Advertorial

Rekomendasi Spot WFC di Yogyakarta yang Senyaman Rumah Sendiri

Kompas.com - 23/04/2026, 12:00 WIB

 

KOMPAS.com - Yogyakarta dikenal sebagai kota yang mampu memadukan tradisi dengan kemajuan kehidupan modern. Perpaduan ini menciptakan daya tarik tersendiri bagi anak muda, terutama generasi Z (Gen Z).

Di tengah denyut nadi Yogyakarta sebagai kota budaya dan pendidikan, kafe-kafe modern pun bermunculan menjadi second home bagi mahasiswa ataupun pekerja.

Salah satu spot kuliner yang tengah viral dan menjadi favorit anak muda di Yogyakarta adalah Kalluna Café.

Selain menawarkan suasana yang nyaman, restoran yang mengusung konsep Instagramable ini juga menyajikan hidangan yang lezat.

Maka tak heran, restoran ini menjadi tempat ngumpul anak muda untuk berbagai aktivitas, mulai dari work from cafe (WFC), mengerjakan tugas kuliah, hingga sekadar menghabiskan waktu bersama orang terdekat.

Manajer Operasional Kalluna Café Nur Afidah mengatakan, Kalluna Café sengaja dirancang menjadi “rumah kedua” bagi pelanggan, khususnya anak muda.

Dengan konsep indoor-outdoor yang cozy dan estetik, Kalluna berhasil menciptakan ambience yang tenang dan mendukung produktivitas.

Restoran tersebut juga menyediakan berbagai fasilitas yang membuat pengunjung betah berlama-lama di sini, seperti colokan listrik, koneksi Wi-Fi yang stabil, serta mushala.

Selain itu, dekorasi kafe yang sangat Instagramable menjadikan setiap sudut Kalluna sempurna untuk kebutuhan membuat konten visual.

Salah satu menu favoritnya adalah Klepon Cake dan Strawberry Face yang terkenal creamy dan meleleh di mulut.

Klepon Cake memiliki tekstur lembut, creamy, dan menghadirkan sensasi klepon dalam versi modern. Sementara itu, Strawberry Face menyajikan minuman menyegarkan dengan tampilan cantik dan rasa yang pas.

Menu signature ini kerap muncul di feed TikTok, Instagram, serta menjadi rekomendasi kuliner food vlogger.

“Selain menu yang variatif, kami juga memikirkan suasana dan desain tempat yang nyaman untuk membuat Kalluna Café sebagai second home bagi pengunjung,” ujar Nur Afidah.

Sediakan sistem pembayaran digital dari BRI

Sebagai restoran yang menyasar generasi muda, Nur Afidah menjelaskan bahwa Kalluna Café menerapkan sistem pembayaran yang sepenuhnya digital. Dengan demikian, pengunjung tidak perlu ribet membuka dompet untuk mengeluarkan uang tunai.

Pengunjung bisa membayar makanan dengan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) BRI dan Debit BRI.

Dengan QRIS BRImo, pembayaran bisa dilakukan cukup dengan membuka aplikasi BRImo dan melakukan scan. Pengunjung Kalluna Café pun dapat bertransaksi lebih cepat, aman, dan seamless.

“Untuk transaksi, kami sudah full digital. Ada QRIS BRI dan Debit BRI. Jadi, benar-benar menyesuaikan dengan anak muda yang serbacepat dan instan,” ujar tuturnya.

Mengelola bisnis lebih mudah

Dari sisi manajemen, Nur Afidah mengakui bahwa mereka kini mengikuti pola pikir ala gen Z yang tidak hanya memikirkan pelayanan, tetapi juga manajemen yang praktis dan mudah.

Untuk itu, pihaknya mengadopsi solusi dari BRI untuk mengoptimalkan manajemen internal bisnisnya melalui aplikasi BRI Merchant.

Melalui aplikasi tersebut, ia bisa memantau transaksi secara real-time, mengecek laporan harian hingga bulanan, mengunduh laporan settlement langsung dari ponsel, serta melihat arus uang masuk secara lebih rinci.

Fitur tersebut membantu pemilik bisnis mengambil keputusan lebih cepat dan tepat serta memastikan manajemen keuangan berjalan rapi, bahkan ketika volume pengunjung sedang tinggi.

“Kami menggunakan aplikasi BRI Merchant untuk membuat pengelolaan jadi lebih cepat dan praktis. Dengan aplikasi ini, kami bisa melacak uang yang masuk secara detail dan laporannya juga bisa diunduh,” ungkap Nur Afidah.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai QRIS BRI, Anda bisa klik tautan ini.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau