KOMPAS.com – Bandung selalu punya cara untuk memikat banyak orang. Dijuluki “Paris Van Java”, kota ini menawarkan perpaduan sejarah, budaya, kuliner, dan kesejukan udara yang sulit ditemukan di kota besar lain.
Dari sekian banyak pilihan wisata di Bandung, Floating Market Lembang menjadi salah satu destinasi yang tak pernah kehilangan pesonanya.
Terletak di kawasan Lembang yang berhawa sejuk, Floating Market Lembang menggabungkan nuansa alam dengan konsep wisata modern yang praktis.
Sejak dibuka pada 2012, destinasi tersebut langsung mencuri perhatian karena memanfaatkan danau alami sebagai pusat aktivitas wisata. Pengunjung disuguhi pengalaman menikmati kuliner sambil menyusuri deretan perahu yang mengapung di atas air layaknya pasar terapung khas Nusantara, tetapi dikemas lebih rapi dan nyaman.
Pengalaman kuliner menjadi daya tarik utama di tempat ini. Beragam hidangan khas Sunda tersaji di perahu-perahu yang tertata di tepi danau.
Pengunjung bisa mencicipi makanan ringan, camilan tradisional, hingga hidangan berat sambil menikmati udara segar Lembang.
Suasana tenang di sekitar danau juga membuat pengalaman kuliner terasa lebih istimewa, memberikan sensasi yang berbeda jika dibandingkan wisata kuliner biasa.
Tak hanya soal makanan, Floating Market Lembang juga menawarkan berbagai fasilitas dan wahana yang membuat tempat ini ideal untuk liburan keluarga.
Tersedia taman-taman tematik yang Instagramable, area bermain anak, dan berbagai wahana yang cocok untuk semua usia. Tidak heran jika destinasi ini menjadi pilihan tepat untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga maupun teman.
Sistem pembayaran digital dari BRI, lebih praktis tanpa uang tunai
Seiring dengan peningkatan kunjungan wisatawan, Floating Market Lembang secara konsisten beradaptasi agar mampu memberikan pengalaman terbaik bagi para pengunjung. Salah satu terobosan yang diterapkan adalah digitalisasi pembayaran melalui BRImo dan QRIS BRI.
Bagi pengunjung, sistem pembayaran digital menjadi solusi yang praktis. Mereka tidak perlu lagi menyiapkan uang tunai atau mencari ATM di sekitar lokasi.
Cukup membuka aplikasi BRImo, melakukan scan QRIS, dan transaksi selesai dalam hitungan detik. Sistem ini juga membantu wisatawan mancanegara yang sering kesulitan menukar uang atau membawa uang tunai dalam jumlah besar.
Selain memudahkan pengunjung, penggunaan QRIS BRI juga memberikan manfaat besar bagi pengelola Floating Market Lembang.
Intania Setiati Public Relation Floating Market menjelaskan, sistem cashless membuat operasional menjadi lebih efisien dan sekaligus aman.
“Fasilitas dari BRI mempermudah customer dan pengelola. Customer tidak harus menyediakan uang (tuna)). Sebagai pengelola, kami juga merasa lebih safety. Uang (transaksi) bisa masuk langsung ke rekening dan dapat dicek dengan sangat mudah,” ujar Intania
Ia menambahkan, transaksi yang sepenuhnya non-tunai juga membuat arus keuangan lebih tertata. Dana yang masuk tercatat secara otomatis dan dapat dipantau setiap hari sehingga pengelola dapat mengelola arus kas dengan lebih rapi dan efisien.
Digitalisasi transaksi juga memudahkan pengelola mengevaluasi performa tenant, memantau volume transaksi harian, dan menyiapkan laporan keuangan yang lebih cepat. Hal ini penting, mengingat jumlah pengunjung yang bisa meningkat tajam saat akhir pekan atau musim liburan.
Dengan dukungan pembayaran digital dari BRI, Floating Market Lembang tidak hanya menjadi destinasi wisata favorit, tetapi juga contoh bagaimana tempat wisata di Indonesia dapat bertransformasi menjadi lebih modern, praktis, dan aman.
Kombinasi antara panorama alam Lembang, konsep wisata kuliner terapung yang unik, serta kemudahan transaksi digital menjadikan Floating Market Lembang sebagai destinasi yang layak masuk daftar kunjungan berikut untuk liburan akhir tahun.