus membaca situasi sekitar kendaraan.Dok. BYD berbagai fitur keselamatan BYD ibarat asisten digital yang terus membaca situasi sekitar kendaraan.

Pendekatan itu kemudian diperkuat oleh teknologi Cell-to-Body (CTB). Baterai tidak sekadar dipasang di lantai, tetapi menjadi bagian struktural dari bodi kendaraan. Integrasi ini meningkatkan kekakuan torsional sekaligus memperkuat struktur ketika terjadi benturan.

Dengan kata lain, jantung energi kendaraan bukan hanya sumber daya, melainkan juga elemen proteksi tambahan.

Tak dapat dimungkiri bahwa keselamatan aktif sering kali identik dengan sensor dan sistem elektronik. Padahal, efektivitasnya juga bergantung pada kualitas komponen mekanis.

Konfigurasi suspensi depan double wishbone dan belakang multi-link membantu menjaga kontak ban dengan permukaan jalan tetap optimal. Body roll dapat ditekan, grip lebih konsisten, dan kontrol kendaraan meningkat saat menikung atau berpindah jalur.

Kombinasi tersebut membuat sistem elektronik, seperti iTAC, bekerja lebih efektif, karena roda tetap mempertahankan traksi yang stabil.

Keselamatan sebagai sistem terintegrasi

Sealion 7 membangun keselamatan dalam tiga tahap yang saling terhubung. Pertama, pencegahan lewat ADAS. Kedua, pengendalian lewat iTAC dan fondasi sasis yang kuat. Ketiga, perlindungan lewat struktur e-Platform 3.0, Blade Battery, serta teknologi CTB.

Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa keselamatan kendaraan listrik modern bukan lagi sekadar daftar fitur yang dipajang di brosur.

Kendaraan listrik adalah ekosistem yang dirancang sejak awal. Setiap lapisan saling melengkapi sehingga membentuk perlindungan yang bekerja bahkan sebelum pengemudi menyadarinya.

Di tengah persaingan SUV listrik yang kian padat, diferensiasi memang kerap berbicara soal jarak tempuh, akselerasi, atau desain futuristis.

Namun, pada akhirnya, rasa aman di balik kemudi menjadi nilai yang paling menentukan. Sebab, teknologi secanggih apa pun pada akhirnya harus bermuara pada satu hal, yakni memastikan setiap perjalanan dimulai dan diakhiri dengan selamat.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau