Advertorial

Cerita Pengguna BYD M6: Sekali Beralih ke EV, Sulit Kembali ke Bensin

Kompas.com - 10/04/2026, 10:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia tidak hanya didorong oleh tren, tetapi juga pengalaman nyata pengguna yang mulai merasakan manfaatnya dalam aktivitas sehari-hari.

Mulai dari efisiensi biaya, kemudahan penggunaan, hingga dukungan layanan, berbagai faktor menjadi pertimbangan masyarakat dalam beralih dari mobil konvensional ke kendaraan listrik.

Salah satu cerita datang dari Eko Budiharsono, warga Jakarta Barat yang kini menggunakan dua kendaraan listrik BYD sekaligus dalam aktivitas hariannya.

Dari mobil diesel ke listrik

Sebelum mengenal BYD, Eko adalah pengguna setia kendaraan berbahan bakar minyak dan solar, dengan pengeluaran pajak tahunan yang menembus Rp 8–9 juta per tahun.

Bekerja di bidang networking di salah satu perusahaan penyedia layanan internet di kawasan Jakarta Selatan, Eko menempuh rute rumah-kantor setiap hari di tengah aturan ganjil-genap yang kerap menjadi hambatan mobilitas.

Keputusannya beralih ke kendaraan listrik dimulai dari BYD Seal pada 2024, sebelum akhirnya ia menambah BYD M6 pada Juli 2025. Kini, kedua kendaraan itu ia gunakan bergantian bersama istri untuk berbagai keperluan, mulai dari perjalanan ke kantor hingga olahraga golf di Bogor.

Setelah beralih, ia bercerita bahwa pajak tahunan kendaraannya turun drastis menjadi Rp 143.000. Pengeluaran bulanan untuk energi pun berubah signifikan.

"Dulu pakai solar sampai Rp 3,5 juta sebulan, sekarang cukup sekitar Rp 400.000," ujar Eko saat dihubungi Kompas.com, Kamis (2/4/2026).

Masalah ganjil-genap yang dulu memaksanya memiliki lebih dari satu kendaraan juga ikut terselesaikan. Kendaraan listrik bebas dari pembatasan tersebut sehingga mobilitasnya kini jauh lebih fleksibel.

Teknologi di balik kemudi yang jarang disadari pengguna

Bagi Eko, keunggulan BYD M6 bukan sekadar soal efisiensi energi. Ia menyebut teknologi di balik kendaraan ini jauh melampaui ekspektasinya sebagai pengguna awam.

Salah satu yang paling membuatnya terkesan adalah sistem pencatatan data berkendara secara menyeluruh. Menurut Eko, setiap bagian kendaraan memiliki sistemnya sendiri yang mampu merekam aktivitas secara real-time, mulai dari cara mobil dikendarai hingga respons kendaraan di jalan.

"Dari catatan itu, mereka (red: BYD) bisa tahu apakah pengemudi sedang memegang setir atau tidak, bahkan apakah rem diinjak saat terjadi insiden," jelas Eko.

Fitur Intelligent Cruise Control pun dirancang dengan protokol keselamatan ketat. Sistem ini akan memberi peringatan jika pengemudi tidak menyentuh kemudi dalam 10 detik, dan seluruh aktivitas berkendara tercatat secara otomatis.

Satu lagi fitur yang jarang disorot adalah Digital Key. Lewat aplikasi BYD di ponsel, pemilik kendaraan bisa membuka kunci, mengunci, hingga menghidupkan mesin tanpa kunci fisik sama sekali.

Fitur menarik lainnya, kunci digital ini bisa dibagikan kepada orang lain secara sementara. Pemilik cukup mengatur izin akses, apakah hanya untuk membuka kunci, mengunci, atau termasuk mengemudikan kendaraan, serta menentukan berapa lama akses tersebut berlaku.

"Misalnya sedang pergi ke luar Jakarta dan kunci terbawa. Bisa dibuatkan kunci sementara buat orang di rumah, diatur izinnya, dan berapa lama waktunya," jelas Eko.

Fitur ini bahkan sudah terintegrasi dengan smartwatch, termasuk Apple Watch. Pengguna cukup mengunduh aplikasi BYD di jam tangan pintarnya, lalu masuk dengan memindai kode QR dari ponsel. Setelah itu, kendaraan bisa dikendalikan tanpa perlu mengeluarkan ponsel dari saku.

BYD M6 juga mendukung pembaruan perangkat lunak berkala layaknya ponsel pintar. Menurut Eko, sejak mulai menggunakan kendaraan listrik BYD, pembaruan software sudah dilakukan sekitar enam hingga tujuh kali dan setiap pembaruan membawa peningkatan performa yang bisa dirasakan langsung.

BYD M6 menawarkan efisiensi biaya energi yang signifikan serta kenyamanan teknologi modern untuk mendukung mobilitas harian dan perjalanan jarak jauh keluarga Indonesia. Dok. istimewa BYD M6 menawarkan efisiensi biaya energi yang signifikan serta kenyamanan teknologi modern untuk mendukung mobilitas harian dan perjalanan jarak jauh keluarga Indonesia.

Pengisian daya tidak sehoror yang dibayangkan

Salah satu kekhawatiran terbesar calon pengguna kendaraan listrik adalah soal pengisian daya saat bepergian jauh. Eko menepis anggapan tersebut dari pengalamannya sendiri.

Setiap BYD M6 sudah dilengkapi pengisi daya portabel yang bisa dihubungkan ke colokan listrik rumah tangga biasa berkekuatan 1.500–3.500 watt. Saat menginap di hotel di Banyuwangi dalam perjalanan menuju Bali, ia cukup mencolokkan pengisi daya portabelnya ke fasilitas listrik hotel, dan keesokan paginya baterai sudah penuh kembali.

Untuk perjalanan lintas kota, Eko memanfaatkan aplikasi PLN Mobile yang dilengkapi fitur perencanaan rute. Aplikasi ini menampilkan lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sepanjang jalur yang dilalui sehingga pengguna bisa mengkalkulasi titik istirahat sekaligus pengisian daya.

"Waktu ke Semarang, saya hanya mengisi daya sekali dan biayanya cuma Rp 20.000. Perjalanan ke Bandung pun bisa ditempuh tanpa perlu mengisi sama sekali," katanya.

BYD M6 tersedia dalam dua pilihan jangkauan, yakni 430 km dan 530 km per pengisian penuh. Dengan pemakaian harian rata-rata yang tidak sampai 100 km, pengisian daya tidak perlu dilakukan setiap hari.

Eko juga menyebut salah satu dealer BYD di kawasan Sudirman, Jakarta, memberikan fasilitas pengisian daya gratis seumur hidup bagi pemilik kendaraan. Layanan ini menjadi nilai tambah yang semakin memperkuat kepuasannya sebagai pengguna.

Pengalaman-pengalaman tersebut, menurut Eko, membuatnya mulai melihat kendaraan listrik bukan sekadar alat transportasi, melainkan sistem yang didukung teknologi dan layanan yang saling terhubung.

BYD perkuat layanan purnajual

Kepercayaan Eko terhadap BYD juga ditopang oleh pengalaman nyata saat membutuhkan bantuan darurat. Suatu malam, bannya kempes total di area Permata Sentul Golf, Bogor.

Ia menghubungi layanan hotline BYD dan mendapatkan layanan towing gratis sejauh 50 kilometer dari lokasi kejadian. Kendaraannya dibawa ke dealer BYD di Harmoni, Sudirman, tanpa biaya sepeser pun.

"Layanan seperti ini biasanya hanya ada di merek premium. Tidak pernah terjadi di merek konvensional yang pernah saya pakai sebelumnya," ujar Eko.

Layanan purnajual memang menjadi salah satu pilar utama strategi BYD Indonesia. Melalui program Journey with Confidence, BYD menyiapkan berbagai dukungan layanan purnajual untuk memastikan pengguna kendaraan BYD tetap mendapatkan pendampingan, mencakup layanan General Safety Check sebelum keberangkatan, kehadiran Posko Mudik di jalur utama, serta jaringan dealer siaga di berbagai wilayah Indonesia.

Pada mudik Lebaran 2024, tercatat sekitar 4.300 kendaraan listrik digunakan untuk perjalanan mudik. Setahun kemudian, angka itu meningkat signifikan menjadi lebih dari 13.600 unit pada 2025, mencerminkan tren kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap kendaraan listrik untuk perjalanan jarak jauh.

BYD menghadirkan enam Posko Mudik yang berlokasi di sepanjang rest area Tol Trans Jawa, dilengkapi pemeriksaan kendaraan ringan, konsultasi teknis, serta informasi jaringan pengisian daya. Sejumlah posko juga dilengkapi DC fast charging di posko utama dan AC charging di beberapa posko lainnya.

Selain posko mudik, BYD juga menyiapkan 21 dealer siaga yang beroperasi pada 19–23 Maret 2026, tersebar dari wilayah barat hingga timur Indonesia, termasuk Balikpapan dan Denpasar. Sebagian beroperasi 8 jam, sementara beberapa titik lain tetap buka 24 jam.

Komunitas sebagai pilar edukasi

Di luar layanan resmi, Eko aktif sebagai anggota komunitas pengguna BYD. Menurutnya, komunitas memiliki peran besar dalam mengedukasi calon pengguna kendaraan listrik.

Komunitas BYD, kata dia, beranggotakan sekitar 2.650 orang dari seluruh Indonesia dan kerap menggelar pertemuan berkala yang membahas pembaruan perangkat lunak hingga tips perjalanan jarak jauh.

"Banyak yang belajar soal kendaraan listrik justru dari komunitas, bukan dari sales. Kita lebih tahu kondisi mobil yang sebenarnya," ujar Eko.

Ia juga menyebut akses langsung ke pihak prinsipal sebagai nilai lebih BYD dibanding merek lain. Melalui komunitas resmi, pengguna bisa menyampaikan masukan langsung kepada PT BYD Motor Indonesia dan mendapat respons nyata.

Bagi Eko sendiri, perjalanan bersama BYD M6 bukan sekadar soal efisiensi bahan bakar. BYD M6 sudah ia bawa menjangkau Cirebon, Semarang, hingga Yogyakarta, dan bulan depan Palembang menanti.

"Begitu sudah coba mobil listrik, rasanya sulit kembali ke bensin," pungkasnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau