Advertorial

Empuk dan Gurih, Sate Cempe Lemu Jadi Daya Tarik Kuliner Tegal

Kompas.com - 24/04/2026, 20:03 WIB

KOMPAS.com - Tegal, kota yang berada di tepi utara Pulau Jawa, menyimpan sejarah panjang dan tradisi kuliner yang tak lekang oleh waktu.

Salah satu kuliner ikonik yang menjadi kebanggaan kota itu adalah sate kambing khas Tegal. Hidangan unik berbahan dasar daging kambing ini begitu mudah ditemui di setiap sudut kota, seakan menjadi penghias kuliner yang tak terpisahkan dari identitas Tegal.

Popularitas sate kambing di kota tersebut bukan tanpa alasan. Kota ini memiliki tradisi mengolah daging kambing yang sudah turun-temurun dengan bumbu rempah khas yang menciptakan cita rasa berbeda dari daerah lain.

Kultur masyarakat yang gemar mengonsumsi hidangan berbahan kambing juga membuat usaha kuliner ini terus berkembang dan lestari hingga kini.

Dari sekian banyak warung sate kambing di Tegal, Sate Cempe Lemu menjadi salah satu yang terbaik dan paling diminati.

Kuliner khas ini berbahan dasar daging kambing muda atau cempe. Sementara, nama "lemu" diambil dari tekstur dagingnya yang empuk dan berlemak serta memberikan sensasi rasa gurih dan empuk pada setiap gigitan.

Manager Sate Cempe Lemu Arba mengatakan, usaha Sate Cempe Lemu bermula dari kecintaan mereka terhadap kuliner.

Mereka kerap bereksperimen dengan berbagai racikan bumbu untuk membuahkan hasil yang memuaskan.

"Awalnya itu, kami suka masak dan coba racik-racik bumbu dan ternyata enak. Nah, kami akhirnya coba buka cabang pertama di Jalan Ahmadiani, Kota Tegal pada 4 Februari 2020," ujar Arba.

Arba menambahkan, keunggulan Sate Cempe Lemu terletak pada kelezatan sate dan sayuran pelengkapnya yang sangat nikmat.

"Perbedaannya Sate Cempe Lemu dengan sate lainnya, yang pertama satenya enak dan juicy, sayurnya juga enak. Berkat itu, kami menjadi tujuan utama kuliner khas Tegal," terangnya.

Berkat konsistensi dalam menjaga kualitas, Sate Cempe Lemu terus ramai dikunjungi pelanggan.

Hal tersebut mendorong mereka untuk terus berkembang dengan membuka cabang baru. Saat ini, Sate Cempe Lemu telah memiliki tujuh cabang, empat di Kabupaten Tegal dan tiga di Kota Tegal.

Adopsi pembayaran digital untuk tingkatkan pelayanan

Seiring dengan meningkatnya jumlah pelanggan, Sate Cempe Lemu menghadapi tantangan baru, yakni antrean panjang yang kerap terjadi, terutama di jam-jam ramai.

Untuk mengatasi hal tersebut dan memberikan kenyamanan lebih kepada pelanggan, manajemen memutuskan untuk mengadopsi sistem pembayaran digital dari BRI.

"Alhamdulillah, saking banyaknya pelanggan Cempe Lemu, kadang bikin antrean panjang. Kami ingin membuat pelanggan nyaman dalam pembayaran. Makanya, kami memutuskan untuk pakai mesin dari BRI, EDC dan QRIS," kata Arba.

Sate Cempe Lemu mengadopsi penggunaan EDC dan QRIS BRI untuk mempermudah pembayaran dan meningkatkan produktivitas operasional. Dok. Istimewa Sate Cempe Lemu mengadopsi penggunaan EDC dan QRIS BRI untuk mempermudah pembayaran dan meningkatkan produktivitas operasional.

Arba menambahkan, penggunaan EDC dan QRIS BRI membawa berbagai manfaat signifikan bagi operasional Sate Cempe Lemu.

Pertama, kecepatan transaksi yang meningkat drastis sehingga antrean dapat bergerak lebih cepat. Kedua, monitoring transaksi menjadi lebih mudah karena semua tercatat secara digital.

Ketiga, dirasakan adalah tidak perlu pusing menyiapkan uang kembalian, terutama saat ramai pengunjung.

Keempat, keamanan uang lebih terjamin karena langsung masuk ke rekening sehingga tidak perlu khawatir kehilangan uang tunai.

Arba mengungkapkan, fitur yang paling disukainya adalah adanya notifikasi suara yang memudahkan konfirmasi pembayaran.

"Yang paling senang sih ada notifikasi suaranya. Jadi, kami langsung bisa cek. Misalnya, 'uang masuk Rp 692.000' itu (kami) langsung tahu," ujarnya.

Tak hanya itu, dengan hadirnya BRI sebagai solusi metode pembayaran turut mendukung digitalisasi yang saling memudahkan, baik bagi para pengunjung maupun para pemilik usaha.

Sistem pembayaran digital ini membuktikan bahwa teknologi dapat membantu UMKM, baik skala besar maupun kecil, untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Keberhasilan Sate Cempe Lemu dalam mengadopsi teknologi pembayaran digital menjadi contoh bahwa bisnis kuliner tradisional pun dapat berinovasi tanpa menghilangkan cita rasa khas yang menjadi identitasnya.

Dengan tujuh cabang yang terus berkembang dan sistem pembayaran yang modern, Sate Cempe Lemu siap terus melayani pelanggan dengan lebih baik.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau