Advertorial

Rampungkan Target Imunisasi, Dinkes Jabar Bergerak Cepat Lindungi Anak dari Wabah Campak

Kompas.com - 02/04/2026, 14:00 WIB

KOMPAS.com - Dinas Kesehatan (DInkes) Jawa Barat (Jabar) mendorong petugas kesehatan yang berada di daerah dengan peningkatan kasus campak untuk melaksanakan outbreak response immunization.

ORI sendiri merupakan imunisasi campak untuk anak usia 9 hingga 59 bulan tanpa melihat status imunisasi sebelumnya sebagai upaya mengatasi campak.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Vini Adiani Dewi mengatakan bahwa hingga 19 Maret 2026, terdapat dua wilayah yang akan melaksanakan ORI pada April 2026, yakni Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut. Pelaksanaan ORI dilakukan dengan mempertimbangkan peningkatan kasus campak di wilayah itu.

Sebelumnya, ORI juga sudah dilaksanakan di Kabupaten Garut pada Februari 2026, yakni di Puskesmas Cimaragas, Bagendit, dan Cibiuk.

Selain ORI, Dinas Kesehatan juga melaksanakan catch up campaign (CUC) atau imunisasi campak rubella untuk mengatasi campak di Bogor, Depok, Bandung, Bekasi, Cirebon, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Subang.

Imunisasi tersebut diberikan pada anak usia 9 hingga 59 bulan yang belum mendapatkan imunisasi campak rubella lengkap. Sampai saat ini, pelaksanaan CUC masih berlangsung untuk mencapai 100 persen.

“Ketersediaan vaksin campak rubella (MR) cukup untuk pelaksanaan ORI dan CUC. Apabila terjadi kekurangan vaksin, puskesmas dapat meminta ke Dinkes Jabar," ucap Vini dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (2/4/2026).

Saat ini, puskesmas tinggal menunggu distribusi alat suntik auto disable syringe (ADS) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk pelaksanaan ORI. Kemenkes telah memeriksa alat tersebut dan siap didistribusikan ke provinsi.

Vini berpesan agar puskesmas, rumah sakit, dan fasilitas kesehatan lainnya melaporkan kasus suspek campak dalam waktu 24 jam ke dinkes di kabupaten/kota masing-masing.

Apabila menemukan suspek campak, unit kesehatan perlu melakukan langkah-langkah tertentu kepada pasien, seperti isolasi minimal tujuh hari setelah ada bercak merah, memberi vitamin A dengan dosis sesuai usia, memberi asupan makanan tinggi protein dan kalori. Selain itu, perilaku hidup bersih dan sehat perlu juga perlu diterapkan. 

Selain itu, Vini juga berpesan kepada masyarakat agar status imunisasinya wajib dicek. Menurutnya, tidak ada kata terlambat apabila imunisasi belum lengkap.

“Segera lengkapi imunisasi ke posyandu, puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya. Imunisasi campak diberikan tiga kali yaitu pada usia 9 bulan, usia 18 bulan, dan kelas 1 sekolah dasar (SD) atau sederajat,” tuturnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau