Advertorial

Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr by BNI Tidak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk

Kompas.com - 03/04/2026, 21:22 WIB

KOMPAS.com — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkuat perlindungan nasabah dari risiko penipuan dengan menghadirkan fitur keamanan terbaru pada aplikasi wondr by BNI.

Melalui fitur itu, aplikasi tidak dapat diakses ketika ponsel pengguna sedang menerima panggilan masuk.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, inovasi tersebut merupakan langkah pencegahan untuk mengantisipasi modus penipuan yang memanfaatkan komunikasi melalui telepon.

“Fitur ini kami hadirkan sebagai langkah pencegahan untuk melindungi nasabah dari berbagai modus penipuan yang memanfaatkan komunikasi telepon,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (3/4/2026).

Okki menjelaskan, ketika ponsel menerima panggilan masuk, aplikasi wondr by BNI secara otomatis akan terkunci dan menampilkan notifikasi “Selesaikan Panggilan Kamu Dulu”.

Dengan begitu, nasabah tidak dapat melakukan transaksi selama panggilan berlangsung.

Menurut Okki, fitur tersebut dirancang untuk mengurangi risiko penipuan yang kerap terjadi ketika pelaku meminta korban tetap berada dalam sambungan telepon sambil diarahkan melakukan transaksi atau membagikan data sensitif.

Dalam praktiknya, pelaku penipuan biasanya meminta informasi rahasia, seperti kode one-time password (OTP), PIN, password, hingga data pribadi lain yang dapat digunakan untuk mengakses rekening nasabah.

“Dengan fitur terbaru ini, wondr dapat membantu nasabah menjaga data pribadi. Kami juga mengimbau nasabah untuk tidak memberikan informasi rahasia kepada pihak mana pun, termasuk yang mengatasnamakan BNI,” tegas Okki.

Okki menambahkan, penguatan sistem keamanan menjadi bagian penting dalam transformasi digital perbankan. Terlebih, aktivitas transaksi digital masyarakat kian meningkat.

Melalui inovasi itu, BNI menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan perbankan digital yang aman, nyaman, dan mudah digunakan, serta meningkatkan kewaspadaan nasabah terhadap berbagai potensi kejahatan siber.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau