KOMPAS.com — Libur Lebaran 2026 telah usai dan mobilitas masyarakat kembali normal. Seiring intensitas tinggi perjalanan selama periode mudik, PT Bridgestone Tire Indonesia (Bridgestone Indonesia) mengimbau pengguna kendaraan pribadi untuk melakukan pengecekan kondisi kendaraan, khususnya ban.
Hal tersebut perlu dilakukan sebagai langkah menjaga kenyamanan dan keselamatan berkendara pasca-Lebaran.
Presiden Direktur Bridgestone Indonesia Mukiat Sutikno menjelaskan, perjalanan jarak jauh saat mudik membuat ban bekerja lebih berat ketimbang kondisi normal.
Selama perjalanan mudik, ban menghadapi sejumlah kondisi ekstrem, antara lain jarak tempuh panjang, durasi berkendara lama dengan paparan panas jalan, beban kendaraan berlebih, serta kondisi jalan yang beragam, mulai dari mulus, berlubang, bergelombang, hingga berkelok.
Kombinasi tersebut, lanjutnya, dapat menurunkan performa ban dan memengaruhi kenyamanan berkendara, seperti kemunculan getaran, suara bising, hingga menurunnya kemampuan pengereman.
“Perjalanan jarak jauh saat mudik membuat ban bekerja jauh lebih berat dari kondisi normal. Pengecekan ban setelah mudik adalah langkah preventif yang sangat penting untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan performa kendaraan tetap optimal,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (3/4/2026).
Mukiat menambahkan, Bridgestone Indonesia siap mendukung pengguna kendaraan pribadi untuk melakukan pengecekan ban dan kendaraan melalui lebih dari 400 jaringan ritel Toko Model (TOMO) yang tersebar di seluruh Indonesia.
Ceklis pengecekan ban pascamudik
Kerusakan ban kerap tidak langsung terlihat, tetapi berpotensi membahayakan jika tidak ditangani sejak awal. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat pengecekan ban pascamudik.
Kekurangan tekanan angin dapat menyebabkan dinding samping melentur berlebihan, menghasilkan panas ekstrem, serta meningkatkan risiko pelepasan tapak ban hingga pecah ban.
Maka dari itu, tekanan angin ban, termasuk ban serep, perlu disesuaikan kembali dengan rekomendasi pabrikan kendaraan yang tertera pada pilar pintu.
Kerusakan fisik tersebut menandakan perubahan struktur ban dan memerlukan penanganan segera, termasuk penggantian ban demi keselamatan berkendara.
Bridgestone Indonesia juga menyarankan pengguna kendaraan untuk melakukan spooring dan balancing setelah mudik guna mengembalikan stabilitas kemudi, meningkatkan kenyamanan, dan memperpanjang usia pakai ban.
Melakukan rotasi ban juga disarankan untuk menyeimbangkan keausan antarban. Pasalnya, ban yang sudah aus lebih rentan tertusuk dan berisiko mengalami hydroplaning di jalan licin.
Pengecekan ban setelah mudik merupakan langkah mitigasi penting untuk mencegah kerusakan ban yang lebih parah, menghindari risiko pecah ban, menjaga kondisi ban tetap optimal untuk aktivitas harian, serta memperpanjang umur pakai ban.