Advertorial

Cara Modern Menikmati Jajanan Pasar Legendaris di Kartiko Heritage Surabaya

Kompas.com - 24/04/2026, 18:51 WIB

KOMPAS.com – Surabaya tidak hanya dikenal sebagai Kota Pahlawan, tetapi juga surganya kuliner tradisional Nusantara. Bagi pencinta jajanan pasar autentik, Kartiko Heritage di kawasan Darmo bisa menjadi destinasi yang tepat untuk mengisi akhir pekan.

Rumah makan ini menawarkan pengalaman nostalgia lewat sajian kuliner tradisional yang dikemas dengan sentuhan modern. Lokasinya strategis di Jalan Raya Darmo Permai Nomor 45-47, Pakis, Surabaya, Jawa Timur, membuatnya mudah dijangkau dari berbagai penjuru kota.

Konsepnya sederhana tapi kuat, yakni melestarikan cita rasa jajanan pasar legendaris agar tetap relevan di era digital. Di tengah gempuran kafe modern dan restoran waralaba internasional, Kartiko Heritage hadir sebagai oasis bagi mereka yang merindukan cita rasa masa lalu.

Perpaduan arsitektur Jawa dan Tionghoa

Begitu memasuki area Kartiko Heritage, pengunjung disambut bangunan unik yang memadukan unsur arsitektur Jawa dan Tionghoa. Material kayu mendominasi struktur rumah makan, menciptakan kesan hangat dan elegan di tengah hiruk-pikuk kawasan Darmo yang modern.

Ornamen khas Jawa seperti sangkar burung berpadu harmonis dengan guci dan lampion bergaya Tionghoa. Di area indoor, meja dan kursi panjang ala angkringan Jawa tertata rapi, sementara lampu gantung berbentuk lampion menerangi ruangan dengan cahaya lembut.

Perpaduan itu bukan sekadar konsep estetika. Pemilik Kartiko Heritage Goey Hok Wei yang memiliki latar belakang peranakan Tionghoa memang sangat menghargai tradisi kuliner Jawa. Visi ini terwujud dalam setiap sudut bangunan yang menghadirkan nostalgia tanpa terasa ketinggalan zaman.

Koleksi jajanan pasar dengan sentuhan kekinian

Keunikan Kartiko Heritage terletak pada koleksi jajanan pasar yang tersaji rapi di rak-rak begitu pengunjung memasuki pintu utama. Aneka kue basah seperti lumpia, dadar gulung, kue lumpur, lemper, bolu gulung, hingga lapis Surabaya tertata dengan menarik.

Semua jajanan yang tersaji dibuat dari bahan alami dengan resep turun-temurun. Rasa autentiknya terjaga, tetapi penyajiannya dikemas secara modern sehingga mudah dinikmati atau dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Selain jajanan pasar, Kartiko Heritage juga menyajikan beragam menu makanan berat khas Nusantara dan peranakan. Ada rujak cingur, gado-gado, nasi pecel, nasi goreng, rawon, hingga menu seafood seperti nasi amoy dan nasi segara.

Menu minuman tradisional seperti wedang jahe, beras kencur, sari dele, kolak, es blewah, dan es sirsak juga tersedia untuk melengkapi santap siang atau sore. Suasana tenang di tempat ini membuat pengalaman kuliner terasa lebih istimewa, cocok untuk dikunjungi bersama keluarga maupun teman.

Transaksi praktis tanpa uang tunai

Bagi pengunjung yang terbiasa dengan gaya hidup digital, Kartiko Heritage menyediakan sistem pembayaran yang praktis. Mereka tidak perlu lagi menyiapkan uang tunai atau mencari ATM di sekitar lokasi.

Cukup membuka aplikasi BRImo, melakukan scan QRIS BRI, dan transaksi selesai dalam hitungan detik. Sistem ini juga memudahkan wisatawan yang berkunjung dari luar kota dan tidak ingin membawa uang tunai dalam jumlah besar.

Goey menjelaskan, penerapan sistem pembayaran digital memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, baik pengunjung maupun pengelola.

"Kalau mau terjun di food and beverage, hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat makanan atau minuman yang enak. Kedua, pelayanan. Terakhir, perhatikan konsisten menu, harus benar-benar dijaga," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya mengikuti perkembangan zaman, terutama dalam hal sistem pembayaran.

"Mau tidak mau kita harus mengikuti zaman. Sekarang sudah zamannya digital. Jadi, kita sangat diuntungkan sekali dengan kemajuan teknologi," ucapnya.

Pengelolaan bisnis lebih efisien

Dari sisi pengelola, Goey mengaku sangat terbantu dengan sistem pembayaran digital dari BRI. Ia tidak perlu lagi menyediakan banyak uang kembalian tunai. Semua transaksi tercatat otomatis dan dapat dicek kapan saja melalui sistem rekening.

Transaksi yang sepenuhnya non-tunai juga membuat arus keuangan lebih tertata. Dana yang masuk tercatat secara otomatis dan dapat dipantau setiap hari sehingga pengelola dapat mengelola arus kas dengan lebih rapi dan efisien.

Hal ini penting, mengingat Kartiko Heritage melayani pengunjung dengan volume yang cukup tinggi, terutama saat akhir pekan atau musim liburan. Dengan sistem digital, pengelola dapat fokus pada kualitas pelayanan tanpa harus repot menghitung uang tunai.

Fasilitas lengkap untuk kenyamanan pengunjung

Kartiko Heritage tidak hanya mengandalkan cita rasa dan konsep tradisional. Fasilitas penunjang seperti area parkir luas, tempat makan indoor dan outdoor, mushala, toilet, hingga spot foto Instagramable juga tersedia untuk kenyamanan pengunjung.

Rumah makan ini buka setiap hari. Pada hari Senin hingga Jumat, operasional dimulai pukul 08.00 hingga 20.00 WIB. Sementara pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu, pintu dibuka lebih awal, yakni pukul 07.00 hingga 20.00 WIB.

Dengan konsep yang unik, menu autentik, dan sistem pembayaran modern, Kartiko Heritage menjadi bukti bahwa bisnis kuliner tradisional mampu tetap relevan di era digital. Dukungan teknologi pembayaran dari BRI membantu tempat ini memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung.

Bagi wisatawan atau warga Surabaya yang merindukan cita rasa jajanan pasar legendaris, Kartiko Heritage adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Rasakan nostalgianya, nikmati tradisinya, dan abadikan momennya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau