Advertorial

Tim Teknik Sipil UM Sabet Dua Gelar Juara di Kompetisi Jembatan Nasional

Kompas.com - 07/05/2026, 10:15 WIB

KOMPAS.com – Tim Program Studi (Prodi) S1 Teknik Sipil Universitas Negeri Malang (UM) meraih Juara Metode Perakitan Terbaik dan Juara 2 Umum dalam ajang Fondasi Steel Bridge Competition 2026 yang diselenggarakan Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS) sejak Senin (8/12/2025) hingga Minggu (3/5/2026).

Prestasi ini diraih oleh tim yang beranggotakan Mohammad Arinal Haq Gyanendra, Rizqie Muhammad Zulfan, dan Muhammad Iqbal Maulana. Mereka menyelesaikan perakitan jembatan hanya dalam 52 menit sehingga menjadi tim tercepat dalam kompetisi tersebut.

Dosen pembimbing tim Nur Latifah Khomsiati, ST, MT, mengatakan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari semangat kompetitif mahasiswa.

"Kemampuan mereka sudah sangat baik. Saya hanya memberikan arahan dan validasi," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (6/5/2026).

Dalam perancangan, tim UM mengintegrasikan perangkat lunak SAP2000 untuk preliminary design dan analisis global serta Idea Statica guna mengoptimalkan kekakuan sambungan.

Pendekatan ini terbukti mampu mempercepat proses desain, meningkatkan efisiensi biaya, dan menghasilkan struktur jembatan yang optimal.

Tim UM juga menerapkan Building Information Modeling (BIM) hingga level 5D untuk membuat model secara detail serta menghitung volume material dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) secara otomatis dan akurat.

Tim juga mengembangkan inovasi bertema “Sustainable and Regenerative Future”. Mereka menciptakan smart self-healing coating system yang mampu memperbaiki kerusakan secara mandiri serta memanfaatkan steel slag asphalt mixture sebagai solusi pemanfaatan limbah industri.

Pada aspek pemantauan, tim mengimplementasikan Structural Health Monitoring System (SHMS) berbasis Distributed Fiber Optic Sensing (DFOS) untuk memastikan kondisi jembatan tetap terpantau secara presisi.

Penggunaan digital twin memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data real-time, sedangkan thin film photovoltaics system dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.

Pada tahap perakitan, tim menerapkan analisis dan mitigasi risiko secara sistematis dengan pembagian tugas yang jelas. Penggunaan alat bantu seperti perancah dan mal dari pipa PVC terbukti meningkatkan efisiensi dan akurasi selama proses berlangsung.

Persiapan matang menjadi kunci keberhasilan. Tim melakukan latihan perakitan sebanyak dua kali dengan durasi rata-rata 40 hingga 50 menit. Durasi ini jauh di bawah batas waktu tiga jam yang ditentukan panitia.

Meski menghadapi tantangan manajemen waktu di tengah kesibukan menyelesaikan skripsi, tim UM tetap mampu menjaga fokus.

"Kuncinya adalah meluangkan waktu, bukan mencari waktu," ujar Iqbal.

Nur Latifah pun mengingatkan mahasiswa lain agar aktif mengikuti kegiatan di luar kelas.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau