KOMPAS.com – Cakupan peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini nyaris menjangkau seluruh penduduk Indonesia.
Di balik capaian itu, Badan Penyelenggar Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih menghadapi pekerjaan rumah besar, yakni mendorong masyarakat untuk tetap aktif sebagai peserta serta lebih sadar menjaga kesehatan sejak dini.
Anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Rukijo mengatakan, sejak mulai beroperasi pada 2014, BPJS Kesehatan telah menghadirkan banyak kemajuan, baik dari sisi layanan maupun partisipasi masyarakat.
“Dalam perjalanan lebih dari 12 tahun ini, banyak kemajuan yang telah kami raih. Saat ini, hampir 99 persen penduduk Indonesia sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan,” ujar Rukijo dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (24/4/2026).
Meski demikian, cakupan kepesertaan tersebut belum sepenuhnya sejalan dengan tingkat keaktifan peserta dalam memanfaatkan layanan secara berkesinambungan.
Menurut Rukijo, masih banyak masyarakat yang baru mengurus (kepesertaan) saat sedang membutuhkan layanan kesehatan.
“Masih ada PR bagi kami, yaitu mendorong peserta yang belum aktif agar benar-benar memanfaatkan kepesertaannya. Selama ini masih banyak yang baru mengurus BPJS ketika sedang membutuhkan layanan kesehatan,” jelasnya.
Oleh karena itu, BPJS Kesehatan menilai, edukasi soal hak dan kewajiban peserta tetap menjadi hal penting. Pemahaman yang lebih baik dapat membantu masyarakat memanfaatkan jaminan kesehatan secara lebih optimal, bukan hanya saat kondisi darurat.
“Kami ingin seluruh masyarakat memahami bagaimana jaminan kesehatan ini bekerja sehingga bisa berperan aktif dan mendapatkan layanan secara lebih lengkap,” tambah Rukijo.
Gandeng mitra edukasi
Untuk memperluas jangkauan edukasi, BPJS Kesehatan menggandeng berbagai mitra. Salah satunya menunjuk tokoh publik. Salah satunya dengan menunjuk selebritas Raffi Ahmad sebagai Duta Kehormatan BPJS Kesehatan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci untuk memperkuat sistem program JKN yang dibangun dengan semangat gotong royong.
“Program itu dibangun dengan semangat gotong royong. Saat ini, setiap hari terjadi sekitar dua juta transaksi layanan kesehatan. Hal ini menunjukkan tingginya pemanfaatan layanan oleh masyarakat,” ujarnya.
Di tengah kondisi tersebut, BPJS Kesehatan juga menyoroti tantangan baru yang kian terlihat, yakni peningkatan kasus penyakit tidak menular pada kelompok usia muda.
Menurut Prihati, tren itu menjadi alarm bahwa edukasi kesehatan tidak cukup berhenti pada akses layanan, tetapi juga harus menyentuh upaya promotif dan preventif.
“Kami melihat ada peningkatan kasus hipertensi dan diabetes pada generasi muda. Ini menjadi perhatian bersama untuk mendorong upaya promotif dan preventif,” tegasnya.
Perkuat kampanye hidup sehat bagi generasi muda
Sorotan terhadap kondisi generasi muda tersebut mendorong BPJS Kesehatan untuk memperkuat kampanye hidup sehat.
Kampanye ini tidak hanya memberikan pemahaman tentang manfaat menjadi peserta JKN, tetapi juga menyadarkan generasi muda bahwa menjaga kesehatan sejak awal adalah investasi jangka panjang.
Sebagai Duta Kehormatan BPJS Kesehatan, Raffi Ahmad mengatakan, ia ingin ikut mengedukasi generasi muda agar tidak menunda kepedulian terhadap kesehatan hingga jatuh sakit.
“Saya ingin menyampaikan kepada generasi muda bahwa hidup sehat itu dimulai dari sekarang, jangan menunggu sakit. Program JKN ini sangat penting karena kesehatan adalah kebutuhan dasar semua orang,” kata Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni itu.
Raffi menilai, gaya hidup sehat bisa dimulai dari langkah-langkah sederhana dalam keseharian, mulai dari menjaga pola pikir, memperhatikan asupan makanan, hingga rutin beraktivitas fisik.
Menurut dia, menjaga kesehatan tidak hanya berdampak pada kualitas hidup individu, tetapi juga menentukan kesiapan generasi muda dalam menghadapi masa depan.
“Hidup sehat itu dimulai dari pikiran yang positif, pola makan yang baik, dan rutin berolahraga. Saya sendiri masih aktif lari dan sudah mengikuti beberapa ajang maraton dunia,” tuturnya.