KOMPAS.com - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono meresmikan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Kamis (9/4/2026).
Menkop juga mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika yang telah membangun fasilitas koperasi menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
Menkop menegaskan, kehadiran pemerintah pusat di Atuka merupakan bentuk tanggung jawab untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Ia juga menyampaikan salam hangat dari Presiden Prabowo Subianto kepada warga Papua, khususnya masyarakat di Kampung Atuka.
Terkait inisiatif warga untuk membangun bangunan koperasi secara mandiri, Menkop mengaku kagum. Ia mengatakan bahwa ke depan, pendanaan untuk mendukung operasional tidak lagi dibebankan pada APBD.
Kementerian Koperasi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) siap memberi bantuan berupa pendampingan manajemen serta akses pembiayaan dan permodalan.
Selain itu, Menkop juga mendorong pembangunan pusat distribusi yang dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta perizinan stasiun pengisian bahan bakar solar khusus nelayan di wilayah pesisir Papua Tengah.
Di akhir sambutannya, Menkop menyatakan bahwa Mimika dan Papua Tengah siap menjadi daerah percontohan bagi pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Indonesia.
Ia berharap, warga Kampung Atuka dapat bergabung menjadi anggota koperasi agar manfaat ekonominya kembali kepada masyarakat lokal.
"Koperasi ini bukan milik pemerintah pusat, melainkan masyarakat Papua dan Atuka. Tugas kami membantu supaya ekonomi masyarakat bisa tumbuh dan sejahtera," ucap Menkop dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (10/4/2026).
Menkop Ferry Juliantono meresmikan operasional KDMP di Kampung Atuka. Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley memberikan apresiasi mendalam atas kehadiran Menkop beserta jajaran di Kampung Atuka, Kabupaten Mimika.
Menurutnya, kehadiran Menkop menjadi bukti nyata perhatian pemerintah pusat dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.
Wagub menyebut peristiwa ini sebagai momen bersejarah karena untuk kali pertama sejak Indonesia merdeka, seorang menteri menginjakkan kaki langsung di kampung tersebut.
"Baru pertama kali negara hadir di Kampung Atuka. Masyarakat Atuka yang menjemput kami dengan gembira adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Deinas.
Wagub Deinas menegaskan, pembangunan Provinsi Papua Tengah tidak boleh hanya bergantung pada investasi skala besar, tetapi harus berpijak pada kekuatan ekonomi rakyat melalui koperasi. Hal ini selaras dengan visi pembangunan "Papua Tengah Emas" yang berdaulat secara ekonomi.