KOMPAS.com – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menggelar Demo Day Penjurian Mekaarpreneur 2026 di Jakarta, Senin (21/4/2026). Kegiatan ini menjadi puncak program inkubasi bisnis tiga bulan sejak Januari 2026 yang dirancang khusus untuk memberdayakan nasabah ultramikro perempuan prasejahtera.
Demo day tersebut diselenggarakan PNM melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) bekerja sama dengan Lembaga Inkubator Institut Bisnis Asia Malang.
Di antara para pemenang, satu nama mencuri perhatian. Amaliyah Sholihah, perempuan asal Serang, Banten, yang mengolah sampah menjadi produk bernilai jual, berhasil meraih Juara 1 di kategori wilayah Tangerang dan Serang.
"Ya Allah, mimpi apa saya, cuma ibu-ibu dasteran dari Serang yang mengolah sampah bisa menang juara 1. Ini sangat bermakna buat saya," ujar Amaliyah dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (22/4/2026).
Dari 60 nasabah, tersaring 16 peserta terbaik
Mekaarpreneur merupakan program inkubasi bisnis PNM yang berlangsung selama tiga bulan. Program ini mencakup pendampingan, pelatihan manajerial, penguatan literasi keuangan, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses pasar.
Program ini sebelumnya telah dilaksanakan di berbagai wilayah, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Untuk gelaran 2026, PNM melakukan seleksi terhadap 60 nasabah Mekaar yang terpilih dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Serang, dan Sukabumi.
Dari jumlah tersebut, tersaring 16 peserta terbaik yang berkompetisi di tahap Demo Day.
Selain Amaliyah, delapan perempuan tangguh lain turut meraih gelar juara. Di kategori wilayah Jakarta dan Bekasi, Yuliana Rosita, Sri Haryanti, dan Dahlia N Simanungkal masing-masing meraih Juara 1, 2, dan 3.
Sementara di wilayah Bogor, Depok, dan Sukabumi, posisi juara diraih oleh Manih, Dian Kartika, dan Rantiyem. Adapun di wilayah Tangerang dan Serang, Amaliyah Sholihah, Eros Rosita, dan Berlina Sari menempati posisi Juara 1, 2, dan 3.
Para pemenang mendapatkan apresiasi berupa uang pembinaan modal usaha jutaan rupiah sebagai dukungan untuk mendorong pengembangan usaha mereka ke tahap yang lebih baik.
Dorong nasabah siap ekspor
Direktur Bisnis PNM Kindaris menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perseroan yang tidak hanya berhenti pada pemberian akses permodalan.
"PNM juga memastikan nasabah memiliki kemampuan untuk mengelola dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital," ujar Kindaris.
Ia menambahkan, melalui kegiatan ini, PNM berharap, nasabah binaannya dapat semakin berdaya saing di pasar yang lebih luas, bahkan siap merambah pasar ekspor.