JAKARTA, KOMPAS.com — Korea memperkuat strategi untuk menggarap pasar meeting, incentives, conventions, and exhibitions (MICE) dari Indonesia.
Langkah itu dijalankan lewat kombinasi dukungan penyelenggaraan acara, penguatan jejaring industri, serta pengemasan pengalaman khas Korea, agar perjalanan bisnis tidak berhenti sebagai agenda korporat semata.
Strategi tersebut dipaparkan Executive Director of Korea MICE Bureau, Korea Tourism Organization (KTO), Lee In-sook dalam wawancara eksklusif bersama Kompas.com di sela agenda 2026 Korea MICE Roadshow & MICE Night di Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Lee menjelaskan, Korea MICE Bureau bertugas mempromosikan Korea sebagai destinasi MICE global serta memperluas daya tarik penyelenggaraan acara internasional di negara itu.
Lembaga tersebut juga merancang program dukungan bagi penyelenggara acara internasional dan memperkuat kerja sama dengan pelaku industri perjalanan serta mitra dari berbagai negara.
“Kami mempromosikan seluruh Korea sebagai destinasi MICE dan bekerja sama dengan berbagai kota di Korea yang dapat menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara MICE. Tujuan utama kami adalah menarik lebih banyak acara MICE ke Korea,” kata Lee, Jumat.
Indonesia jadi mitra strategis
Bagi KTO, Indonesia bukan sekadar pasar potensial, melainkan mitra strategis yang penting dalam pasar MICE Korea.
KTO menilai Indonesia memiliki peluang pertumbuhan yang besar. Hal ini ditopang populasi yang besar, pertumbuhan ekonomi yang stabil, serta tren kunjungan wisatawan ke Korea yang terus meningkat.
Pada 2025, jumlah wisatawan Indonesia ke Korea disebut mencatatkan rekor 365.596 orang. Tren ini menjadi salah satu landasan bagi KTO untuk memperkuat kemitraan dengan pasar Indonesia.
Lee mengatakan, tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap Korea menjadi modal yang ingin diubah menjadi keputusan yang lebih konkret, termasuk dalam memilih Korea sebagai destinasi corporate meeting ataupun incentive tour.
“Kami mengetahui bahwa minat dan popularitas Korea di Indonesia sangat besar. Karena itu, strategi kami adalah memperkenalkan Korea dengan baik melalui program-program yang bisa dijalankan saat rombongan datang ke Korea,” ujarnya.
Tak hanya jual venue
Lee menegaskan, Korea tidak hanya ingin dikenal sebagai lokasi penyelenggaraan acara, tetapi juga sebagai destinasi yang memberi pengalaman menyeluruh bagi peserta.
Upaya tersebut diwujudkan dengan menyediakan program yang memungkinkan para pengunjung merasakan unsur-unsur khas Korea saat menyusun agenda ataupun tur.
“Kami ingin para pengunjung tidak hanya puas terhadap acara MICE-nya, tetapi juga terhadap pengalaman mereka selama tinggal di Korea,” katanya.
Penekanan pada pengalaman itu sejalan dengan strategi KTO yang membangun pengalaman MICE khas Korea melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, convention bureau regional, dan perusahaan swasta.
KTO juga menonjolkan perpaduan teknologi, K-culture, dan infrastruktur kelas dunia sebagai bagian dari daya saing Korea di pasar global.
Lee menambahkan, kepuasan peserta selama berada di Korea diharapkan tidak berhenti pada satu kunjungan.
“Kami berharap, setelah datang untuk acara MICE, mereka nantinya ingin datang lagi secara pribadi bersama keluarga. Oleh karena itu, kami berupaya semaksimal mungkin agar mereka puas saat datang ke Korea untuk acara MICE,” ujar Lee.
KTO siapkan dukungan berlapis
Untuk mendukung strategi tersebut, KTO berkomitmen untuk menjalankan dan memperluas berbagai program bantuan bagi grup MICE internasional. Dukungan ini mencakup pemberian suvenir, subsidi tiket masuk dan program pengalaman di destinasi mitra, serta dukungan operasional acara, seperti makan siang, makan malam, dan pertunjukan budaya.
Lee menambahkan, tingkat dukungan yang diberikan berbeda sesuai ukuran rombongan.
Executive Director of Korea MICE Bureau, Korea Tourism Organization (KTO), Lee In-sook (kiri) bersama Director Korea Tourism Organization Jakarta Office Kim Ji-sun. “Dukungan seperti ini diberikan secara berbeda sesuai ukuran grup. Pada dasarnya, kami memberikan insentif ini kepada grup MICE dengan minimal 10 peserta dari luar negeri dan tinggal setidaknya dua hari atau lebih,” ujarnya.
Khusus untuk grup besar, KTO menyiapkan dukungan tambahan yang lebih disesuaikan. Untuk rombongan berjumlah 300 peserta atau lebih, misalnya, tersedia dukungan khusus, seperti pre-site inspection, biaya operasional acara, pengalaman K-content, dan layanan hospitality.
“Untuk grup dengan 300 orang atau lebih, kami memberikan dukungan yang lebih khusus, seperti layanan hospitality saat tiba di bandara atau kesempatan untuk merasakan K-content dengan lebih baik,” kata Lee.
Dorong aktivitas MICE ke luar wilayah utama
Selain memperkuat dukungan untuk grup besar, Korea juga mendorong penyebaran aktivitas MICE ke wilayah yang lebih luas.
Mulai 2026, KTO memberikan manfaat tambahan dengan menaikkan tingkat dukungan satu level bagi grup yang menginap minimal satu malam di luar wilayah Seoul, Gyeonggi, Incheon, dan Jeju.
Manfaat itu juga berlaku bagi grup yang menyelenggarakan acara selama lebih dari empat jam di convention center, Korea Unique Venue, atau hotel bintang lima.
Langkah tersebut diarahkan untuk mendorong pengembangan pariwisata daerah serta menarik corporate meeting dan incentive tour dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
“Untuk grup yang pergi ke wilayah di luar kawasan utama, seperti Seoul, Incheon, Gyeonggi, dan Jeju, kami meningkatkan level dukungan sehingga mereka bisa mendapatkan manfaat yang lebih besar,” ujar Lee.
Roadshow di Jakarta jadi bagian strategi
Strategi Korea itu juga dijalankan melalui kegiatan 2026 Korea MICE Roadshow & MICE Night in Jakarta. Menurut Lee, kegiatan ini diselenggarakan untuk memperkenalkan Korea sebagai destinasi MICE yang menarik sekaligus memperkuat kerja sama antara industri perjalanan Korea dan Indonesia.
Tujuan utamanya adalah mencakup promosi Korea sebagai destinasi MICE, perluasan jaringan antara agen perjalanan dan pelaku industri, penyampaian informasi mengenai program dukungan untuk corporate meeting dan incentive tour, serta pengenalan destinasi baru.
Lee mengatakan, roadshow itu dirancang agar pelaku industri MICE di Indonesia semakin mempertimbangkan Korea sebagai destinasi kegiatan mereka.
“Kami datang untuk mengadakan Korea MICE Roadshow agar pelaku industri MICE di Indonesia semakin mempertimbangkan Korea sebagai destinasi MICE, semakin mengenalnya, dan pada akhirnya dapat mengirim lebih banyak incentive group ataupun corporate meeting ke Korea,” kata Lee.
Agenda itu, imbuhnya, juga menjadi ruang pertemuan langsung antara pelaku industri dari kedua negara.
“Kami mengundang agen perjalanan dan lembaga terkait MICE di Indonesia agar industri MICE Korea dan Indonesia bisa membangun jaringan, saling bertukar. Pada akhirnya, benar-benar mendorong grup untuk datang ke Korea,” ujarnya.
24 perusahaan korea bertemu ratusan pelaku industri indonesia
Roadshow tersebut dibagi ke dalam dua sesi berbeda. Pada sesi pertama, yakni Travel Mart, sebanyak 24 perusahaan industri perjalanan Korea bertemu dengan sekitar 110 pelaku industri perjalanan dari Indonesia.
Para peserta berasal dari berbagai sektor, termasuk Convention and Visitors Bureau (CVB), agen perjalanan MICE inbound, penyelenggara pertunjukan, dan hotel.
Pada sesi Travel Mart di agenda 2026 Korea MICE Roadshow & MICE Night in Jakarta, sebanyak 24 perusahaan industri perjalanan Korea bertemu dengan sekitar 110 pelaku industri perjalanan dari Indonesia. “Dalam Travel Mart, pelaku industri MICE Korea yang datang bersama kami melakukan konsultasi dengan pelaku industri Indonesia sambil memperkenalkan dan menjelaskan konten MICE yang dimiliki Korea,” papar Lee.
KTO berharap, forum tersebut dapat memberikan informasi yang praktis sekaligus membuka peluang bisnis yang nyata.
Pada sesi kedua, Korea MICE Night, peserta mendapatkan pemaparan mengenai tren MICE Korea dan program dukungan yang tersedia, disertai sesi networking.
KTO juga menghadirkan pertunjukan media performance berbasis K-dance dari Saengdonggam Crew untuk memeriahkan acara.
“Pada sesi kedua, melalui Korea MICE Night, kami akan memperkenalkan lebih luas soal sistem dukungan dan penawaran MICE Korea,” ujarnya.
Ingin jadi mitra tepercaya
KTO menilai, Korea memiliki keunggulan kompetitif yang berbeda, mulai dari infrastruktur MICE kelas dunia, destinasi yang beragam, K-culture yang memimpin tren global, seperti K-pop dan K-drama, sistem transportasi yang nyaman, hingga dukungan pemerintah yang sistematis.
Ke depan, KTO akan memperluas dukungan nyata agar perusahaan dan pelaku industri perjalanan Indonesia dapat menyelenggarakan acara di Korea dengan lebih mudah dan efisien.
KTO pun ingin lebih banyak perusahaan dan pelaku industri perjalanan Indonesia memilih Korea sebagai destinasi MICE berikutnya.
“Kami berharap semakin banyak perusahaan dan pelaku industri perjalanan Indonesia memilih Korea sebagai destinasi MICE berikutnya, dan kami akan menjadi mitra tepercaya dalam mendukung penyelenggaraan acara yang sukses,” kata Lee.