Advertorial

Perluas Distribusi Sembako, DPRD Surabaya Dorong Koperasi Merah Putih Ambil Peran di Pasar Murah

Kompas.com - 15/04/2026, 17:41 WIB

KOMPAS.com  – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya Bahtiyar Rifai mendorong Koperasi Merah Putih agar terlibat aktif dalam program Pasar Murah yang rutin digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Menurut Bahtiyar, keberadaan Koperasi Merah Putih yang telah tersebar di hampir seluruh kelurahan di Surabaya menjadi potensi besar yang perlu dioptimalkan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas jangkauan distribusi kebutuhan pokok serta membantu masyarakat memperoleh harga yang lebih terjangkau. Terlebih, koperasi juga dapat berperan sebagai ujung tombak distribusi bahan pokok di tingkat akar rumput.

“(Koperasi Merah Putih) harus terlibat dalam Pasar Murah. Koperasi Merah Putih bisa menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menjangkau masyarakat secara langsung,” ujar Bahtiyar dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (15/4/2026).

Selama ini, program Pasar Murah menjadi salah satu upaya Pemkot Surabaya dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, terutama saat terjadi fluktuasi harga di pasaran. Dengan melibatkan koperasi, distribusi sembako, seperti beras, minyak goreng, dan daging diharapkan semakin merata dan tepat sasaran.

Bahtiyar juga menegaskan bahwa pelibatan koperasi tidak hanya berdampak pada stabilitas harga, tetapi juga memperkuat ekonomi berbasis komunitas.

“Semangatnya adalah membantu masyarakat sekaligus memperluas pasar. Koperasi bisa menjadi penghubung antara program pemerintah dan kebutuhan warga,” jelasnya.

Meski demikian, Bahtiyar mengakui bahwa sejumlah Koperasi Merah Putih di Surabaya masih menghadapi beberapa kendala, di antaranya keterbatasan anggaran, rendahnya partisipasi anggota, serta arah pengelolaan yang belum jelas.

“Kondisi ini perlu perhatian bersama. Harus ada pendampingan dan kolaborasi agar koperasi benar-benar aktif dan berdaya,” tegas Bahtiyar.

Untuk itu, Bahtiyar mendorong dinas terkait agar memperkuat ekosistem koperasi melalui forum komunikasi antara pemerintah serta pengurus koperasi. Kegiatan rembuk bersama sebelum pelaksanaan Pasar Murah juga diusulkan olehnya sebagai solusi agar distribusi program dapat dilakukan melalui koperasi di masing-masing wilayah.

Dengan pola kolaborasi tersebut, Bahtiyar optimistis koperasi dapat bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di Surabaya.

Di sisi lain, realisasi program Koperasi Merah Putih dinilai masih memerlukan percepatan dan upaya ekstra. Pasalnya, hingga saat ini, baru sekitar 20 dari target 153 gerai yang terealisasi.

Kendala lain yang menjadi perhatian adalah keterbatasan lahan. Pembangunan satu gerai koperasi membutuhkan lahan sekitar 400 meter persegi, sementara banyak aset pemerintah di Surabaya hanya memiliki luas 200 hingga 300 meter persegi.

Untuk diketahui, saat ini, sebagian koperasi masih memanfaatkan ruang terbatas di kantor kelurahan. Kondisi tersebut dinilai belum ideal untuk mendukung operasional dan pengembangan usaha secara berkelanjutan.

Oleh karena itu, Bahtiyar menekankan pentingnya komunikasi intens antara pemerintah pusat dan daerah agar kebijakan yang diterapkan sesuai dengan kondisi di lapangan serta berjalan sesuai target.

Ia juga mendorong adanya penyesuaian kebijakan, termasuk skema alternatif terkait kebutuhan lahan agar program Koperasi Merah Putih dapat berjalan lebih efektif ke depan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau