JAKARTA. KOMPAS.com — Daikin resmi membuka gelaran Daikin Designer Awards (DDA) 2026 dengan cakupan yang semakin luas hingga tingkat regional.
Pada 2026, ajang tersebut melibatkan empat negara Asia Tenggara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Singapura. Keterlibatan empat negara ini memperkuat posisi DDA 2026 sebagai platform kolaborasi lintas negara bagi arsitek dan desainer interior.
Associate Officer Daikin Industries Ltd yang juga Deputy Regional General Manager Air Conditioning Business in ASEAN and Oceania, Global Operations Division, Ching Khim Huat, mengatakan bahwa perluasan cakupan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendorong kelahiran inspirasi ruang hidup ideal.
“Mengembangkan kompetisi ini hingga tingkat ASEAN menjadi cerminan komitmen besar Daikin untuk mendorong inspirasi hunian dan bangunan komersial yang tidak hanya estetis, tetapi juga memperhatikan kualitas tata udara di dalamnya,” ujar Ching dalam jumpa pers di Movenpick Hotel Jakarta City Center, Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Ia menjelaskan, DDA pertama kali digelar pada 2020 sebagai wadah bagi komunitas desain untuk berkolaborasi menghadirkan solusi udara komprehensif yang mencakup kenyamanan suhu, kelembapan, serta kualitas udara bersih dan sehat.
Seiring waktu, partisipasi terus meningkat. Pada 2025, ajang ini mencatat sekitar 1.700 peserta dari dua negara, yakni Indonesia dan Malaysia.
“Dengan keterlibatan empat negara pada 2026, jumlah peserta ditargetkan menembus 2.000 pendaftar,” kata Ching.
Presiden Direktur Daikin Airconditioning Indonesia Shinji Miyata menambahkan, DDA tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga platform berbagi pengetahuan dan kolaborasi lintas negara.
“DDA menjadi wadah untuk mendorong ide-ide terbaik agar dapat diwujudkan menjadi praktik nyata serta mempercepat pengembangan ruang hidup ideal di masa depan,” ujarnya.
Ke depan, Daikin juga menargetkan partisipasi negara ASEAN lain, seperti Thailand dan Vietnam, agar DDA dapat menjadi ajang regional yang semakin inklusif.
Daikin menggandeng berbagai asosiasi profesi di bidang arsitektur dan desain interior dalam gelaran Daikin Designer Awards (DDA) 2026. Sebagai bagian dari ekosistem kompetisi, Daikin juga menggandeng berbagai asosiasi profesi di bidang arsitektur dan desain interior.
Di Indonesia, kolaborasi dilakukan dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII). Sementara di tingkat regional, keterlibatan organisasi, seperti Malaysian Institute of Interior Designers (MIID), Society of Interior Designers Singapore (SIDS), dan Philippine Institute of Interior Designers (PIID), turut memperkuat kualitas penyelenggaraan.
Kolaborasi dengan asosiasi ini salah satunya terwujud pada susunan dewan juri yang melibatkan nama besar di bidang arsitektur dan desain interior.
Dari Indonesia, misalnya, nama besar di bidang arsitektur, yaitu Tan Tik Lam dan Cosmas Gozali, menjadi juri bersama dengan Alex Bayusaputro yang telah dikenal luas dari berbagai karyanya sebagai desainer interior profesional. Ada pula Wenky Handono sebagai perwakilan juri dari DAIKIN.
Dari Malaysia dan Singapura, IDr Tay Ei Ling dari MIID dan IDr Henry Yew dari SIDS turut menjadi juri mewakili dua negara tersebut. Sementara dari Filipina, IDr Cecil Ravelas hadir sebagai juri yang mewakili PIID.
Soroti keberlanjutan dalam desain
Isu keberlanjutan menjadi salah satu sorotan utama pada penyelenggaraan DDA 2026. Para juri menilai bahwa pendekatan desain tidak lagi bisa berdiri sendiri, tetapi harus mempertimbangkan kondisi lingkungan dan regional.
Tan Tik Lam juga menekankan peran penting pendekatan berbasis lokal dalam konsep keberlanjutan.
“Keberlanjutan harus dilihat secara regional, kembali ke akar, mengikuti alam, dan menghadirkan solusi yang sesuai dengan karakter masing-masing wilayah,” ujarnya.
Sementara itu, Alex Bayusaputro menyoroti tanggung jawab desainer dalam menciptakan solusi yang lebih ramah lingkungan, termasuk dalam penggunaan material.
Menurut dia, desainer perlu mulai memikirkan siklus hidup material, termasuk mendaur ulang dan mengolah kembali limbah menjadi elemen desain baru.
“Bahkan, trofi DDA 2026 dibuat dari material daur ulang unit AC sebagai simbol komitmen penyelenggaraan acara terhadap keberlanjutan,” jelas Alex.
Isu keberlanjutan menjadi salah satu sorotan utama pada penyelenggaraan Daikin Designer Awards (DDA) 2026.
Selain aspek material, keberlanjutan juga hadir dalam integrasi teknologi tata udara yang mendukung kesehatan penghuni, seperti filtrasi udara berlapis dan pengaturan kelembapan. Pendekatan yang juga diusung Daikin ini dinilai penting dalam menciptakan ruang hidup yang tidak hanya nyaman, tetapi juga sehat bagi penggunanya.
Wenky Handono memaparkan, pendekatan tersebut sejalan dengan semangat yang dibawa lini AC Home Central Daikin. Perangkat ini yang dirancang tidak hanya menghadirkan kesejukan, tetapi juga kualitas udara yang lebih sehat melalui sistem filtrasi berlapis serta pengaturan kelembapan sesuai kebutuhan ruang.
Tak hanya dari sisi fungsi, integrasi itu juga terlihat dari desain unit indoor yang dibuat menyatu dengan tata interior bangunan. Dengan tampilan yang fleksibel dan estetis, AC Home Central Daikin dapat beradaptasi dengan berbagai konsep ruang tanpa mengganggu keseluruhan desain.
Di sisi lain, kepraktisan juga menjadi nilai tambah melalui kemampuannya mengoperasikan beberapa unit indoor hanya dengan satu unit outdoor sehingga lebih efisien dalam penempatan ataupun perawatan.
“Keberlanjutan tidak hanya berbicara tentang material atau efisiensi energi, tetapi juga bagaimana teknologi dapat berpadu dengan desain untuk menciptakan ruang hidup yang sehat, nyaman, dan tetap estetis,” jelas Wenky.
Juri juga mendorong peserta untuk menghadirkan desain yang memiliki narasi kuat, kontekstual dengan budaya lokal, serta mampu menjawab tantangan iklim tropis dan perubahan gaya hidup di masa depan. Keaslian, keberanian, serta kemampuan menghadirkan solusi kreatif menjadi aspek penting dalam penilaian.
Total hadiah Rp 540 juta untuk 8 kategori
DDA 2026 menghadirkan delapan kategori yang mencakup berbagai segmen, mulai dari profesional hingga mahasiswa.
Untuk kategori Finished Project, kompetisi itu meliputi Landed House untuk arsitektur dan interior serta kategori baru Apartment dan Condominium untuk desain interior.
Sementara itu, kategori Conceptual Professional mencakup desain Residential dan F&B, baik untuk arsitektur maupun interior. Adapun kategori Conceptual Student difokuskan pada desain Residential.
Sebagai apresiasi, Daikin menyiapkan total hadiah sebesar Rp 540 juta bagi para pemenang. Tidak hanya itu, peserta juga berkesempatan mendapatkan berbagai penghargaan nonmateriil, termasuk pengakuan profesional dan nilai KUM bagi arsitek yang tergabung dalam IAI.
Pendaftaran DDA 2026 dibuka mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2026 dengan rangkaian kegiatan meliputi workshop, penjurian pada Oktober 2026, hingga malam penganugerahan yang dijadwalkan berlangsung pada 27 November 2026.
Melalui penyelenggaraan tahun ini, Daikin berharap, DDA dapat berkembang menjadi gerakan besar di kawasan ASEAN dalam mendorong desain ruang hidup yang lebih inovatif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Untuk mendapatkan informasi lengkap terkait penyelenggaraan dan pendaftaran Daikin DDA 2026, kunjungi tautan berikut www.daikindesignerawards.daikin.co.id.