Advertorial

Dukung Menkomdigi, TelkomGroup Ciptakan Ruang Digital Aman bagi Anak Melalui PP Tunas

Kompas.com - 29/04/2026, 10:11 WIB

KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menghadiri Sidang Terbuka Senat Wisuda Telkom University Periode II Tahun Akademik 2025/2026 di Telkom University Convention Hall, Bandung, Jawa Barat (Jabar), Sabtu (25/4/2026).

Pada kesempatan tersebut, Menkomdigi menekankan peran penting literasi digital, etika teknologi, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan ruang digital yang aman bagi generasi muda.

Hal tersebut sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).

Menkomdigi didampingi Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Dian Siswarini dan Direktur Wholesale & International Service Telkom Budi Satria Dharma Purba. Mereka disambut Rektor Telkom University Prof Dr Suyanto beserta jajaran.

Momentum wisuda ini menjadi titik strategis untuk memperkuat nilai-nilai kepemimpinan, etika digital, serta kesiapan menghadapi tantangan industri. Melalui sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan memiliki literasi digital unggul, Indonesia diharapkan semakin siap menggapai visi Indonesia Emas 2045.

Dalam sambutannya, Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan bahwa lulusan Telkom University sebagai bagian dari institusi yang menjadi jantung digital dan inovasi nasional.

Selain dibekali gelar akademik, mereka juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menavigasi masa depan digital Indonesia.

Ia menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting bagi keberlanjutan bangsa, termasuk dalam mendukung penciptaan ruang digital yang aman, sehat, dan berkeadilan sebagaimana diamanatkan dalam PP Tunas.

“Dengan bekal ilmu ini, adik-adik tidak sekadar mengikuti arus digitalisasi, tapi juga berani mengambil peran sebagai penggerak. Ilmu ini juga menjadi bekal untuk menciptakan nilai, memperluas manfaat teknologi, dan memperkuat daya saing bangsa, khususnya di bidang digital,” ujar Menkomdigi dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (28/4/2026).

Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid memberikan sambutan dalam agenda Sidang Terbuka Senat Wisuda Telkom University Periode II Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Telkom University Convention Hall, Bandung, Sabtu (25/4). Dok. Telkom Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid memberikan sambutan dalam agenda Sidang Terbuka Senat Wisuda Telkom University Periode II Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Telkom University Convention Hall, Bandung, Sabtu (25/4).

Menkomdigi menegaskan, tantangan ruang digital saat ini tidak hanya terkait percepatan teknologi, tapi juga peningkatan misinformasi dan berbagai risiko di ruang siber. Oleh karena itu, generasi muda memiliki peran penting sebagai agen literasi digital di tengah masyarakat.

Ia menilai, misinformasi merupakan tantangan global menurut World Economic Forum 2025. Ia meminta lulusan Telkom menjadi pandu-pandu literasi digital di daerah masing-masing.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh kalian untuk menjadi penjaga kebenaran di tengah banjir informasi ini,” tuturnya.

Sebagai digital telco company terdepan di Indonesia, TelkomGroup turut mendukung penuh implementasi kebijakan pemerintah tersebut, baik melalui kebijakan layanan maupun inovasi untuk pelanggan dan masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan keamanan digital, penguatan implementasi perlindungan data pribadi, serta pengembangan solusi digital yang aman dan bertanggung jawab.

Selain memperluas konektivitas nasional dan memastikan keamanan siber pada layanan yang dimiliki, Telkom juga aktif menghadirkan berbagai program edukasi bagi generasi muda dan komunitas pendidikan di berbagai daerah.

Adapun edukasi yang diberikan meliputi etika bermedia digital, keamanan siber, serta pemanfaatan teknologi secara positif.

Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi nyata TelkomGroup dalam mendukung implementasi PP TUNAS serta mendorong penciptaan ekosistem digital nasional yang sehat dan inklusif.

Sebagai bagian dari kontribusi berkelanjutan dalam pengembangan sumber daya manusia, Yayasan Pendidikan Telkom memiliki peran strategis melalui ekosistem pendidikan yang terintegrasi, mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.

Pada tingkat pendidikan dasar hingga menengah, Yayasan Pendidikan Telkom menanamkan fondasi karakter, literasi, serta pemahaman awal teknologi digital.

Sementara itu, pada jenjang pendidikan tinggi, Telkom University diarahkan untuk mencetak talenta digital unggul dan siap menjawab kebutuhan industri, mendorong inovasi, serta berkontribusi dalam transformasi digital nasional.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengapresiasi wisudawan serta menegaskan komitmen korporasi untuk ambil bagian dalam mencetak generasi muda yang memiliki kualitas dan daya saing global di era digital.

Menurutnya, lulusan perguruan tinggi saat ini dituntut memiliki integritas, daya juang, serta kepedulian terhadap kemajuan bangsa selain cerdas secara akademik.

“Kami melihat lulusan hari ini bukan hanya sebagai pencari kerja, melainkan agent of change. Mereka merupakan individu yang mampu menciptakan solusi, membuka peluang, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan tentunya bagi bangsa,” tutur Dian.

Komitmen safe AI

Sebagai perguruan tinggi berbasis teknologi dan kewirausahaan, Telkom University berkomitmen mencetak generasi penerus bangsa yang mampu berperan aktif dalam ekosistem transformasi digital nasional. Telkom University terus mendorong lahirnya talenta unggul yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.

TelkomGroup melalui Telkom University menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem digital yang aman dan berkelanjutan melalui deklarasi pengembangan safe AI yang human-centric.

Inisiatif ini menjadi wujud peran aktif institusi pendidikan tinggi dalam memastikan inovasi teknologi, termasuk kecerdasan artifisial, tetap berorientasi pada nilai kemanusiaan dan pelindungan generasi penerus bangsa.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini memberikan sambutan dalam agenda Sidang Terbuka Senat Wisuda Telkom University Periode II Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Telkom University Convention Hall, Bandung, Sabtu (25/4). DOK. Telkom Direktur Utama Telkom Dian Siswarini memberikan sambutan dalam agenda Sidang Terbuka Senat Wisuda Telkom University Periode II Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Telkom University Convention Hall, Bandung, Sabtu (25/4).

Pada kesempatan tersebut, Rektor Telkom University Prof Dr Suyanto menyampaikan deklarasi Telkom University berdedikasi menciptakan ekosistem digital yang aman melalui inovasi safe AI yang human-centric untuk melindungi dan memberdayakan tunas bangsa.

Telkom University pada periode ini melantik sebanyak 1.502 wisudawan yang terdiri dari lulusan program doktoral, magister, sarjana, sarjana terapan, dan ahli madya.

Wisuda tersebut digelar dalam dua sesi. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mencetak talenta masa depan yang unggul secara akademik serta siap menghadapi dinamika global dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, industri, dan institusi pendidikan, TelkomGroup optimistis penguatan talenta digital yang dibarengi literasi, etika, dan keamanan teknologi akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ekosistem digital Indonesia yang berdaya saing, aman, serta berkelanjutan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau