KOMPAS.com – Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi siap mendorong percepatan elektrifikasi desa serta penguatan ekonomi kerakyatan melalui pembiayaan koperasi sektor riil, termasuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Deva Rachman dalam forum Solar PV and Energy Storage Forum 2026 bertema “Kopdes Merah Putih Solar PV Project: Strategic Electrification of Villages in Indonesia” di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Dalam paparannya, Deva menyatakan bahwa LPDB Koperasi merupakan instrumen strategis pemerintah dalam memperkuat koperasi melalui pembiayaan yang mudah, terjangkau, dan berkelanjutan.
“LPDB Koperasi hadir bukan sekadar sebagai lembaga penyalur dana, melainkan mitra strategis koperasi melalui pembiayaan, pendampingan, dan program inkubasi. Kami ingin koperasi menjadi motor penggerak ekonomi serta solusi atas tantangan energi di daerah,” ujar Deva dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat.
Peran strategis dalam ekosistem nasional
Sebagai badan layanan umum (BLU) di bawah Kementerian Koperasi, LPDB Koperasi memiliki mandat untuk menyalurkan dana bergulir dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kepada koperasi yang sehat dan produktif.
Selain pembiayaan, lembaga ini juga menjalankan fungsi pendampingan dan inkubasi guna memastikan keberlanjutan usaha koperasi.
Pada 2026, LPDB Koperasi menargetkan penyaluran dana sebesar Rp 2,1 triliun dengan komposisi 85 persen untuk sektor riil dan 15 persen untuk sektor simpan pinjam.
“Kami ingin memperbesar dampak ekonomi langsung ke masyarakat. Oleh karena itu, sektor riil menjadi prioritas utama, termasuk energi terbarukan seperti PLTS yang sangat relevan untuk menjawab kebutuhan desa,” jelas Deva.
PLTS berbasis koperasi jadi solusi desa
Dalam forum tersebut, Deva juga menyoroti peran penting koperasi dalam mendukung elektrifikasi desa, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Ia mencontohkan masih ada daerah yang mengalami keterbatasan akses listrik.
“Masih ada daerah yang listriknya hanya menyala beberapa jam dalam sehari. Bahkan, hasil perikanan tidak maksimal karena tidak adanya cold storage. PLTS berbasis koperasi bisa menjadi solusi konkret untuk persoalan ini,” ucapnya.
Dengan program Koperasi Desa Merah Putih yang ditargetkan mencapai 83.000 unit di seluruh Indonesia, LPDB Koperasi melihat peluang besar untuk mendorong pengembangan energi terbarukan berbasis komunitas.
“Kami mendorong terbentuknya koperasi di sektor energi, termasuk PLTS. Ini bukan hanya soal listrik, tetapi juga peningkatan produktivitas ekonomi desa,” tambahnya.
Pembiayaan ramah koperasi
LPDB Koperasi sendiri menawarkan skema pembiayaan yang kompetitif dan inklusif. Bunga layanan yang diberikan relatif rendah, yakni 6,5 persen untuk skema konvensional atau setara 3 persen flat untuk skema syariah.
Selain itu, pengajuan pembiayaannya kini semakin mudah melalui sistem digital e-proposal, dengan waktu persetujuan yang relatif cepat.
“Jika seluruh persyaratan terpenuhi, pembiayaan bisa diselesaikan dalam 21 hari kerja. Tidak ada biaya provisi, tidak ada biaya administrasi, dan tanpa penalti apabila pelunasan dipercepat,” tegas Deva.
Adapun plafon pembiayaan yang tersedia berkisar antara Rp 500 juta hingga Rp 250 miliar per koperasi dengan tenor maksimal hingga 10 tahun untuk kebutuhan investasi.
Penguatan melalui inkubasi
Selain pembiayaan, LPDB Koperasi juga menjalankan program inkubasi tahunan yang melibatkan lembaga inkubator dari berbagai perguruan tinggi dan institusi profesional.
Program ini berlangsung selama enam bulan untuk meningkatkan kapasitas bisnis koperasi.
“Pendanaan saja tidak cukup. Koperasi juga perlu diperkuat dari sisi manajemen, bisnis, dan inovasi. Di sinilah, peran inkubasi dan pendampingan kami,” jelas Deva.
Di akhir paparannya, Deva mengajak pelaku industri, asosiasi, dan komunitas untuk membentuk koperasi sebagai wadah kolektif dalam mengakses pembiayaan dan mengembangkan usaha, termasuk di sektor energi terbarukan.
“Momentum ini harus dimanfaatkan. Dengan koperasi yang kuat dan dukungan pembiayaan dari LPDB Koperasi, kita bisa menghadirkan solusi nyata bagi elektrifikasi desa dan kemandirian energi nasional,” ucapnya.