KOMPAS.com – Universitas Negeri Malang (UM) kembali membuktikan kiprahnya di kancah nasional dan internasional dengan mempertahankan posisi di jajaran 10 besar universitas terbaik di Asia.
Berdasarkan Adscientific Index, UM mencatatkan prestasi membanggakan dengan menempati peringkat keempat dalam daftar Top 10 Asian Universities in Education. Capaian ini menegaskan posisi UM sebagai salah satu kampus pendidikan terbaik di Asia sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.
Di tingkat nasional, UM menduduki posisi pertama di bidang pendidikan menurut Adscientific Index. Sementara menurut Edurank, UM berada di posisi puncak dalam bidang keilmuan multimedia dan kewirausahaan.
Rektor UM Prof Dr Hariyono, MPd, menyampaikan apresiasi atas pengakuan berbagai lembaga pemeringkatan dunia terhadap UM. Menurutnya, keberhasilan tersebut lahir dari kerja keras seluruh sivitas akademika yang konsisten menjaga mutu dan inovasi.
Ia menyebut capaian tersebut sebagai penyemangat untuk terus bertransformasi, baik secara personal maupun institusional. UM yang selama ini dikenal sebagai “The Learning University” dinilainya harus terus berkembang dalam menjawab tantangan peradaban.
"Ini tentu menjadi penyemangat bagi kami untuk terus melakukan transformasi, baik transformasi diri maupun institusi," ujar Hariyono dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (7/4/2026).
Hariyono menegaskan, transformasi yang dijalankan UM bukan sekadar perubahan struktur organisasi, melainkan penguatan nilai, budaya kerja, dan proses pelembagaan. UM, menurutnya, harus tetap berakar pada budaya Nusantara sekaligus terbuka terhadap perkembangan global.
"Sebagai bagian dari peradaban dunia, kami memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi melalui ilmu pengetahuan dan teknologi," katanya.
Meritokrasi terbuka dan semangat berpikir kritis
Dari sisi layanan, UM berkomitmen memperkuat budaya meritokrasi yang terbuka, demokratis, dan partisipatif. Langkah ini sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada pilar Pendidikan Berkualitas; Industri, Inovasi, dan Infrastruktur; serta Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Hariyono juga menekankan pentingnya menjaga semangat berpikir kritis di lingkungan akademik. Ia menilai, rasa nyaman dan kemapanan justru menjadi tantangan terbesar yang harus diwaspadai.
"Dalam dunia akademik, pertanyaan adalah mesin ilmu pengetahuan. Karena itu, dialog dan semangat berpikir kritis harus terus dijaga," ujarnya.
Wakil Rektor IV UM Prof Ahmad Munjin Nasih, SPd, MAg, turut mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai prestasi UM merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen kampus.
"Kami berharap, seluruh sivitas akademika terus bekerja keras untuk mempertahankan, bahkan meningkatkan capaian ini," ucap Munjin.
Dengan semangat kolaborasi dan pembelajaran sepanjang hayat, UM menegaskan komitmennya untuk terus menjadi institusi pendidikan yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan tuntutan zaman.