Advertorial

120 Tahun Bank Woori Saudara, Dari Simpan-Pinjam Pedagang hingga Bank Modern Lintas Negara

Kompas.com - 24/04/2026, 09:30 WIB

KOMPAS.com - Tidak banyak institusi keuangan di Indonesia yang mampu bertahan lebih dari satu abad.

Lahir pada masa kolonial, institusi ini tumbuh di tengah perubahan zaman dan terus beroperasi hingga hari ini setelah melewati berbagai fase sejarah, mulai dari pergantian rezim pemerintahan hingga krisis ekonomi yang datang silih berganti.

Dalam perjalanan waktu, institusi keuangan ini menghadapi dinamika yang tidak sederhana. Mereka harus menghadapi masa kolonial, transisi menuju kemerdekaan, serta berbagai perubahan kebijakan ekonomi nasional. Misalnya, krisis moneter 1998 hingga gejolak ekonomi global menjadi bagian dari ujian yang membentuk ulang industri perbankan.

Di tengah dinamika tersebut, terdapat satu pola yang berulang terlihat, yakni kemampuan beradaptasi menjadi kunci untuk terus berkembang mengikuti zaman. Salah satu institusi yang termasuk dalam kelompok ini adalah PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (BWS).

Bagi Bank Woori Saudara yang tahun ini genap berusia 120 tahun, cerita itu berakar dari satu komunitas sederhana.

Pada 1906, Himpoenan Saudara berdiri sebagai wadah simpan-pinjam bagi para pedagang. Aktivitasnya saat itu masih berskala kecil karena berfokus pada kebutuhan anggota. Meski demikian, aktivitas ini menjadi fondasi awal bagi perjalanan panjang menuju institusi perbankan formal.

Perubahan mulai terjadi ketika lembaga ini memperoleh izin sebagai bank tabungan pada 1955. Dari sebuah perkumpulan, ia beralih menjadi entitas yang beroperasi dalam kerangka regulasi.

Dua dekade kemudian pada 1974, bentuk hukumnya diubah menjadi perseroan terbatas bernama PT Bank Tabungan Himpunan Saudara 1906. Perubahan ini mencerminkan kebutuhan tata kelola yang semakin berkembang.

Langkah-langkah tersebut berlanjut pada 1993 dengan perubahan nama menjadi PT Bank Himpunan Saudara 1906. Memasuki era yang lebih terbuka, bank ini kemudian melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2006 melalui penawaran saham perdana yang memperkuat struktur permodalan sekaligus memperluas basis pemegang saham.

Memasuki dekade berikutnya, perubahan lanskap industri perbankan mendorong langkah transformasi yang lebih besar.

Pada 2014, Bank Saudara melakukan penggabungan usaha dengan PT Bank Woori Indonesia. Dari proses ini, lahir entitas baru bernama PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk dengan dukungan Woori Bank Korea sebagai pemegang saham strategis.

Seiring perkembangan tersebut, peran BWS turut berkembang. Selain melayani kebutuhan domestik, bank ini juga terlibat dalam memfasilitasi transaksi keuangan lintas negara, khususnya yang berkaitan dengan hubungan perdagangan antara Indonesia dan Korea Selatan.

Dalam praktiknya, fungsi ini meluas seiring meningkatnya aktivitas perdagangan internasional yang menuntut dukungan layanan perbankan lintas batas.

Di sisi lain, sebagai bank komersial, BWS tetap menjalankan fungsi dasar perbankan melalui layanan penghimpunan dana, fasilitas transaksi, serta pembiayaan bagi nasabah individu dan korporasi.

Layanan tersebut didukung oleh kanal konvensional dan digital yang berkembang mengikuti perubahan pola transaksi masyarakat.

Corporate Secretary BWS Edwin Sulaeman menilai, usia 120 tahun bukan hanya penanda sejarah, melainkan juga mencerminkan kemampuan institusi dalam menjaga kesinambungan di tengah perubahan zaman.

“Bagi kami, usia 120 tahun bukan sekadar pencapaian waktu, tetapi cerminan dari proses adaptasi yang berlangsung secara konsisten. Setiap fase memiliki tantangan tersendiri dan kemampuan untuk menyesuaikan diri menjadi faktor penting dalam menjaga relevansi,” kata Edwin dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (23/4/2026).

Edwin menambahkan, BWS berkomitmen untuk mendukung aktivitas keuangan lintas negara. Seiring perkembangan ekonomi global, pihaknya melihat kebutuhan terhadap layanan keuangan lintas batas semakin meningkat.

“Dalam konteks tersebut, bank berupaya berperan sebagai penghubung dalam mendukung aktivitas perdagangan dan transaksi internasional,” tuturnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau