Advertorial

Komisi V DPRD Jabar Tinjau Kesiapan Program Sekolah Maung di Kabupaten Majalengka

Kompas.com - 15/05/2026, 15:47 WIB

KOMPAS.comKomisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menegaskan bahwa program Sekolah Manusia Unggul (Maung) harus menjadi momentum transformasi sekolah-sekolah di Jabar menjadi institusi pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan unggul dan berdaya saing global.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jabar Yomanius Untung saat melakukan peninjauan ke SMAN 1 Majalengka pada Rabu (13/5/2026).

Kunjungan itu dilakukan guna memastikan kesiapan sekolah yang diproyeksikan masuk dalam program unggulan Pemerintah Provinsi Jabar.

Melalui kunjungan tersebut, kata Yomanius, pihaknya ingin memastikan bahwa setiap tahapan pendidikan, mulai dari input siswa hingga proses pembelajaran di kelas, berjalan dengan standar kualitas yang tinggi. Terlebih, implementasi Sekolah Maung dinilai sebagai langkah serius untuk mewujudkan pemerataan pendidikan yang bermutu.

“Kami tidak mau main-main dengan program ini. Ini bukan urusan politik atau sekadar urusan gubernur, melainkan tanggung jawab moral kami untuk memastikan proses pembelajaran di lingkungan pendidikan benar-benar berkualitas,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (15/5/2026).

Ia menambahkan, fokus utama harus diarahkan pada penguatan sistem pembelajaran agar sekolah yang diproyeksikan benar-benar menjadi sekolah model yang berintegritas. Menurutnya, standar yang tinggi harus diterapkan secara menyeluruh tanpa pengecualian.

“Proses itu harus terjaga, mulai dari raw material hingga output-nya harus berkualitas. Dengan begitu, lulusannya pun memiliki kualitas yang membanggakan,” imbuhnya.

Yomanius menjelaskan, program itu diharapkan tidak hanya menjadi label atau identitas fisik semata, tetapi juga menjadi motor penggerak bagi sekolah-sekolah lain di Jabar untuk meningkatkan kompetensinya.

Keberhasilan program Sekolah Maung diukur dari sejauh mana sistem pendidikan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas siswa secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Yomanius menjelaskan bahwa program Sekolah Maung juga dipandang sebagai ikhtiar besar Provinsi Jabar dalam menjalankan amanat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2017 mengenai pemastian pendidikan yang berkualitas, bermutu, dan merata.

Dengan demikian, hak siswa memperoleh layanan pendidikan terbaik secara merata lebih terjamin.

Upaya itu juga sejalan dengan target jangka panjang untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang kompetitif, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami berharap, program ini menjadi pilot project bagi sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan kompetensinya. Tujuan besarnya adalah melahirkan sekolah dan siswa-siswi yang benar-benar berkualitas,” kata Yomanius.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau