Advertorial

Peringati Hari Bumi 2026, Telkom Perkuat Transformasi Hijau lewat Konservasi Pesisir

Kompas.com - 24/04/2026, 18:42 WIB

KOMPAS.com – Bertepatan dengan peringatan Hari Bumi 2026, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom menegaskan bahwa agenda keberlanjutan tidak lagi diposisikan sebagai program pendukung, tetapi bagian dari arah bisnis jangka panjang perusahaan.

Komitmen itu antara lain ditunjukkan melalui aksi konservasi pesisir di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang dikaitkan dengan rencana percepatan transformasi hijau menuju 2030.

Pada kegiatan yang digelar di Pantai Pandanan, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, NTB, Kamis (23/4/2026), Telkom menanam 10.000 mangrove dan melakukan transplantasi 2.000 terumbu karang.

Kegiatan tersebut dijalankan bersama mitra strategis dan melibatkan masyarakat setempat sebagai bagian dari pelestarian ekosistem pesisir serta penguatan kolaborasi multipihak.

Langkah itu merupakan bagian dari implementasi inisiatif keberlanjutan GoZero% - Sustainability Action by Telkom Indonesia, terutama pada pilar Save Our Planet yang berfokus pada pengurangan dampak lingkungan, perlindungan ekosistem, dan percepatan transisi menuju operasional rendah karbon.

Senior General Manager (SGM) Social Responsibility Telkom Hery Susanto mengatakan, Hari Bumi menjadi momentum untuk menegaskan bahwa pertumbuhan digital harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab lingkungan.

Telkom, lanjutnya, memandang bahwa keberlanjutan bukan sekadar program pendukung, melainkan bagian dari strategi bisnis jangka panjang.

“Melalui konservasi mangrove dan terumbu karang, kami ingin menghadirkan manfaat nyata bagi ekosistem pesisir, masyarakat sekitar, serta memastikan pembangunan infrastruktur digital tetap selaras dengan kelestarian alam,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (24/4/2026).

Pemilihan lokasi konservasi sendiri tidak dilakukan tanpa alasan. Kawasan tersebut berada di sekitar jalur Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) TelkomGroup Mandalika–Sanur.

Telkom menyelenggarakan program konservasi lingkungan melalui penanaman 10.000 mangrove dan transplantasi 2.000 terumbu karang di Pantai Pandanan, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Kamis (23/4). dok. Telkom Telkom menyelenggarakan program konservasi lingkungan melalui penanaman 10.000 mangrove dan transplantasi 2.000 terumbu karang di Pantai Pandanan, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Kamis (23/4).

Oleh karena itu, konservasi pesisir juga memiliki nilai strategis bagi keberlanjutan infrastruktur konektivitas digital milik perusahaan.

Menurut Telkom, terang Hery, ekosistem pesisir yang sehat dapat membantu mendukung ketahanan kawasan dari abrasi dan perubahan lingkungan yang berpotensi memengaruhi infrastruktur tersebut.

Dari sisi lingkungan, mangrove berperan sebagai pelindung alami pesisir dari abrasi, penyerap karbon biru, serta habitat berbagai biota laut.

Sementara itu, terumbu karang penting untuk menjaga keanekaragaman hayati laut dan menopang aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, termasuk sektor perikanan dan pariwisata.

Maka dari itu, konservasi di Lombok Utara diharapkan tidak hanya memberi dampak ekologis, tetapi juga sosial-ekonomi secara berkelanjutan.

Upaya berkelanjutan

Aksi di Lombok Utara juga menjadi bagian dari rangkaian langkah yang telah dijalankan Telkom sepanjang 2025.

Telkom telah mengumpulkan lebih dari 3,3 ton sampah plastik atau setara 177.915 botol melalui pemanfaatan Reverse Vending Machine (RVM) di Telkom Hub Jakarta.

Selain itu, Telkom juga menjalankan pengelolaan sirkular limbah kabel serat optik dengan tingkat pemulihan mencapai 73 persen, serta melakukan standardisasi gedung ramah lingkungan melalui sertifikasi internasional Excellence in Design for Greater Efficiencies (EDGE).

Pada level yang lebih strategis, Telkom juga menegaskan arah adaptasi iklimnya melalui Climate Transition Plan sebagai panduan transformasi menuju operasional rendah karbon dan target Net Zero Emission 2060.

Pada fase awal 2023–2030, perusahaan menetapkan sejumlah sasaran, mulai dari pengurangan 20 persen emisi gas rumah kaca cakupan 1 dan 2, penurunan konsumsi energi hingga 10 persen lewat modernisasi teknologi jaringan, pembangunan panel surya berkapasitas lebih dari 14 MWp, hingga reduksi sampah minimal 70 persen.

Vice President (VP) Sustainability Telkom Gunawan Wasisto Ciptaning Andri mengatakan, transformasi hijau tidak hanya ditentukan oleh investasi besar, tetapi juga oleh konsistensi langkah yang dijalankan secara kolektif.

“Kami percaya perubahan besar dimulai dari aksi sederhana yang dilakukan secara kolektif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, Telkom akan terus mendorong budaya ramah lingkungan di seluruh lini bisnis, mulai dari perilaku sehari-hari insan TelkomGroup hingga pengelolaan infrastruktur digital,” katanya.

Melalui inisiatif sustainability GoZero% yang terintegrasi, Telkom berkomitmen menghadirkan pertumbuhan bisnis yang selaras dengan pelestarian lingkungan serta memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat dan generasi mendatang.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau