KOMPAS.com — Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyelenggaraan Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (BPDSI) Periode 2 Tahun XXXVI–2026 di Surakarta, Jawa Tengah.
Agenda yang berlangsung pada Kamis (16/4/2026) hingga Minggu (17/4/2026) itu tidak hanya menghadirkan undian nasional bagi nasabah, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat peran bank pembangunan daerah (BPD) sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
Rangkaian kegiatan Asbanda tahun ini dikemas melalui dua agenda utama, yakni Undian Nasional Simpeda dan Seminar Nasional BPDSI.
Melalui forum tersebut, Asbanda ingin menegaskan bahwa penguatan sektor pembiayaan daerah menjadi salah satu kunci penting dalam mendorong percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah.
Adapun tema seminar yang diusung adalah “Memperkuat Peran BPD sebagai Mitra Strategis Pemerintah Daerah melalui Inovasi Pembiayaan dan Pinjaman Daerah”.
Tema tersebut mencerminkan dorongan agar BPD tidak hanya berperan sebagai lembaga perbankan daerah, tetapi juga menjadi penggerak yang lebih aktif dalam mendukung agenda pembangunan nasional berbasis daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri direktur utama, direktur pemasaran, serta para pejabat eksekutif BPD se-Indonesia yang menunjukkan kuatnya sinergi antaranggota dalam mendukung agenda tersebut.
Soroti inovasi pembiayaan dan pinjaman daerah
Seminar Nasional BPDSI diselenggarakan di Ballroom Hotel Sunan, Surakarta, dan menjadi forum strategis untuk berbagi wawasan serta pengalaman antar-pemangku kepentingan di sektor perbankan daerah.
Kegiatan itu dibuka dengan pidato kunci dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang menekankan signifikansi kolaborasi antara pemerintah daerah dan BPD.
Dalam forum tersebut, para pemateri menegaskan bahwa BPD memiliki peran besar dalam mendukung program pembangunan daerah melalui inovasi pembiayaan yang adaptif dan berkelanjutan.
Peran strategis itu dinilai perlu terus diperkuat, terutama pada sektor-sektor produktif dan strategis di daerah yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih cepat dan merata.
Selain itu, skema pinjaman daerah juga dipandang mampu menjadi salah satu solusi untuk mempercepat realisasi program pembangunan yang dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat.
Sejumlah narasumber lain turut hadir dalam seminar tersebut. Direktur Pembiayaan dan Perekonomian Daerah pada Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Adriyanto, membawakan materi bertajuk “Delapan Program Prioritas Nasional dan Evaluasi Kinerja Daerah Terkait Program Prioritas”.
Sementara itu, Siti Chomzah selaku Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Pembiayaan Daerah Kementerian Dalam Negeri menyampaikan materi “Pengalihan TKD ke Belanja Pusat untuk Program Prioritas agar Efektif dan Berdampak”.
Pemimpin Redaksi Majalah Infobank Eko B Supriyanto juga hadir memberikan pandangan strategis mengenai perkembangan industri perbankan serta tantangan yang akan dihadapi BPD ke depan.
Kehadiran para narasumber tersebut membuat seminar tidak berhenti pada paparan normatif, tetapi juga mengupas secara lebih luas arah kebijakan, tantangan industri, dan peluang penguatan fungsi BPD sebagai lembaga intermediasi keuangan di daerah.
Diskusi panel yang berlangsung dalam seminar tersebut juga menyoroti berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi BPD dalam menjalankan fungsi intermediasi keuangan di daerah. Para peserta seminar pun mendapat kesempatan untuk berdialog langsung dengan para narasumber sehingga forum ini menjadi ruang pertukaran gagasan yang dinilai penting bagi penguatan peran BPD di masa mendatang.
Turut memeriahkan kegiatan Asbanda 2026, hadir pula jajaran Direksi Bank bjb yang diwakili oleh Nunung Suhartini selaku Direktur Konsumer & Ritel. Kehadiran tersebut menegaskan komitmen Bank bjb dalam mendukung sinergi antar-BPD se-Indonesia.
Undian Simpeda 2026
Pada kesempatan sama, Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda yang digelar di Ballroom Hotel Alila Surakarta pada Jumat (17/4/2026) tetap menjadi salah satu agenda utama yang paling dinantikan para nasabah.
Program itu merupakan bentuk apresiasi kepada nasabah setia serta menjadi upaya untuk meningkatkan minat masyarakat menabung di BPD.
Undian Nasional Tabungan Simpeda merupakan program undian berhadiah yang diselenggarakan Asbanda dan diikuti seluruh BPD di Indonesia.
Program itu menyediakan total hadiah hingga Rp 3 miliar setiap tahun yang menjadi daya tarik tersendiri bagi nasabah. Pelaksanaan undian dilakukan dalam dua periode setiap tahun dengan masing-masing periode menyediakan hadiah sebesar Rp 3 miliar.
Tabungan Simpeda sendiri menjadi salah satu produk unggulan BPD yang terus menunjukkan pertumbuhan positif, baik dari sisi jumlah nasabah maupun total saldo.
Hingga akhir Desember 2025, jumlah nasabah Tabungan Simpeda tercatat mencapai 8,32 juta dengan total saldo sebesar Rp 72,54 triliun. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan 5,68 persen jika dibandingkan periode sebelumnya yang mencerminkan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap BPD.
Angka tersebut juga menunjukkan bahwa Tabungan Simpeda masih menjadi salah satu instrumen penting bagi BPD untuk menjaga hubungan dengan nasabah ritel sambil terus memperluas basis pendanaan yang dapat menopang fungsi pembiayaan di daerah.
Dalam konteks itu, undian Simpeda tidak sekadar menjadi agenda promosi atau pemberian hadiah, tetapi juga bagian dari strategi memperkuat keterikatan nasabah dengan BPD.
Dari ribuan peserta undian Simpeda 2026, sebanyak 19 nasabah Bank BJB terpilih sebagai pemenang dengan total hadiah Rp 129 juta. Hasil ini menunjukkan bahwa nasabah Bank BJB tidak hanya menikmati kemudahan menabung, tetapi juga berkesempatan memperoleh hadiah melalui program tersebut.
Perkuat sinergi antar-BPD dan dorong digitalisasi
Melalui penyelenggaraan Undian Nasional Simpeda dan Seminar Nasional, Asbanda berharap, posisi BPD sebagai motor penggerak ekonomi daerah dapat semakin kuat.
Kegiatan itu juga menjadi ajang strategis untuk mempererat sinergi antar-BPD serta mendorong inovasi berkelanjutan di sektor perbankan daerah.
Tak hanya itu, Asbanda juga menekankan peran penting inovasi lanjutan, termasuk dalam digitalisasi layanan perbankan. Langkah ini dinilai penting agar BPD dapat terus relevan di tengah perubahan perilaku nasabah dan dinamika industri jasa keuangan yang terus bergerak.
Ke depan, Asbanda optimistis, BPD akan semakin berperan dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan melalui berbagai terobosan pembiayaan.
Dengan kolaborasi yang semakin kuat antara BPD dan pemerintah daerah, pertumbuhan ekonomi daerah diharapkan dapat terus meningkat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.