KOMPAS.com - PT Krom Bank Indonesia Tbk (Krom Bank) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 atau periode tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.
Krom Bank memperkuat posisi sebagai bank digital tepercaya di Indonesia yang berhasil membukukan aset sebesar Rp 12,21 triliun secara tahunan (year-on-year/yoy).
Angka tersebut naik signifikan 84 persen atau hampir dua kali lipat jika dibandingkan 2024 sebesar Rp 6,65 triliun yang didorong oleh pertumbuhan penyaluran kredit bank.
Hal itu mencerminkan keberhasilan penerapan strategi perusahaan dalam memperluas layanan keuangan digital yang inovatif, aman, dan mudah diakses oleh masyarakat luas.
Presiden Direktur Krom Bank Anton Hermawan mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam berinovasi dan memahami kebutuhan nasabah.
“Kami bersyukur atas kinerja positif yang berhasil diraih sepanjang 2025. Ini menjadi bukti bahwa transformasi digital di sektor perbankan terus mendapatkan respons yang baik dari masyarakat,” ujar Anton dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (6/4/2026).
Sejalan dengan kinerja tersebut, liabilitas bank juga tumbuh positif hampir dua kali lipat. Pertumbuhan ini berasal dari peningkatan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai Rp 8,39 triliun yoy atau tumbuh 165 persen jika dibandingkan periode sama 2024 sebesar Rp 3,15 triliun.
Capaian itu didorong oleh peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan digital serta komitmen Krom Bank dalam menghadirkan pengalaman pengguna yang unggul dan cepat.
Di samping itu, Krom Bank masih mencatatkan pertumbuhan positif pada sejumlah indikator utama, di antaranya perolehan pendapatan bunga bersih (audited) meningkat 92 persen yoy menjadi Rp 1,85 triliun pada 2025 dari Rp 965 miliar pada 2024.
Perolehan pendapatan bunga bersih disokong pertumbuhan penyaluran kredit yang signifikan, yakni mencapai Rp 8,63 triliun atau tumbuh 103 persen jika dibandingkan periode sama 2024 sebesar Rp 4,24 triliun.
“Melalui produk unggulan kami, yaitu Tabungan, Krom Max, dan Krom Flex, kami menawarkan alternatif investasi yang lebih stabil dan terjangkau,” kata Anton.
Dengan skema return tetap dan kompetitif, lanjut Anton, instrumen tersebut memberikan kepastian imbal hasil dan menjadi pilihan rasional bagi masyarakat.
“(Terutama), bagi masyarakat yang ingin mengelola aset dengan risiko yang lebih terkendali di fase ekonomi seperti saat ini,” imbuh Anton.
Peningkatan laba bersih
Pada periode yang berakhir 31 Desember 2025, laba bersih perusahaan juga mengalami kenaikan sebesar Rp 143 miliar yoy atau tumbuh 16 persen dibandingkan 2024 sebesar Rp124 miliar.
Pertumbuhan laba didorong oleh penyaluran Kredit yang tumbuh impresif serta efektivitas strategi channelling kredit bersama mitra. Seperti diketahui, Krom Bank senantiasa konsisten mencatatkan laba positif sejak pertama diakuisisi pada 2022.
Selain itu, Krom Bank juga memperkuat infrastruktur teknologi serta meningkatkan sistem keamanan guna memastikan kenyamanan dan perlindungan maksimal bagi seluruh nasabah.
Krom Bank menerapkan dan telah memiliki sertifikat ISO/IEC 27001 yang merupakan standar internasional untuk Information Security Management System dan sertifikat ISO/IEC 27701.
Sertifikasi tersebut merupakan standar internasional untuk Privacy Information Management System yang berfokus pada pengelolaan data pribadi dalam operasional bank, termasuk keamanan data nasabah.
Berbagai fitur baru yang diluncurkan sepanjang tahun turut memberikan nilai tambah, di antaranya kemudahan transaksi, pengelolaan keuangan yang lebih praktis, serta layanan yang semakin personal.
Dari sisi inklusi keuangan, Krom Bank berperan aktif dalam menjangkau segmen masyarakat yang sebelumnya belum terlayani secara optimal oleh layanan perbankan konvensional.
Dengan pendekatan digital-first, Krom Bank mampu menghadirkan solusi keuangan yang lebih inklusif dan efisien.
Krom Bank optimistis, dapat mempertahankan tren pertumbuhan yang positif pada tahun buku 2026.
“Kami berkomitmen menghadirkan inovasi berkelanjutan, memperluas ekosistem digital, serta memperkuat kolaborasi strategis dengan berbagai mitra,” ujar Anton.