Advertorial

MAKUKU Slim Luxury Silky, Popok Tipis untuk Perlindungan Optimal Kulit Bayi

Kompas.com - 04/05/2026, 16:41 WIB

KOMPAS.com – Perlindungan kulit bayi menjadi perhatian utama di masa awal tumbuh kembang, terutama karena kondisi skin barrier yang belum terbentuk sempurna. 

Pada fase tersebut, kulit si Kecil cenderung lebih sensitif terhadap berbagai faktor eksternal, mulai dari gesekan, kelembapan berlebih, hingga kondisi area tertutup seperti penggunaan popok dalam waktu lama. 

Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi tersebut dapat memicu iritasi maupun ruam yang berdampak pada kenyamanan hingga aktivitas harian bayi.

Board Certified Dermatologist dr July Iriani Rahardja, SpDVE, MM, FINSDV, menjelaskan bahwa perawatan kulit bayi membutuhkan perhatian ekstra, terutama pada area lipatan dan area popok yang rentan lembap. Menurutnya, menjaga kondisi tetap kering menjadi kunci utama untuk mencegah gangguan kulit.

“Kulit bayi memiliki fungsi perlindungan yang belum sempurna sehingga lebih rentan terhadap faktor eksternal. Area popok perlu dijaga tetap kering karena kelembapan berlebih dapat memicu masalah kulit,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Minggu (26/4/2026).

Dokter July melanjutkan, pemilihan material popok menjadi langkah penting. Sebab, bahan yang lembut dan breathable dapat membantu mengurangi gesekan dan menjaga keseimbangan kulit. 

Material alami, seperti sutra dinilai memiliki karakteristik yang mendukung. Sutra dikenal ringan, halus, serta memiliki daya serap tinggi dan kemampuan menjaga sirkulasi udara.

Dengan demikian, dapat memberikan rasa nyaman sekaligus membantu meminimalkan risiko iritasi pada kulit bayi yang masih sensitif.

Inovasi popok tipis dengan perlindungan menyeluruh

Berangkat dari kebutuhan tersebut, MAKUKU menghadirkan inovasi melalui MAKUKU Slim Luxury Silky dengan pendekatan “Setipis Itu, Sentuhan Kemewahan.” 

Produk tersebut dirancang sebagai popok premium berteknologi tinggi yang tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dasar, tetapi juga bagian dari upaya pencegahan untuk menjaga kenyamanan dan mendukung tumbuh kembang si Kecil.

Dari sisi teknologi, MAKUKU Slim Luxury Silky mengusung konsep Zero Feel yang memberikan sensasi ringan seperti tanpa popok, berkat dukungan SAP Thin Core Technology

Teknologi itu memungkinkan popok tetap tipis, tetapi tetap memiliki daya serap optimal. Selain itu, fitur Zero Worry juga menghadirkan perlindungan dari kebocoran dengan kemampuan menyerap hingga 12 jam sehingga membantu menjaga kulit bayi tetap kering dalam berbagai aktivitas.

Head of Marketing MAKUKU Indonesia Sulistyowati menegaskan bahwa inovasi itu dirancang untuk menjawab kebutuhan bayi yang semakin aktif, tetapi tetap membutuhkan perlindungan maksimal.

“Kami melihat bayi masa kini semakin aktif sehingga membutuhkan popok yang tidak hanya melindungi dari gesekan dan kelembapan, tetapi juga nyaman dan fleksibel mengikuti setiap gerakannya. MAKUKU Slim Luxury Silky kami hadirkan untuk menjawab kebutuhan tersebut,” ujar Sulistyowati.

Dari sisi material dan desain, MAKUKU Slim Luxury Silky dilengkapi dengan Natural Fine Silk yang berasal dari serat sutra alami. Material ini memberikan tekstur lembut dan ringan untuk membantu mengurangi gesekan pada kulit bayi. 

Selain itu, terdapat pula Soft Lite Elastic yang dirancang pas mengikuti bentuk tubuh tanpa meninggalkan bekas, serta Soft Puffy Layer bertekstur 3D yang membantu meminimalkan kontak langsung antara permukaan popok dengan kulit.

Lapisan breathable yang dimiliki popok tersebut juga berperan dalam menjaga sirkulasi udara tetap optimal, serta membantu mengurangi kelembapan berlebih di area popok. 

Fitur wetness indicator turut memudahkan orang tua dalam memantau kondisi popok tanpa perlu membuka secara langsung. Seluruh inovasi tersebut telah melalui uji dermatologis sehingga aman digunakan dalam keseharian.

“Melalui kombinasi SAP Thin Core Technology dan Natural Fine Silk, kami ingin menghadirkan popok yang tetap tipis, breathable, dan nyaman digunakan sepanjang hari sehingga orangtua bisa lebih percaya diri dalam memilih produk yang mendukung tumbuh kembang anak,” tambahnya.

Selain fungsi penyerapan, aspek toleransi terhadap kulit juga menjadi pertimbangan penting dalam pemilihan produk. Dalam pengujian oleh Dermatest GmbH, Jerman, produk MAKUKU Diapers teruji memiliki toleransi kulit yang sangat baik dan memenuhi kriteria dermatologically tested. 

Hasil tersebut didapat setelah melalui pengujian epicutaneous pada subyek dengan berbagai jenis kulit tanpa ditemukan reaksi kulit yang relevan pada area uji.

Hasil itu juga dilengkapi oleh laporan uji toksikologi dari Safety and Technical of Industrial Products Center, Tianjin Customs District. Lembaga tersebut mengklasifikasikan produk MAKUKU Diapers sebagai nonirritant dengan pengujian berulang yang tidak menunjukkan adanya iritasi pada kulit.

“Rangkaian pengujian tersebut menjadi bagian dari upaya MAKUKU untuk memastikan bahwa produk tidak hanya berfungsi secara optimal,” imbuh Sulistyowati. 

Dalam rangka peluncuran produk itu, MAKUKU juga menghadirkan pengalaman interaktif melalui MAKUKU Land, sebuah ruang bermain yang dirancang sebagai representasi dunia anak-anak. 

MAKUKU Land menjadi ruang bermain yang dirancang sebagai representasi dunia anak-anak. Pengalaman interaktif ini di Lippo Mall Puri Atrium 2, Jakarta Barat, mulai Jumat (24/4/2026) hingga Minggu (26/4/2026). dok. MAKUKU MAKUKU Land menjadi ruang bermain yang dirancang sebagai representasi dunia anak-anak. Pengalaman interaktif ini di Lippo Mall Puri Atrium 2, Jakarta Barat, mulai Jumat (24/4/2026) hingga Minggu (26/4/2026).

MAKUKU Land berlangsung di Lippo Mall Puri Atrium 2, Jakarta Barat, mulai Jumat (24/4/2026) hingga Minggu (26/4/2026). Acara ini terbuka untuk umum secara gratis. 

Ruang itu dirancang dengan konsep modern yang tetap ceria dan ramah bagi ibu dan anak sehingga menjadi tempat yang nyaman untuk bereksplorasi.

Di dalamnya terdapat berbagai area tematik yang merepresentasikan konsep perlindungan menyeluruh. 

Ruang Zero Feel memungkinkan anak bergerak bebas tanpa hambatan. Sementara itu, Ruang Zero Worry menghadirkan pengalaman sensorik untuk mengenal kelembutan material. 

Selain itu, terdapat instalasi bertema penyerapan yang memperlihatkan bagaimana teknologi bekerja dalam menjaga popok tetap kering. Melalui konsep ini, pengalaman bermain tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana pembelajaran yang mendukung tumbuh kembang anak.

Dukungan untuk orangtua modern dan tumbuh kembang anak

Pada kesempatan sama, Brand Ambassador MAKUKU Indonesia Nikita Willy turut membagikan pengalamannya sebagai ibu dari dua anak dan pentingnya memilih popok yang tepat sejak awal.

“Sebagai ibu, saya selalu memilih popok dengan bahan yang lembut, breathable, dan daya serap baik karena digunakan hampir sepanjang hari. Sejak kelahiran anak pertama saya, Issa, saya sudah mempercayakan MAKUKU karena terbukti nyaman dan menjaga kulit tetap kering. Untuk anak kedua pun saya tetap menggunakan MAKUKU karena sudah cocok,” ujar Nikita Willy.

Head of Communication PT Lucky Mom Indonesia Titi Nurmalasari menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan inovasi yang relevan bagi orangtua modern.

“Melalui inovasi produk dan pengalaman terintegrasi seperti MAKUKU Slim Luxury Silky dan MAKUKU Land, kami ingin mendukung kenyamanan dan aktivitas si kecil yang semakin aktif, sekaligus membantu orangtua memberikan perlindungan terbaik di setiap tahap tumbuh kembangnya,” kata Titi.

MAKUKU Slim Luxury Silky tersedia dalam tipe celana dengan ukuran S hingga XXL. Selain itu, produk ini juga hadir dalam bentuk celana dan perekat untuk ukuran NB dan S yang dirancang khusus untuk bayi baru lahir. 

Dilengkapi dengan Pee & Poo Absorption Technology, popok itu mampu menyerap urin dan kotoran dengan cepat sehingga mengurangi kontak langsung dengan kulit.

Khusus untuk varian perekat ukuran NB, terdapat fitur tambahan berupa Belly-Guard Protection yang membantu melindungi area tali pusar bayi yang masih sensitif di masa awal kelahiran. 

Kombinasi fitur tersebut membantu menjaga kulit bayi tetap kering, nyaman, dan bebas bergerak sepanjang hari, terutama bagi bayi baru lahir hingga usia di bawah tiga bulan yang membutuhkan perlindungan ekstra.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau