KOMPAS.com - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Erwan Setiawan dibuat haru saat mengunjungi SMP Negeri 1 Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Rabu (22/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, ia menemui siswa bernama Ihsan (15) yang terpaksa berhenti sekolah karena kondisi ekonomi keluarga.
Siswa kelas VIII yang tinggal di Babakan Situ, Kabupaten Sumedang, itu harus mengubur impiannya untuk belajar sementara demi membantu perekonomian keluarga. Padahal, semangatnya untuk terus melanjutkan pendidikan masih sangat besar.
“Saya kaget ya, di sekolah negeri Tanjungsari ada seorang anak yang harus keluar dan tidak melanjutkan sekolahnya di kelas VIII karena masalah ekonomi,” ujar Erwan dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Kamis (23/4/2026).
Merespons hal itu, Erwan menjamin Ikhsan bisa terus melanjutkan sekolah.
Ia memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar hadir langsung membantu anak-anak di Jabar yang kekurangan secara ekonomi, khususnya Ihsan, agar cita-citanya tidak terhenti di tengah jalan.
“Saya jamin Ihsan dan semua anak-anak di Jabar terus melanjutkan sekolah sampai jenjang lebih tinggi. Nanti saya sendiri yang akan bicara dengan orangtuanya,” kata Erwan.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Wagub memberikan bantuan biaya sekolah hingga Ihsan menamatkan SMP sekaligus perlengkapan sekolah, seperti tas, sepatu, dan seragam baru.
Bagi Erwan, Ihsan bukan hanya siswa biasa. Ia melihat sosok anak yang penuh semangat, dicintai teman-temannya, dan memiliki tekad kuat untuk masa depan yang lebih baik.
“Saya berharap Ihsan terus sekolah, tunjukkan bahwa Ihsan mampu dan siap melanjutkan sekolah lebih tinggi,” tutur Erwan.
Saat ditanya perasaannya setelah mendapat perhatian langsung dari Wakil Gubernur, Ihsan hanya menjawab singkat tapi penuh makna.
“Senang, ingin lanjut sekolah,” kata Ihsan.
Ihsan mengatakan, hanya ingin terus sekolah dan tidak berhenti di tengah jalan.
Kisah Ihsan viral di media sosial saat sebuah video menunjukkan ia berpamitan dengan teman-temannya pada hari terakhir bersekolah.
Ihsan menjadi pengingat bahwa masih ada anak-anak yang harus berjuang keras hanya untuk mempertahankan hak dasarnya, yakni pendidikan.
Di balik keterbatasan ekonomi, semangat dan harapan mereka tetap menyala dan menunggu uluran tangan dan kepedulian bersama.