Advertorial

Perkuat Ekonomi Daerah, BNI Berdayakan 430 Perempuan NTT lewat Program Anyaman Lontar

Kompas.com - 21/04/2026, 10:56 WIB

KOMPAS.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI berkomitmen dalam memberdayakan perempuan melalui program “Menganyam Kebaikan untuk Indonesia” yang berlangsung di Pulau Solor, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hingga saat ini, program yang berjalan sejak September 2024 itu telah menjangkau lebih dari 430 perempuan penganyam daun lontar di 13 lokasi serta mendorong peningkatan kualitas produk dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, inisiatif tersebut dirancang sebagai program pemberdayaan berkelanjutan yang mencakup pelatihan produksi, penguatan kelembagaan ekonomi, hingga edukasi kesehatan.

Okki pun berharap, lewat program tersebut, perseroan dapat menghadirkan pemberdayaan yang berkelanjutan bagi perempuan, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

“Ketika perempuan berdaya, keluarga dan masyarakat di sekitarnya juga akan ikut tumbuh,” ujar Okki dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (21/4/2026).

Meski memiliki keterbatasan lahan produktif, Pulau Solor dikenal menyimpan potensi ekonomi dari kerajinan anyaman daun lontar yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Mayoritas pengrajin yang berasal dari kalangan ibu rumah tangga berperan sebagai tulang punggung ekonomi di sana, kendati terkendala akses pasar, standar kualitas produk, serta literasi keuangan,

Untuk itu, BNI berkolaborasi dengan Yayasan Du Anyam membangun ekosistem pemberdayaan yang terintegrasi. Hasilnya, sebanyak 79 persen produk anyaman kini masuk dalam kategori kualitas tinggi.

Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan, baik dari sisi produksi maupun standar mutu.

Selain peningkatan kapasitas usaha, BNI juga membangun infrastruktur pendukung, termasuk Rumah Anyam di Desa Bubu Atagamu, Kecamatan Solor Selatan. Rumah ini menjadi pusat pelatihan dan produksi.

Perseroan pun turut menghadirkan akses air bersih melalui pipanisasi dengan 30 titik kran yang dimanfaatkan oleh 263 kepala keluarga.

Sementara dari segi sosial, BNI berkontribusi dalam penanganan stunting melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 98 balita selama 14 hari yang berhasil menurunkan angka masalah gizi buruk sebesar 10,20 persen.

Tak hanya itu, BNI juga memfasilitasi pembentukan Koperasi Serba Usaha (KSU) Ina Senaren sebagai upaya memastikan keberlanjutan program.

“Melalui koperasi ini, para perempuan tidak hanya berperan sebagai pengrajin, tetapi juga sebagai pelaku usaha yang mampu mengelola bisnis, memperluas akses pasar, serta memanfaatkan layanan keuangan formal,” tambah Okki.

Dengan mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan budaya, program tersebut pun mencerminkan pendekatan menyeluruh BNI dalam pemberdayaan masyarakat serta memperkuat peran perempuan sebagai motor penggerak ekonomi lokal di wilayah tertinggal.

Melalui inisiatif tersebut, BNI menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan, tetapi juga menciptakan kemandirian dan ketahanan sosial bagi komunitas.

Dengan demikian, para perempuan penganyam di NTT tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menjadi pelaku ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan lingkungan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau