Advertorial

Perkuat Konektivitas Digital di Indonesia Timur, TelkomGroup Resmikan Kabel Laut PukPuk sebagai Gerbang Penghubung Indonesia-Papua Nugini

Kompas.com - 11/05/2026, 08:00 WIB

KOMPAS.com – Melalui operating company PT Telekomunikasi Indonesia International serta kolaborasi dengan PNG DataCo, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk meresmikan sistem kabel laut PukPuk (Puk-Puk 1) di Telkom Witel Jayapura, Papua, Jumat (8/5/2026).

Momentum tersebut menjadi tonggak penting TelkomGroup dalam pengembangan infrastruktur konektivitas digital di Indonesia Timur serta memperkuat kolaborasi bilateral Indonesia–Papua Nugini dalam pengembangan infrastruktur telekomunikasi lintas negara.

Dengan terbukanya koridor konektivitas baru menuju kawasan Asia-Pasifik, infrastruktur itu diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi digital, perluasan akses digital, serta memperkuat konektivitas di wilayah perbatasan dan Timur Indonesia.

Sebagai informasi, peresmian sistem kabel laut PukPuk dilakukan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Angga Raka Prabowo, Direktur Utama Telkom Indonesia didampingi oleh Direktur Wholesale and International Service Telkom Budi Satria Dharma Purba, Wakil Konsulat Papua Nugini di Jayapura Leon Galemo, Gubernur Kepala Daerah Papua yang diwakili oleh L Christian Sohilait, serta disaksikan langsung oleh Pt CEO Telin Kharisma dan Chief Executive Officer (CEO) PNG DataCo Paul Komboi.

Dalam sambutannya, Wamen Komdigi RI Angga Raka Prabowo menyampaikan bahwa program kerja prioritas nasional menekankan pentingnya percepatan transformasi digital dalam pemerataan pembangunan. Hal itu dinilai sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing.

“Konektivitas harus dibangun secara merata, tidak terkonsentrasi, dan berkelanjutan agar seluruh wilayah, termasuk kawasan timur Indonesia, dapat memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dalam ekosistem ekonomi digital,” ucap Angga Raka Prabowo dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Minggu (10/5/2026).

Pada kesempatan sama, ia juga menyampaikan dukungan serta apresiasi kepada TelkomGroup atas komitmen perseroan dalam memperkuat konektivitas digital nasional.

“Pukpuk Cable yang dibangun oleh TelkomGroup menjadi bagian penting dalam menciptakan pemerataan konektivitas yang lebih andal, resilien, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di Indonesia Timur, Papua Nugini, ataupun seluruh penjuru negeri,” pungkasnya.

Sistem kabel laut Pukpuk sendiri merupakan kabel lintas batas (cross-border) pertama di Asia-Pasifik yang secara langsung menghubungkan jaringan Indonesia dengan Papua Nugini.

Sementara itu, landing station di Jayapura yang dioperasikan oleh Telin menjadi gerbang konektivitas menuju Kumul Telkom Holdings milik Papua Nugini. Melalui vanimo, fasilitas tersebut mengalirkan kapasitas dari kabel internasional SEA-US ke provinsi-provinsi terpencil di Papua Nugini.

Sistem kabel tersebut tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur telekomunikasi semata, tetapi juga mencerminkan kolaborasi strategis antara Indonesia dan Papua Nugini dalam membangun konektivitas kawasan serta menandai langkah nyata dalam memperkuat integrasi jaringan dan memperluas konektivitas digital di Asia-Pasifik.

Dengan demikian, Jayapura kini memiliki dua jalur (dua kaki) konektivitas internasional yang mandiri. Jalur pertama menghubungkan wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua. Sedangkan jalur kedua yang baru diresmikan menghubungkan Vanimo, Papua Nugini, Jayapura, dan kemudian tersambung ke Manado hingga Los Angeles (LA), Amerika Serikat melalui kabel SEA-US.

Dengan diversity route yang menjamin kelangsungan layanan secara optimal, keberadaan jalur alternatif konektivitas itu pun menjadikan infrastruktur digital Papua jauh lebih tangguh. Sebagai pusat konektivitas Papua, Jayapura kini siap mendukung pertumbuhan ekonomi digital kawasan serta meningkatkan peluang ekonomi daerah melalui infrastruktur bertaraf internasional.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini memberikan sambutan dalam peresmian Sistem Kabel Laut Pukpuk (Puk-Puk 1) hasil kolaborasi dengan PNG DataCo di Telkom Witel Jayapura, Papua, Jumat (8/5/2026). Dok. TelkomGroup Direktur Utama Telkom Dian Siswarini memberikan sambutan dalam peresmian Sistem Kabel Laut Pukpuk (Puk-Puk 1) hasil kolaborasi dengan PNG DataCo di Telkom Witel Jayapura, Papua, Jumat (8/5/2026).

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan, melalui PukPuk, TelkomGroup tidak hanya memperkuat infrastruktur digital di Papua, tetapi juga membuktikan bahwa Indonesia Timur adalah bagian integral dari ekosistem konektivitas global.

“Ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk memastikan tidak ada satu pun wilayah Indonesia yang tertinggal dalam era digital. Kami berharap inisiatif ini dapat memperkuat konektivitas Indonesia Timur serta membuka peluang kolaborasi digital di tingkat regional ataupun global,” ujar Dian.

Sebagai operating company TelkomGroup yang berfokus pada pengembangan bisnis internasional, Telin memainkan peran utama dalam mewujudkan proyek Pukpuk dari tahap perencanaan hingga peresmian dan komersialisasi.

CEO PNG DataCo Paul Komboi menyampaikan bahwa kedekatan geografis antara Indonesia dan Papua Nugini sudah seharusnya disertai dengan konektivitas digital yang kuat dan resilien.

Kolaborasi yang telah terbangun antara PNG DataCo dan Telin menjadi wujud nyata kerja sama yang didasarkan pada semangat saling terhubung, saling mendukung, dan menciptakan manfaat bersama bagi masyarakat kedua negara.

Ia juga menilai bahwa kabel laut Pukpuk bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan awal dari penguatan hubungan dan integrasi digital yang lebih erat antara Papua Nugini dan Indonesia.

Oleh karena itu, Telin turut berperan sebagai mitra strategis PNG DataCo dalam memastikan kualitas layanan dan keandalan sistem kabel lintas negara serta membuka peluang bagi pengembangan konektivitas di kawasan secara lebih lanjut.

”Kabel Pukpuk adalah bukti nyata bahwa TelkomGroup melalui Telin mampu menjembatani kesenjangan digital antarnegara. Kami bangga menjadi bagian dari sejarah konektivitas kawasan Asia-Pasifik dan berkomitmen untuk terus menghadirkan infrastruktur digital berkelas dunia demi masa depan yang lebih terhubung,” tutur Dian.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau