Advertorial

Bridgestone Indonesia Raih Proper Emas dari Kementerian LH

Kompas.com - 09/04/2026, 20:48 WIB

KOMPAS.com - PT Bridgestone Tire Indonesia (Bridgestone Indonesia) meraih Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) peringkat “Emas” untuk Karawang Plant (KP) dan Proper peringkat “Hijau” untuk Bekasi Plant (BP).

Penghargaan tersebut diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (LH) kepada Bridgestone Indonesia di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Ini merupakan kali pertama Bridgestone Indonesia meraih Proper Emas.

Predikat itu juga menjadi bukti bawah perusahaan memenuhi tingkat kepatuhan dan ketaatan terhadap kinerja lingkungan serta kontribusi nyata kepada masyarakat.

Pencapaian Proper Emas sekaligus mencatat sejarah sebagai produsen ban satu-satunya di Indonesia yang meraih penghargaan ini pada 2025. Capaian ini sejalan dan menjadi kontribusi nyata Bridgestone E8 Commitment sebagai pilar keberlanjutan perusahaan.

“Kami mengapresiasi penghargaan dari pemerintah melalui Kementerian LH atas aksi nyata dalam program keberlanjutan serta pengelolaan lingkungan pada 2025," ujar Presiden Direktur Bridgestone Indonesia Mukiat Sutikno dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (9/4/2026).

Mukiat menambahkan, penghargaan tersebut merupakan pencapaian yang sangat spesial bagi perjalanan panjang perusahaan di Tanah Air.

"Proper Emas ini menjadi kado paling indah karena bertepatan dengan ulang tahun emas atau 50 tahun Bridgestone hadir di Indonesia," kata Mukiat.

Pihaknya menegaskan bahwa apresiasi tersebut menjadi motivasi untuk terus menjaga kualitas pengelolaan lingkungan operasional perusahaan.

"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pengelolaan lingkungan yang lebih baik di masa depan,” ujar Mukiat Sutikno.

Dalam upaya pelestarian lingkungan di area pabrik, Bridgestone Karawang mengimplementasikan inovasi Centralized Maintenance Energy Monitoring System (CMEMS) berbasis SCADA IoT.Dok. Bridgestone Indonesia Dalam upaya pelestarian lingkungan di area pabrik, Bridgestone Karawang mengimplementasikan inovasi Centralized Maintenance Energy Monitoring System (CMEMS) berbasis SCADA IoT.

Lampaui ketaatan administratif

Sementara itu, Kementerian LH menilai Bridgestone Indonesia secara konsisten mengelola dampak lingkungan dengan cara yang efektif dan efisien.

Hal itu terlihat dari cara perusahaan mengelola sisa hasil produksi dengan benar, meminimalkan polusi, menggunakan energi terbarukan, serta melakukan upaya konservasi yang jelas.

Dari sisi kriteria penilaian ketaatan, raihan predikat Proper Emas tahun 2025 untuk KP dan Proper peringkat Hijau untuk BP adalah beyond compliance.

Bridgestone Indonesia KP telah meraih Proper peringkat Hijau dua tahun berturut turut yakni 2023 dan 2024 sehingga 2025 menjadi kandidat dan meraih Proper peringkat Emas.

Sementara, untuk Bridgestone Indonesia BP, Proper peringkat Hijau tahun ini adalah untuk kedua kalinya bagi mereka.

Pada periode 2024-2025, sebanyak 5.476 perusahaan dari berbagai sektor telah mengikuti penilaian Proper, meningkat 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan itu menunjukkan semakin kuatnya kesadaran dunia usaha untuk mempertanggungjawabkan kinerja lingkungan secara terbuka sekaligus memperkuat akuntabilitas publik.

Menteri LH/Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan, Proper kini berkembang melampaui fungsi awal sebagai instrumen kepatuhan.

“Proper bukan lagi sekadar alat evaluasi administratif. Proper adalah motor transformasi yang mendorong perusahaan tidak hanya taat, tetapi juga melampaui ketaatan melalui inovasi, efisiensi sumber daya, dan kontribusi nyata kepada masyarakat,” ujar Hanif.

Ia menambahkan, hasil penilaian Proper menunjukkan adanya kemajuan, meskipun tantangan yang dihadapi saat ini masih besar.

Sebanyak 282 perusahaan berhasil mencapai kategori lebih dari ketaatan (beyond compliance), terdiri dari 39 perusahaan berperingkat Emas dan 243 perusahaan berperingkat Hijau.

Inovasi teknologi CMEMS

Dalam upaya pelestarian lingkungan di area pabrik, Bridgestone Karawang mengimplementasikan inovasi Centralized Maintenance Energy Monitoring System (CMEMS) berbasis SCADA IoT.

Berdasarkan analisis Life Cycle Assessment (LCA), sistem tersebut secara presisi mengendalikan operasional pada unit Mixing yang menjadi penyumbang emisi terbesar (hotspot).

Implementasi CMEMS sukses menurunkan konsumsi energi dari 6,20 GWh per tahun menjadi 4,90 GWh per tahun dalam proses produksinya.

Selain itu, inovasi ini juga memangkas emisi Gas Rumah Kaca (GRK) hingga 475,92 ton CO2e per tahun, tanpa memindahkan dampak lingkungan ke proses kerja lainnya (no impact shifting).

Di luar area operasional, Bridgestone Indonesia KP menggagas program unggulan Reforestation, Innovation and Sanggabuana Empowerment (RISE).

Sesuai peta jalan keberlanjutan pada 2025, program RISE difokuskan pada perluasan skala konservasi Hutan Sanggabuana di provinsi Jawa Barat.

Perusahaan melakukan restorasi ekosistem dengan menciptakan koridor pakan bagi primata langka, yakni Owa Jawa.

Untuk memastikan efektivitas penanaman, program tersebut dilengkapi dengan teknologi Biotagging (Kode QR) dan Avenza Map guna memantau pertumbuhan pohon secara real-time.

Program RISE tidak hanya berdampak pada kelestarian alam, tetapi juga membawa transformasi ekonomi dan sosial bagi warga sekitar.

Sepanjang pelaksanaan, program tersebut telah membawa manfaat bagi 1.159 orang di kawasan tersebut. Salah satu capaian terbesar adalah keberhasilan mentransformasi mantan pemburu liar menjadi Sanggabuana Wildlife Ranger yang bertugas menjaga kelestarian hutan.

Secara ekonomi, masyarakat Desa Cinta Laksana binaan Bridgestone Indonesia berhasil mencatatkan transaksi hingga Rp 58 juta melalui pemanfaatan hasil hutan non-kayu.

Pemanfaatan tersebut mencakup berbagai jenis produk lokal, seperti produk olahan terubuk dan gula aren.

Edukasi keselamatan jalan

Sementara itu, Bridgestone Indonesia melalui pabrik Bekasi juga aktif pada aspek tanggung jawab sosial kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut fokus mendukung program pemerintah dalam menurunkan angka kecelakaan dengan memberikan edukasi pentingnya keselamatan di jalan raya kepada pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Tahun lalu, Bridgestone Indonesia menggelar Road Safety School Program (RSSP) 2024 di SMPN 2 Bekasi. Kegiatan ini digelar dalam rangka mendukung program keselamatan berlalu lintas sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya perilaku pengguna jalan yang baik.

Melalui program tersebut, Bridgestone Indonesia turut memberikan pemahaman terhadap makna rambu-rambu lalu lintas kepada pelajar sejak usia dini. Edukasi ini juga mencakup pengenalan infrastruktur pendukung keselamatan jalan lainnya bagi para siswa.

Aturan dan kriteria PROPER

Lebih lanjut, Proper merupakan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Proper mencakup empat kegiatan utama, yakni pengawasan penaatan perusahaan dan penerapan keterbukaan dalam pengelolaan lingkungan atau public right to know.

Dua kegiatan lainnya adalah pelibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup, serta pelaksanaan kewajiban perusahaan untuk menyampaikan informasi terkait pengelolaan lingkungan.

Sejumlah kriteria penilaian peringkat Proper beyond compliance, antara lain penerapan sistem manajemen lingkungan dan upaya efisiensi energi.

Kriteria lain meliputi upaya penurunan emisi serta implementasi Reduce, Reuse dan Recycle (3R) limbah B3 perusahaan. Penilaian juga melihat implementasi 3R limbah padat non B3, konservasi air, dan penurunan beban pencemaran air limbah.

Terakhir, aspek perlindungan keanekaragaman hayati dan program pengembangan masyarakat turut menjadi variabel penting dalam penilaian ini.

Program pengembangan masyarakat atau community development menjadi kunci bagi perusahaan untuk mencapai peringkat tertinggi dalam Proper.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau