Advertorial

Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung Bersinergi, Benahi Kota Kembang

Kompas.com - 22/04/2026, 13:12 WIB

KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mempertegas komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam upaya pembenahan besar-besaran di Kota Kembang.

Langkah strategis itu diambil guna mengembalikan karisma, wibawa, serta keanggunan Kota Bandung sebagai pusat kepariwisataan dan kota belanja mancanegara.

Gubernur yang akrab disapa KDM itu mengapresiasi sinergi yang telah terbangun antara Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung yang kini rutin bahu-membahu membersihkan lingkungan.

“Setiap kantor memastikan area dalam radius satu kilometer (km) dalam keadaan bersih, indah, dan tertata secara estetika,” ujar KDM dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (22/4/2026).

Salah satu aspek krusial yang menjadi perhatian utama KDM adalah penanganan sampah. Ia memastikan agar tidak ada lagi gundukan sampah di sudut-sudut kota.

Selain itu, lanjut KDM, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti juga bakal dirombak menjadi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau PLTSa. Program ini membutuhkan pasokan sampah dalam jumlah besar untuk diolah secara produktif.

Tak hanya sampah, perbaikan infrastruktur pencahayaan dan drainase juga menjadi prioritas.

"Penerangan jalan umum (PJU) tidak boleh ada yang mati. Semuanya harus terang," tegas KDM.

Pemprov Jabar berkomitmen memasang PJU di seluruh sudut kota. Utamanya, di jalan-jalan provinsi, serta mengintegrasikan sistem kamera pengawas atau CCTV dengan lebih baik.

“Pembersihan drainase juga dipercepat agar bebas dari hambatan sampah guna mencegah banjir,” kata KDM.

Terkait persoalan kemacetan, KDM berencana membangun transportasi publik yang terintegrasi di seluruh wilayah Bandung Raya. Pembangunan infrastruktur fisik, seperti underpass atau jembatan layang (flyover), juga dilakukan di sejumlah titik kemacetan.

Selain itu, ia juga berencana mendigitalisasi seluruh lampu merah melalui sistem area traffic control system (ATCS). Teknologi ini memungkinkan durasi lampu merah dan hijau secara otomatis berdasarkan dinamika jumlah kendaraan yang melintas secara real-time.

Di bidang tata ruang, KDM mengingatkan agar bangunan-bangunan ikonik tetap dipelihara sesuai dengan karakter aslinya. Ia meminta agar pembangunan gedung baru tidak dipaksakan jika hanya menambah kesemrawutan kota.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Walkot Bandung yang setiap hari bahu-membahu dengan Pemprov Jabar untuk mengembalikan karisma, wibawa, dan keanggunan Kota Bandung," ujar KDM.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau