Advertorial

Dukung Pemerintah, BNI Dorong Akses Hunian Layak dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat di Manado

Kompas.com - 13/04/2026, 13:23 WIB

KOMPAS.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkuat akses hunian layak melalui partisipasi dalam kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat di Manado, Sulawesi Utara.

Sebagai program kolaboratif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pembiayaan, dan sektor perbankan, program tersebut bertujuan untuk memperluas akses pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) serta mendorong pemberdayaan ekonomi lokal.

Digelar di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Manado, Sulawesi Utara, Rabu (8/4/2026), kegiatan itu mencakup rangkaian sosialisasi dan akad pembiayaan, termasuk Kredit Pemilikan Perumahan (KPP) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Sebanyak 600 peserta hadir, yakni terdiri atas 300 peserta Permodalan Nasional Madani (PNM), 200 peserta Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta 100 peserta program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Para peserta meliputi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), pengembang perumahan, mitra toko bangunan, serta masyarakat calon penerima manfaat.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Consumer Banking BNI Corina Leyla Karnalies menyampaikan bahwa sektor perumahan berperan strategis dalam pembangunan nasional karena berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Sektor perumahan memiliki efek berganda yang besar, tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan sektor pendukung,” ujar Corina dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (13/4/2026).

Melalui program pembiayaan perumahan ini, Corina juga menegaskan bahwa pemerintah akan menghadirkan pembiayaan yang lebih terjangkau bagi MBR.

Sebagai salah satu bank penyalur utama, BNI berkomitmen untuk memperkuat implementasi program melalui peningkatan pemahaman produk di jaringan kantor, perluasan kerja sama dengan pemerintah daerah (pemda) dan pengembang, serta kolaborasi aktif dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Dampak program pembiayaan perumahan menurut Corina tidak hanya terbatas pada kepemilikan rumah, tetapi juga berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja serta penguatan rantai pasok sektor konstruksi dan UMKM di daerah.

Adapun BNI menghadirkan dukungan layanan digital melalui aplikasi wondr by BNI yang memudahkan nasabah dalam pembayaran cicilan, transaksi, dan pemantauan kondisi keuangan secara aman dan cepat.

Dengan demikian, masyarakat dapat mengakses pembiayaan perumahan secara mudah, aman, dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi pembiayaan perumahan dan pemberdayaan ekonomi rakyat, BNI optimistis, sinergi antara pemerintah, perbankan, pengembang, dan masyarakat dapat mempercepat realisasi hunian layak serta memperkuat ekonomi daerah sekaligus.

Lewat langkah tersebut, BNI pun berkomitmen untuk mendorong pembiayaan perumahan yang inklusif serta memperkuat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia.

Sebagai informasi, acara tersebut turut dihadiri Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim Djojohadikusumo, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, serta sejumlah pimpinan lembaga dan mitra strategis lain.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau