Advertorial

Raih Peringkat 1 Nasional dan 4 Asia, Universitas Negeri Malang Terus Berbenah Jawab Tantangan Zaman

Kompas.com - 10/04/2026, 09:23 WIB

KOMPAS.com – Universitas Negeri Malang (UM) kembali membuktikan kiprahnya di kancah nasional dan internasional dengan mempertahankan posisi di jajaran 10 besar universitas terbaik di Asia.

Berdasarkan Adscientific Index, UM mencatatkan prestasi membanggakan dengan menempati peringkat keempat dalam daftar Top 10 Asian Universities in Education. Capaian ini menegaskan posisi UM sebagai salah satu kampus pendidikan terbaik di Asia sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.

Di tingkat nasional, UM menduduki posisi pertama di bidang pendidikan menurut Adscientific Index. Sementara menurut Edurank, UM berada di posisi puncak dalam bidang keilmuan multimedia dan kewirausahaan.

Rektor UM Prof Dr Hariyono, MPd, menyampaikan apresiasi atas pengakuan berbagai lembaga pemeringkatan dunia terhadap UM. Menurutnya, keberhasilan tersebut lahir dari kerja keras seluruh sivitas akademika yang konsisten menjaga mutu dan inovasi.

Ia menyebut capaian tersebut sebagai penyemangat untuk terus bertransformasi, baik secara personal maupun institusional. UM yang selama ini dikenal sebagai “The Learning University” dinilainya harus terus berkembang dalam menjawab tantangan peradaban.

"Ini tentu menjadi penyemangat bagi kami untuk terus melakukan transformasi, baik transformasi diri maupun institusi," ujar Hariyono dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (7/4/2026).

Hariyono menegaskan, transformasi yang dijalankan UM bukan sekadar perubahan struktur organisasi, melainkan penguatan nilai, budaya kerja, dan proses pelembagaan. UM, menurutnya, harus tetap berakar pada budaya Nusantara sekaligus terbuka terhadap perkembangan global.

"Sebagai bagian dari peradaban dunia, kami memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi melalui ilmu pengetahuan dan teknologi," katanya.

Meritokrasi terbuka dan semangat berpikir kritis

Dari sisi layanan, UM berkomitmen memperkuat budaya meritokrasi yang terbuka, demokratis, dan partisipatif. Langkah ini sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada pilar Pendidikan Berkualitas; Industri, Inovasi, dan Infrastruktur; serta Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Hariyono juga menekankan pentingnya menjaga semangat berpikir kritis di lingkungan akademik. Ia menilai, rasa nyaman dan kemapanan justru menjadi tantangan terbesar yang harus diwaspadai.

"Dalam dunia akademik, pertanyaan adalah mesin ilmu pengetahuan. Karena itu, dialog dan semangat berpikir kritis harus terus dijaga," ujarnya.

Wakil Rektor IV UM Prof Ahmad Munjin Nasih, SPd, MAg, turut mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai prestasi UM merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen kampus.

"Kami berharap, seluruh sivitas akademika terus bekerja keras untuk mempertahankan, bahkan meningkatkan capaian ini," ucap Munjin.

Dengan semangat kolaborasi dan pembelajaran sepanjang hayat, UM menegaskan komitmennya untuk terus menjadi institusi pendidikan yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan tuntutan zaman.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau