Advertorial

PKB XVI Bridgestone Indonesia Diteken, Menaker Dorong Hubungan Industrial Naik Kelas

Kompas.com - 20/04/2026, 13:25 WIB

KOMPAS.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Republik Indonesia Yassierli hadir langsung menyaksikan prosesi penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) XVI PT Bridgestone Tire Indonesia (Bridgestone Indonesia) untuk periode 2026–2028, di Bridgestone Indonesia Karawang Plant, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (16/4/2026).

Penandatanganan PKB XVI dilakukan antara manajemen Bridgestone Indonesia dan Serikat Pekerja (SP) sebagai wujud komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menjaga keharmonisan dan sinergi hubungan industrial.

Dalam sambutannya, Yassierli menyampaikan apresiasi atas keberhasilan manajemen dan SP Bridgestone Indonesia dalam membangun hubungan industrial yang matang dan berkelanjutan.

Ia menyebut, Bridgestone Indonesia telah berada pada level antara proaktif dan transformatif dari lima level maturitas hubungan industrial yang ada.

"Kita ingin hubungan industrial naik kelas. Tidak hanya harmonis, tetapi juga proaktif dan transformatif, di mana pekerja dan perusahaan memiliki visi bersama untuk meningkatkan daya saing," ujar Yassierli dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (17/4/2026).

Yassierli menjelaskan bahwa secara nasional, tingkat kematangan hubungan industrial di perusahaan masih sangat beragam, mulai dari tahap terfragmentasi, patuh, hingga harmonis. Bridgestone Indonesia dinilai telah melampaui level tersebut karena manajemen dan serikat pekerja mampu mencapai kesepakatan secara konstruktif.

Ia pun berharap Bridgestone Indonesia dapat terus meningkatkan level maturitas hubungan industrialnya dan menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain di Indonesia.

Ekspor ke lebih dari 70 negara

Di hadapan Menaker, Presiden Direktur Bridgestone Indonesia Mukiat Sutikno turut memaparkan pencapaian perusahaan di pasar ekspor global.

"Tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, Bridgestone Indonesia mencatatkan prestasi ekspor yang membanggakan. Produk ban dari pabrik di Indonesia telah diekspor ke lebih dari 70 negara, termasuk negara-negara dengan standar tinggi seperti Amerika Serikat, Australia, hingga negara asal Bridgestone, yaitu Jepang,” ujar Mukiat.

“Hal ini terjadi berkat kerja sama yang dibangun bersama dengan seluruh karyawan disertakan training upskilling sehingga produk-produk dari Bridgestone Indonesia semakin diterima di pasar ekspor," tambahnya.

Menaker RI bersama Jajaran manajemen Bridgestone Indonesia Dok. Bridgestone Indonesia Menaker RI bersama Jajaran manajemen Bridgestone Indonesia

Mukiat menegaskan bahwa pencapaian tersebut berakar pada komitmen operasional perusahaan yang berpedoman pada prinsip SEQCD, yakni Safety (Keselamatan), Environment (Lingkungan), Quality (Kualitas), Cost (Biaya), dan Delivery (Pengiriman).

Dari sisi keselamatan, Bridgestone Indonesia senantiasa menjaga keselamatan pekerja dan fasilitas demi keamanan seluruh pihak. Dalam aspek lingkungan, Bridgestone Indonesia Karawang Plant baru saja meraih penghargaan peringkat "Emas" dari Kementerian Lingkungan Hidup, sementara Bekasi Plant meraih peringkat "Hijau".

Adapun dari sisi kualitas, Bridgestone Indonesia menerapkan filosofi tires carry life atau "ban membawa kehidupan" dengan memastikan standar kualitas dan keselamatan ban yang diproduksi di Indonesia setara dengan standar di Jepang.

Pengelolaan biaya yang efisien turut menjadi kunci keberhasilan peningkatan alokasi ekspor perusahaan, sementara ketersediaan ban selalu dijaga agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen di berbagai wilayah.

Apresiasi atas filosofi 4P

Direktur Human Resources and General Affairs (HRGA) Bridgestone Indonesia Yunus Triyonggo menyebut bahwa Menaker juga memberikan apresiasi tinggi atas penerapan filosofi 4P, yakni Policy, People, Process, dan Product, dalam upaya peningkatan produktivitas kerja di Bridgestone Indonesia.

"Beliau mengharapkan bahwa best practice tersebut dapat juga dipelajari dan diterapkan oleh perusahaan-perusahaan lain di Indonesia," ujar Yunus.

Yunus menambahkan, kesepakatan PKB XVI Bridgestone Indonesia diharapkan semakin memperkuat pijakan perusahaan agar dapat berdiri lebih kokoh dan siap menyongsong masa depan. Selain itu, menjadi penanda babak baru hubungan industrial yang lebih solid antara manajemen dan seluruh karyawan Bridgestone Indonesia.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau