Advertorial

Hari Bumi 2026, SCG Perkuat Aksi ESG dari Komunitas hingga Inovasi Hijau

Kompas.com - 30/04/2026, 11:07 WIB

KOMPAS.com – Tantangan lingkungan global masih menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan laporan Emissions Gap Report 2025 yang dirilis oleh United Nations Environment Programme (UNEP), emisi gas rumah kaca (GRK) global pada 2024 mencapai 57,7 GtCO2e atau meningkat 2,3 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Adapun Indonesia tercatat sebagai salah satu dari enam negara penghasil emisi terbesar di dunia dengan laju pertumbuhan emisi mencapai 4,6 persen.

Di sisi lain, tantangan pengelolaan sampah global kian kompleks. Melalui laporan Global Waste Management Outlook, UNEP menyebut timbulan sampah padat perkotaan global mencapai 2,1 miliar ton per tahun pada 2020 dan diproyeksikan meningkat hingga 3,8 miliar ton pada 2050 jika tidak ada intervensi signifikan.

Pemerintah Indonesia pun secara konsisten memperkuat komitmen terhadap perlindungan lingkungan sebagai bagian dari prioritas pembangunan nasional.

Hal itu tecermin dari peningkatan anggaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) pada 2026 yang naik hampir 29 persen jika dibandingkan 2025.

Sejumlah program strategis pun didorong, mulai dari pengurangan praktik open dumping, penguatan fasilitas tempat pembuangan sampah reduce-reuse-recycle (TPS3R), hingga pengembangan bank sampah.

Dalam penerapan teknologi waste-to-energy, pemerintah juga mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di berbagai daerah.

Momentum untuk kuatkan ESG

Momentum Hari Bumi Sedunia tahun ini yang mengusung tema “Our Power, Our Planet” kemudian hadir sebagai pengingat bahwa implementasi prinsip environmental, social, and governance (ESG) perlu dilakukan secara menyeluruh dan lintas sektor.

Pencapaian target global net zero emissions (NZE) 2050 tidak dapat diraih secara parsial, tetapi membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

SCG, misalnya. Sebagai pemimpin bisnis regional, perusahaan berupaya mengintegrasikan prinsip ESG dalam operasional dan program sosial perusahaan.

Hadir di Indonesia sejak 1992, SCG memiliki beragam lini usaha, mulai dari cement and green solutions, smart living, decor, distribution and retail, packaging, chemicals, cleanergy (clean energy), logistics, hingga investment.

Melalui portofolio bisnis yang luas tersebut, SCG berupaya menjawab kebutuhan pelanggan yang semakin beragam dengan mengedepankan kemitraan kolaboratif serta pengembangan produk, layanan, dan solusi inovatif yang berkelanjutan.

President Director SCG Indonesia Pattaraphon Charttongkum menegaskan bahwa keberlanjutan merupakan tanggung jawab bersama.

“Perjalanan menuju keberlanjutan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat. Melalui percepatan aksi dan transformasi berkelanjutan, kami percaya dapat menciptakan masa depan yang lebih baik,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (28/4/2026).

Dampak nyata di kuartal pertama

Sejalan dengan prinsip inclusive green growth, SCG berupaya memperkuat implementasi ESG melalui berbagai inisiatif yang memberikan dampak nyata sepanjang kuartal pertama 2026.

Melalui program unggulan Sharing the Dream, misalnya, SCG mendorong kontribusi generasi muda dalam menciptakan solusi berbasis komunitas.

Pada 26 Januari 2026, penerima beasiswa SCG Sharing the Dream 2025, Lulita Sauman Nur Fajriah, menyerahkan proyek Community Action for Responsible Ecotourism (CARE) kepada pemerintah Desa Sukawening, Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Program tersebut memberdayakan lebih dari 50 remaja dalam pengembangan ekowisata berbasis komunitas melalui inisiatif Wani Nenjo Jaman (WANOJA).

SCG mendukung sektor pendidikan melalui pelatihan literasi digital bagi guru pada 2?3 Februari 2026 di Jakarta. Dok. SCG SCG mendukung sektor pendidikan melalui pelatihan literasi digital bagi guru pada 2?3 Februari 2026 di Jakarta.

Selain itu, SCG juga mendukung sektor pendidikan melalui pelatihan literasi digital bagi guru pada 2–3 Februari 2026 di Jakarta. Pelatihan ini memperkenalkan metode pengajaran berbasis augmented reality (AR) yang lebih interaktif,sekaligus mengenalkan konsep green entrepreneurship sebagai bagian dari pembelajaran masa depan.

Sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan, SCG juga memperluas implementasi program SCG Menjaga Lingkungan Tetap Lestari (Mentari) di Desa Tanjungsari, Sukabumi, Jawa Barat. Dalam peresmian ekspansi program pada 19 Januari 2026, lebih dari 280 warga terlibat dalam kegiatan pengumpulan sampah yang dapat ditukarkan dengan kebutuhan rumah tangga.

Hingga kini, program SCG Mentari telah mengelola lebih dari 7 ton sampah, melibatkan lebih dari 1.000 partisipan dari lima desa di Kabupaten Sukabumi, serta mendorong pemanfaatan sampah sebagai bahan bakar alternatif di fasilitas produksi.

Pattaraphon menjelaskan, melalui sejumlah anak perusahaan di Indonesia, SCG juga menjalankan berbagai komitmen sosial. PT Berjaya Nawaplastic Indonesia, misalnya, mendukung pembangunan sarana air bersih dengan menyediakan 80 unit pipa untuk membantu masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Desa Sukamaju, Kabupaten Sukabumi.

Melalui PT Semen Jawa, SCG juga mendonasikan 200 sak semen hijau untuk mendukung pembangunan hunian tetap bagi korban bencana.

Program SCG Mentari telah mengelola lebih dari 7 ton sampah, melibatkan lebih dari 1.000 partisipan dari lima desa di Kabupaten Sukabumi. Dok. SCG Program SCG Mentari telah mengelola lebih dari 7 ton sampah, melibatkan lebih dari 1.000 partisipan dari lima desa di Kabupaten Sukabumi.

Sementara itu, melalui SCG Distribution and Retail, perusahaan berkolaborasi dengan PT Surya Andalas Pratama Medan untuk menyalurkan donasi semen dalam program renovasi sekolah pascabencana banjir bandang dan longsor di wilayah Sumatera pada 29 Januari 2026.

“Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan fasilitas pendidikan di daerah terdampak,” tegas Pattaraphon.

Komitmen SCG dalam pemberdayaan masyarakat juga mendapat pengakuan industri. Melalui PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, SCG meraih penghargaan sebagai Pemberi Kerja Badan Usaha Terbaik I dari BPJS Ketenagakerjaan dalam ajang Night of Appreciation Gala 2026 yang digelar pada 12 Februari 2026 di Sukabumi.

Penghargaan tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja, termasuk pekerja rentan.

Langkah menuju NZE 2050

SCG meyakini bahwa pencapaian target NZE 2050 membutuhkan aksi kolektif lintas sektor. Sejalan dengan prinsip Inclusive Green Growth, perusahaan secara konsisten mengembangkan Green Innovation.

Inovasi dan teknologi itu berfokus pada pengurangan emisi GRK, peningkatan efisiensi sumber daya, serta penciptaan keberlanjutan jangka panjang.

Pattaraphon menegaskan bahwa perusahaan juga menempatkan kolaborasi sebagai fondasi utama.

“Target NZE 2050 tidak dapat dicapai oleh satu entitas saja. Diperlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan,” kata Pattaraphon.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, SCG meluncurkan kampanye video digital bertajuk “On Green, On Goal” yang mengadopsi analogi permainan golf sebagai representasi perjalanan menuju keberlanjutan.

Dalam golf, setiap pukulan membutuhkan strategi dan presisi untuk mendekatkan bola ke titik akhir. Ini menjadi gambaran dari upaya efisiensi dalam menekan emisi karbon.

Adapun video tersebut menampilkan empat atlet golf profesional perempuan asal Thailand yang menghadapi berbagai dinamika kompetisi. Analogi ini menggambarkan kondisi dunia saat ini yang dihadapkan pada tantangan kompleks, mulai dari perubahan iklim hingga transisi energi.

“Dalam konteks ini, ‘On Green’ merepresentasikan langkah menuju jalur rendah karbon, sedangkan ‘On Goal’ mencerminkan tujuan akhir SCG, yaitu mencapai NZE 2050,” ucap Pattaraphon.

Video “On Green, On Goal” dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi SCG Indonesia serta akun TikTok SCG Indonesia dan Instagram SCG Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs resmi id.scg.com atau akun Instagram @SCG_Indonesia.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau