KOMPAS.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mempercepat penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) sebagai bagian dari implementasi Asta Cita dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Hingga akhir Februari 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 31,42 triliun atau setara 17,46 persen dari total alokasi BRI tahun 2026 sebesar Rp 180 triliun yang ditetapkan pemerintah. Penyaluran tersebut telah menjangkau 643.000 debitur usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.
Tidak hanya dari sisi volume penyaluran, BRI juga memastikan KUR disalurkan secara produktif ke sektor-sektor strategis yang berperan dalam memperkuat sektor riil.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, BRI secara konsisten mengambil peran dalam mendukung agenda prioritas pemerintah. Utamanya, dalam mendorong penguatan sektor UMKM yang berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional.
“BRI akan terus berjalan beriringan dengan UMKM sebagai fondasi utama perekonomian nasional. Oleh karena itu, penyaluran KUR tidak hanya difokuskan pada pembiayaan semata, tetapi juga diiringi dengan pendampingan dan pemberdayaan yang berkelanjutan,” ujar Hery dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (8/4/2026).
Dengan demikian, lanjut Hery, pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas serta memperluas skala bisnis.
“Pada akhirnya, (kami ingin) memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” akata Hery.
Berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran KUR BRI didominasi oleh sektor produksi, meliputi pertanian, perikanan, industri pengolahan, serta jasa lainnya dengan porsi mencapai 64,13 persen dari total penyaluran.
Adapun, di antara sektor tersebut, pertanian menjadi kontributor terbesar dengan nilai pembiayaan mencapai Rp 13,25 triliun atau setara 42,18 persen dari total KUR yang telah disalurkan BRI, mencerminkan dukungan perseroan terhadap ketahanan pangan.
Komitmen tersebut tecermin dari capaian debitur KUR BRI yang berhasil naik kelas sebanyak 213 ribu debitur KUR atau setara 22,23 persen dari total sasaran 2026 sebesar 962.000 debitur.
Penyaluran secara prudent
Lebih lanjut, Hery menuturkan, sebagai bank penyalur KUR terbesar di Indonesia, BRI memastikan pemberian KUR dilakukan secara prudent, transparan, dan akuntabel, sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta dapat dipertanggungjawabkan.
Hal itu dikarenakan KUR merupakan kredit yang 100 persen bersumber dari dana bank, atau menggunakan dana perbankan yang berasal dari penghimpunan dana masyarakat, sehingga kualitas kreditnya harus terjaga dengan baik.
Untuk diketahui, penyaluran KUR BRI terhadap sebaran rumah tangga juga secara konsisten meningkat dari tahun ke tahun.
Hingga Februari 2026, sekitar 19 dari setiap 100 rumah tangga tercatat telah mengakses fasilitas KUR BRI.
Capaian tersebut meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya, di mana pada 2025 jangkauan KUR BRI tercatat sebesar 18 rumah tangga per 100 rumah tangga. Adapun pada 2024 sebesar 17 rumah tangga per 100 rumah tangga.