KOMPAS.com - Band alternatif asal California, Amerika Serikat (AS), The Neighbourhood kembali menyapa penggemarnya di Indonesia setelah lima tahun.
Grup yang dikenal lewat lagu-lagu, seperti “Sweater Weather”, “Daddy Issues”, dan “Softcore” itu akan tampil di Istora Senayan, Jakarta, dalam rangkaian “The Wourld Tour 2026”, pada Sabtu (18/7/2026).
Kepastian konser The Neighbourhood di Jakarta diumumkan oleh promotor Chakra Live Asia. Konser tersebut juga menjadi penanda kembalinya band yang sempat vakum beberapa tahun terakhir itu ke panggung musik internasional.
Selain membawakan lagu-lagu hit, The Neighbourhood juga akan menghadirkan nuansa visual khas mereka yang identik dengan estetika monokromatik dan atmosfer melankolis.
Tiketnya sudah dijual secara melalui situs resmi theneighbourhoodjakarta.com mulai Rp 1 juta.
The Neighbourhood sendiri dikenal sebagai salah satu band yang berhasil membangun identitas musik khas dengan memadukan unsur indie rock, R&B, serta hip-hop. Sejak debut pada awal 2010-an, band ini memiliki basis penggemar kuat di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Konser The Neighbourhood ke Jakarta juga bersamaan dengan peluncuran album terbaru bertajuk (((((ultraSOUND))))). Album ini disebut membawa warna baru dalam perjalanan musik The Neighbourhood setelah hiatus.
Lewat album itu, Jesse Rutherford, Zach Abels, Jeremy Freedman, Mikey Margott, dan Brandon Fried mencoba menghadirkan pendekatan musik yang lebih personal dan reflektif.
Pengerjaan album dilakukan secara independen tanpa tekanan label rekaman ataupun tenggat produksi besar.
“Kami kembali karena memang ingin kembali. Rasanya seperti kembali bermain musik di garasi lagi. Lebih menyenangkan dan lebih bebas,” ujar Zach Abels.
Album (((((ultraSOUND))))) juga disebut menjadi fase baru bagi The Neighbourhood. Sebelumnya, band ini dikenal dengan identitas hitam-putih yang kuat.
Kini, The Neighbourhood mulai mengeksplorasi nuansa yang lebih kompleks dan emosional lewat simbol warna abu-abu yang muncul dalam sejumlah lagu dan artwork album.
Menurut Jesse Rutherford, perubahan tersebut merefleksikan cara pandang mereka yang kini lebih terbuka terhadap berbagai sisi kehidupan.
“Dulu semuanya hitam dan putih. Sekarang semuanya abu-abu,” ujar Rutherford.
Kedatangan The Neighbourhood turut memperkuat tren peningkatan konser musisi internasional di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Sebagai promotor, Chakra Live Asia menilai bahwa Jakarta kini menjadi salah satu destinasi penting tur musik global dengan basis penggemar yang semakin besar dan aktif.
Konser ini diperkirakan akan menarik ribuan penonton dari berbagai daerah di Indonesia ataupun luar negeri.