Advertorial

Dari Sisa Jadi Bisa Kembali Digelar, Masyarakat Diajak Kelola Puntung Rokok

Kompas.com - 12/05/2026, 16:19 WIB

KOMPAS.com – PT Nojorono Tobacco International kembali menggelar aktivasi gerakan PuntungBeruntung dengan tajuk “Dari Sisa Jadi Bisa Vol. 2” di Brookland Coffee, Jakarta, Sabtu (9/5/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari upaya Nojorono dalam mendorong kesadaran masyarakat untuk bertanggung jawab atas produk pascakonsumsi pribadi, khususnya limbah puntung rokok.

Sejak 2023, PuntungBeruntung menggandeng berbagai komunitas kreatif yang memiliki visi serupa dalam mengembangkan potensi produk pascakonsumsi menjadi karya bernilai guna.

Dalam perjalanannya, sejak 2025 hingga saat ini, PuntungBeruntung aktif berkolaborasi dengan KICKYOURBUTT Project atau KYB. Kolaborasi ini berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat untuk memberi kesempatan kedua bagi produk pascakonsumsi pribadi.

Dari Sisa Jadi Bisa menjadi salah satu cara PuntungBeruntung menyampaikan pesan tersebut melalui pendekatan kreatif. Setelah sebelumnya digelar pada Agustus 2025, program ini kembali hadir dengan format yang lebih segar.

Acara tersebut dihadiri ratusan creative enthusiast dan menghadirkan sejumlah kegiatan interaktif, mulai dari membuat gantungan kunci multifungsi, live printing, hingga menikmati penampilan disk jockey (DJ)

Project Manager KICKYOURBUTT Arya Adhi Nugraha mengatakan, Dari Sisa Jadi Bisa menjadi ruang kreatif untuk memperkenalkan bagaimana produk pascakonsumsi dapat diolah menjadi produk multiguna.

“Dari Sisa Jadi Bisa merupakan bagian dari perjalanan PuntungBeruntung untuk menyapa publik dan bercerita tentang bagaimana pascakonsumsi dapat diolah menjadi produk kreatif multiguna,” ujar Arya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (11/5/2026).

Menurut Arya, aktivasi tersebut juga menjadi media untuk menyuarakan pentingnya kesadaran pribadi dalam mengelola produk pascakonsumsi.

Ia menilai, langkah sederhana seperti membuang limbah puntung pada wadah yang tepat dapat membuka peluang lebih besar bagi proses pengolahan limbah tersebut.

“Aktivasi ini menjadi ruang kreatif sekaligus media kami untuk menyuarakan pentingnya kesadaran pribadi atas pascakonsumsinya. Dimulai dari hal sederhana, yakni membuang limbah puntung pada wadah yang tepat, akan memberikan potensi yang lebih tinggi untuk pengolahan kehidupan kedua bagi limbah,” ucap Arya.

Tambah titik butt collector

Dalam gelaran Dari Sisa Jadi Bisa Vol. 2, PuntungBeruntung juga menginformasikan penambahan titik penempatan butt collector, yakni wadah khusus untuk mengumpulkan puntung rokok.

Corporate Communication Head PT Nojorono Tobacco International Eliza Susanto mengatakan, butt collector menjadi salah satu bagian penting dalam program PuntungBeruntung.

“Tahun ini, kami memiliki 62 butt collector PuntungBeruntung yang ditempatkan di 28 lokasi strategis di Pulau Jawa,” ujar Eliza.

Ia berharap, penambahan titik tersebut dapat mendorong kesadaran masyarakat terhadap produk pascakonsumsi pribadi, sekaligus membangun kebiasaan baru dalam membuang limbah pada tempat yang tepat di ruang publik.

“Besar harapannya, penambahan ini akan mendorong kesadaran masyarakat akan pascakonsumsi pribadinya dan menerapkan kebiasaan baru untuk membuang limbah pada wadah yang tepat di ruang publik,” katanya.

Eliza menambahkan, PuntungBeruntung akan terus membuka ruang kolaborasi kreatif untuk mengembangkan potensi produk pascakonsumsi menjadi karya yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

“Ke depan, kami berharap, PuntungBeruntung menjadi gerakan kreatif yang mampu mendorong lahirnya ide, kolaborasi, hingga peluang bisnis baru melalui pemanfaatan material hasil olahan pascakonsumsi puntung,” ucap Eliza.

Perjalanan Dari Sisa Jadi Bisa pada 2026 tidak berhenti di Brookland Coffee. Program ini dijadwalkan kembali hadir di dua lokasi lainnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau