KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Menteri Pariwisata Widianti Putri Wardhana, dan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi merevitalisasi pendidikan vokasi dan menyelenggarakan pelatihan vokasi di Jabar.
Pratikno mengatakan, pihaknya telah mengintegrasikan pemerintah pusat, pemerintah daerah (pemda), dan Balai Latihan Kerja (BLK) dengan dunia industri sebagai penyedia lapangan kerja.
Tujuannya, agar pendidikan dan pelatihan vokasi dapat mencetak lulusan yang sesuai kebutuhan pasar kerja.
"Jangan sampai pendidikan di Indonesia justru mengajarkan keterampilan yang sudah tidak relevan lagi. Selain menyiapkan yang sesuai kebutuhan, revitalisasi ini juga dapat memunculkan kesempatan pekerjaan-pekerjaan baru," ujar Praktikno dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (23/4/2026).
Ia menilai, pendidikan vokasi semestinya menjadi instrumen untuk menyiapkan tenaga kerja yang bukan sekedar pencari kerja. Tak kalah penting, mampu menciptakan peluang baru baik pada sektor teknologi maupun berbasis budaya dan potensi lokal.
Pada kesempatan sama, Dedi Mulyadi menambahkan, saat ini pengangguran terdidik justru lebih banyak ketimbang yang berpendidikan rendah sehingga cukup ironis.
Padahal, Provinsi Jabar memiliki berbagai sumber daya, tapi tidak banyak orang yang mau menekuni peluang yang tersedia.
Pria yang akrab disapa KDM itu mencontohkan pembuat anyaman bilik bambu. Adapun perajin anyaman kini jarang ditemukan, sedangkan permintaan banyak.
Selain itu, orang yang menekuni industri makanan tradisi juga semakin berkurang.
"Jumlah pemetik the dan kopi juga semakin menurun. Padahal, teh dan kopi memiliki nilai tinggi. Jadi sebenarnya pasar kerja itu bisa dibangun dalam ruang inovasi, termasuk vokasi yang dikembangkan menyesuaikan kearifan lokal," tutur KDM.
Menurut KDM, peluang kerja terbuka lebar, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
“Selama pendidikan vokasi mampu menjawab kebutuhan di lapangan,” imbuhnya.
Pada kesempatan sama, Putri Wardhana menambahkan, Kementerian Pariwisata dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi telah menyusun 438 skema pendidikan vokasi dari 34 bidang pariwisata.
Penyusunan skema vokasi tersebut menjadi fondasi strategis guna memastikan setiap profesi di sektor pariwisata memiliki standar kompetensi yang jelas dan diakui secara nasional.
"Provinsi Jabar adalah salah satu daerah yang akan menjalankan pendidikan vokasi pada bidang pariwisata," tegasnya.