Advertorial

Liburan ke Floating Market Lembang, Nikmati Kuliner Unik dengan Transaksi Lebih Mudah

Kompas.com - 20/04/2026, 15:18 WIB

KOMPAS.com – Bandung selalu punya cara untuk memikat banyak orang. Dijuluki “Paris Van Java”, kota ini menawarkan perpaduan sejarah, budaya, kuliner, dan kesejukan udara yang sulit ditemukan di kota besar lain.

Dari sekian banyak pilihan wisata di Bandung, Floating Market Lembang menjadi salah satu destinasi yang tak pernah kehilangan pesonanya.

Terletak di kawasan Lembang yang berhawa sejuk, Floating Market Lembang menggabungkan nuansa alam dengan konsep wisata modern yang praktis.

Sejak dibuka pada 2012, destinasi tersebut langsung mencuri perhatian karena memanfaatkan danau alami sebagai pusat aktivitas wisata. Pengunjung disuguhi pengalaman menikmati kuliner sambil menyusuri deretan perahu yang mengapung di atas air layaknya pasar terapung khas Nusantara, tetapi dikemas lebih rapi dan nyaman.

Pengalaman kuliner menjadi daya tarik utama di tempat ini. Beragam hidangan khas Sunda tersaji di perahu-perahu yang tertata di tepi danau.

Pengunjung bisa mencicipi makanan ringan, camilan tradisional, hingga hidangan berat sambil menikmati udara segar Lembang.

Suasana tenang di sekitar danau juga membuat pengalaman kuliner terasa lebih istimewa, memberikan sensasi yang berbeda jika dibandingkan wisata kuliner biasa.

Tak hanya soal makanan, Floating Market Lembang juga menawarkan berbagai fasilitas dan wahana yang membuat tempat ini ideal untuk liburan keluarga.

Tersedia taman-taman tematik yang Instagramable, area bermain anak, dan berbagai wahana yang cocok untuk semua usia. Tidak heran jika destinasi ini menjadi pilihan tepat untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga maupun teman.

Sistem pembayaran digital dari BRI, lebih praktis tanpa uang tunai

Seiring dengan peningkatan kunjungan wisatawan, Floating Market Lembang secara konsisten beradaptasi agar mampu memberikan pengalaman terbaik bagi para pengunjung. Salah satu terobosan yang diterapkan adalah digitalisasi pembayaran melalui BRImo dan QRIS BRI.

Bagi pengunjung, sistem pembayaran digital menjadi solusi yang praktis. Mereka tidak perlu lagi menyiapkan uang tunai atau mencari ATM di sekitar lokasi.

Cukup membuka aplikasi BRImo, melakukan scan QRIS, dan transaksi selesai dalam hitungan detik. Sistem ini juga membantu wisatawan mancanegara yang sering kesulitan menukar uang atau membawa uang tunai dalam jumlah besar.

Selain memudahkan pengunjung, penggunaan QRIS BRI juga memberikan manfaat besar bagi pengelola Floating Market Lembang.

Intania Setiati Public Relation Floating Market menjelaskan, sistem cashless membuat operasional menjadi lebih efisien dan sekaligus aman.

“Fasilitas dari BRI mempermudah customer dan pengelola. Customer tidak harus menyediakan uang (tuna)). Sebagai pengelola, kami juga merasa lebih safety. Uang (transaksi) bisa masuk langsung ke rekening dan dapat dicek dengan sangat mudah,” ujar Intania

Ia menambahkan, transaksi yang sepenuhnya non-tunai juga membuat arus keuangan lebih tertata. Dana yang masuk tercatat secara otomatis dan dapat dipantau setiap hari sehingga pengelola dapat mengelola arus kas dengan lebih rapi dan efisien.

Digitalisasi transaksi juga memudahkan pengelola mengevaluasi performa tenant, memantau volume transaksi harian, dan menyiapkan laporan keuangan yang lebih cepat. Hal ini penting, mengingat jumlah pengunjung yang bisa meningkat tajam saat akhir pekan atau musim liburan.

Dengan dukungan pembayaran digital dari BRI, Floating Market Lembang tidak hanya menjadi destinasi wisata favorit, tetapi juga contoh bagaimana tempat wisata di Indonesia dapat bertransformasi menjadi lebih modern, praktis, dan aman.

Kombinasi antara panorama alam Lembang, konsep wisata kuliner terapung yang unik, serta kemudahan transaksi digital menjadikan Floating Market Lembang sebagai destinasi yang layak masuk daftar kunjungan berikut untuk liburan akhir tahun.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau