KOMPAS.com – Tren lari dan maraton global telah bertransformasi dari sekadar hobi, menjadi gaya hidup performa tinggi yang berbasis data (data-driven running).
Menjawab kebutuhan tersebut, Huawei memperkenalkan HUAWEI WATCH GT Runner 2 di Indonesia untuk mendukung ekosistem lari profesional.
Huawei bekerja sama dengan legenda maraton Eliud Kipchoge pada perangkat HUAWEI WATCH GT Runner 2.
Pada perangkat itu, Huawei bekerja sama dengan legenda maraton Eliud Kipchoge serta tim lari ternama DSM-Firmenich. Kolaborasi ini menggabungkan keahlian atlet kelas dunia dengan teknologi wearable inovatif Huawei sehingga menghasilkan pengalaman lari berstandar profesional.
Salah satu keunggulan utama perangkat tersebut adalah kehadiran algoritma deteksi ambang laktat non-intrusif serta metrik kekuatan lari yang revolusioner.
Teknologi itu memungkinkan perhitungan ambang laktat dan memberikan wawasan mendalam terkait intensitas latihan serta kekuatan otot pengguna. Dengan analisis otomatis, pelari dapat menyesuaikan program latihan sekaligus menyusun strategi perlombaan secara lebih presisi dan percaya diri.
Melalui produk tersebut, Huawei menghadirkan standar efisiensi latihan profesional ke dalam jangkauan konsumen.
Sebagai pemimpin di pasar wearable, setiap inovasi telah melalui pengujian ketat untuk memastikan pengguna dapat memantau dan mengukur kemajuan latihan secara akurat. Teknologi ini berfungsi sebagai mitra presisi yang mendukung peningkatan performa secara efektif dan terukur.
Bagi pelari yang ingin meningkatkan performa secara terukur, masa pre-order (PO) telah berlangsung pada 9 Januari 2026 dan diikuti penjualan perdana pada 15 Januari 2026.
Navigasi presisi tanpa celah, ultra precise positioning
Tantangan terbesar pelari di kota besar seperti Jakarta adalah gangguan sinyal GPS akibat gedung pencakar langit. HUAWEI WATCH GT Runner 2 menjawab tantangan ini melalui teknologi 3D Floating Antenna Architecture yang meningkatkan performa sinyal hingga 50 persen.
Dengan koneksi yang lebih stabil, setiap parameter, seperti jarak (distance), ritme (pace), dan performa lari, dapat terukur lebih presisi. Artinya, tidak ada lagi deviasi data, meski berlari di jalur perkotaan yang padat.
Didukung XDR Algorithm, smart watch ini memastikan data rute, jarak, dan kecepatan tetap akurat, bahkan dalam kondisi sinyal rendah. Target personal best (PB) pun tidak lagi terganggu oleh gangguan sinyal.
HUAWEI WATCH GT Runner 2 didukung XDR Algorithm untuk memastikan data rute, jarak, dan kecepatan tetap akurat, bahkan dalam kondisi sinyal rendah.
Revolusi lari, Intelligent Marathon Mode
Lebih dari sekadar perangkat pelacak aktivitas, Huawei menghadirkan pendekatan baru dalam memahami performa lari.
Melalui Intelligent Marathon Mode, sistem ultra-performa maraton profesional itu dirancang secara menyeluruh berdasarkan wawasan dari Eliud Kipchoge sehingga mampu memberikan panduan yang relevan bagi pelari, baik pemula maupun tingkat lanjut, sekaligus menghadirkan pengalaman latihan yang ultra-pintar.
Sistem tersebut bekerja secara berkelanjutan sepanjang siklus maraton tanpa jeda. Pada fase pre-race, pengguna akan mendapatkan program latihan cerdas yang telah dipersonalisasi sesuai dengan kondisi fisik masing-masing.
Memasuki race day, perangkat tersebut berperan sebagai asisten balap yang memberikan strategi pace secara real-time. Ada pula fitur Intelligent Refuel Strategy untuk mengingatkan waktu yang tepat dalam mengisi energi agar performa tetap terjaga.
Setelah perlombaan usai, pada fase post-race, pengguna akan memperoleh analisis pemulihan serta data kebugaran yang mendalam guna memastikan kondisi tubuh kembali optimal.
Pendekatan berbasis data itu juga didukung oleh akurasi pengukuran yang tinggi. Dengan begitu, setiap metrik latihan dapat terbaca secara lebih ultra-presisi.
Proteksi maksimal dengan baterai tahan lama
Huawei merancang perangkat tersebut dengan material titanium alloy yang ringan dan kokoh, serta Kunlun Glass yang tahan benturan. Jam ini menjadi salah satu jam lari berbahan metal teringan di industri dengan bobot hanya 43,5 gram.
Untuk kenyamanan, kehadiran AirDry Woven Strap menjaga kulit tetap nyaman meski berkeringat. Selain desain gradasi yang estetik, tersedia pula strap fluoroelastomer cadangan sehingga pengguna dapat menyesuaikan tampilan sesuai kebutuhan dan aktivitas.
Dari sisi keamanan, perangkat tersebut dilengkapi Huawei TruSense System berbasis NPU yang mampu menghadirkan akurasi detak jantung hingga 98 persen. Tingkat presisi ini diklaim setara dengan standar perangkat medis, seperti chest strap.
HUAWEI WATCH GT Runner 2 menghadirkan penawaran hadiah gratis senilai Rp 1,5 juta. Pengguna juga dapat memantau berbagai indikator kesehatan, mulai dari detak jantung, HRV, hingga kualitas tidur, secara komprehensif untuk menjaga kondisi tubuh tetap optimal.
Ditenagai baterai silikon berkapasitas tinggi dan algoritma efisiensi energi, perangkat ini mampu digunakan hingga 32 jam dengan GPS aktif. Untuk penggunaan normal, daya tahan baterai mencapai hingga 14 hari sehingga dapat memberikan fleksibilitas tanpa perlu sering mengisi ulang.
HUAWEI WATCH GT Runner 2 dibanderol dengan harga Rp 5.499.000. Perangkat ini tersedia mulai Rabu (15/4/2026) dengan penawaran hadiah gratis senilai Rp 1,5 juta.
HUAWEI WATCH GT Runner 2 tersedia secara online dan offline. Dengan presisi GPS terdepan, training intelligence tingkat juara, desain premium ringan, dan manajemen kesehatan komprehensif, HUAWEI WATCH GT Runner 2 menjadi revolusi dalam kategori running smartwatch.
Dirancang bersama Eliud Kipchoge, perangkat ini tidak hanya menawarkan data akurat, tetapi juga motivasi untuk mencapai target tertinggi.
Pembelian dapat dilakukan secara online melalui HUAWEI Official Store, Shopee, Lazada, Tokopedia, TikTok Shop, dan Blibli.
Sementara untuk pembelian offline, produk tersebut tersedia di HUAWEI Authorized Experience Store, Erafone, serta berbagai mitra ritel resmi di seluruh Indonesia.